Alfamidi Cikupa Hasilkan 13.407 kWh Energi Bersih Lewat PLTS Atap
Di tengah kian gencar seruan transisi energi dan percepatan pencapaian target efisiensi lingkungan nasional, sektor ritel modern di Indonesia mulai mengamb
Di tengah kian gencar seruan transisi energi dan percepatan pencapaian target efisiensi lingkungan nasional, sektor ritel modern di Indonesia mulai mengambil langkah nyata untuk menekan jejak karbon operasionalnya. Langkah konkret tersebut salah satunya ditunjukkan oleh gerai Alfamidi Suvarna Sutera yang bertempat di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Melalui integrasi teknologi ramah lingkungan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, gerai ini berhasil membuktikan efektivitas pemanfaatan energi terbarukan dalam operasional harian komersial.
Sejak resmi dioperasikan pada 1 Juni 2023 hingga 30 September 2023, instalasi panel surya yang terpasang pada atap toko tersebut telah berhasil memproduksi energi listrik bersih hingga mencapai 13.407 kilowatt-hour (kWh). Pencapaian dalam kurun waktu empat bulan tersebut menegaskan posisi gerai dalam mendukung praktik bisnis hijau yang berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi berbasis bahan bakar fosil.
Langkah Nyata Transisi Energi Bersih di Sektor Ritel
Penerapan PLTS atap pada bangunan komersial seperti gerai ritel modern merupakan bagian dari upaya dekarbonisasi yang kian krusial di era pemanasan global. Aktivitas toko ritel yang beroperasi dalam durasi panjang membutuhkan konsumsi daya yang konstan, terutama untuk sistem pendingin makanan, pendingin ruangan (AC), serta pencahayaan kawasan toko.
Dengan hadirnya sistem tenaga surya ini, sebagian beban puncak penggunaan listrik pada siang hari dapat dialihkan secara mandiri ke sumber daya bersih yang dihasilkan dari radiasi sinar matahari. Langkah ini dianggap sebagai investasi jangka panjang yang sangat bernilai bagi struktur efisiensi perusahaan sekaligus berkontribusi langsung pada pencapaian bauran energi nasional.
"Pemanfaatan energi surya pada infrastruktur ritel bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan sebuah kebutuhan strategis untuk mendukung keberlanjutan lingkungan serta meningkatkan efisiensi operasional industri komersial," ujar seorang pengamat efisiensi energi korporat.
Capaian Kinerja dan Dampak Lingkungan PLTS Atap Alfamidi
Secara analitis, produksi energi listrik sebesar 13.407 kWh dalam rentang 122 hari operasional menunjukkan rata-rata pasokan listrik harian mendekati 110 kWh per hari dari atap toko. Pasokan daya mandiri ini secara signifikan mengurangi beban pengambilan daya listrik dari jaringan konvensional selama jam operasional produktif.
Dari sisi dampak ekologis, konversi energi terbarukan sebesar ini diperkirakan berhasil mencegah pelepasan belasan ton emisi karbon ke atmosfer. Reduksi emisi gas rumah kaca ini sepadan dengan dampak positif penanaman ratusan pohon dewasa dalam mendukung kualitas udara di wilayah Kabupaten Tangerang dan sekitarnya.
| Indikator Kinerja | Detail Informasi |
|---|---|
| Lokasi Fasilitas | Alfamidi Suvarna Sutera, Cikupa, Kabupaten Tangerang |
| Periode Pengukuran | 1 Juni 2023 – 30 September 2023 (4 Bulan) |
| Total Daya Dihasilkan | 13.407 kWh |
| Rata-rata Produksi Harian | ~109,89 kWh/hari |
| Estimasi Reduksi Karbon | ~11,39 Ton CO2e |
Prospek dan Komitmen Keberlanjutan Perusahaan
Keberhasilan pemanfaatan PLTS atap di gerai Alfamidi Suvarna Sutera Cikupa ini diharapkan dapat menjadi cetak biru (blueprint) bagi pengembangan energi bersih pada jaringan gerai ritel lainnya di berbagai wilayah Indonesia. Integrasi teknologi ini memperkuat komitmen korporasi dalam menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara menyeluruh.
Ke depan, ekspansi penggunaan panel surya di sektor ritel diperkirakan akan semakin akseleratif seiring dengan makin matangnya teknologi serta dukungan regulasi pemerintah terhadap penerapan energi terbarukan. Inisiatif hijau yang ditunjukkan gerai ini menjadi bukti nyata bahwa dunia usaha memiliki peran sentral dalam mengawal transisi menuju Indonesia yang lebih bersih dan ramah lingkungan.




Comments (0)