Wisuda IPDN: 1.404 Lulusan Siap Mengabdi Bangsa
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggelar upacara wisuda bagi 1.404 mahasiswa di Kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada Senin, 15 September 2025. Para lulusan tersebut terdiri dari 45...
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggelar upacara wisuda bagi 1.404 mahasiswa di Kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada Senin, 15 September 2025. Para lulusan tersebut terdiri dari 45 doktor, 73 magister, serta 1.286 sarjana dan diploma dari berbagai program studi kepamongprajaan dan kebijakan pemerintahan. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian hadir secara langsung untuk memberikan arahan dan pembekalan kepada para wisudawan yang akan segera bertugas sebagai abdi negara.
Dalam sambutannya, Mendagri menekankan bahwa lulusan IPDN memikul tanggung jawab besar sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik. "Kalian bukan sekadar aparatur birokrasi biasa. Kalian adalah calon pemimpin yang akan menentukan wajah birokrasi Indonesia di masa depan. Profesionalisme, integritas, dan semangat melayani harus menjadi napas dalam setiap langkah pengabdian," ujar Tito di hadapan ribuan wisudawan beserta para orang tua yang hadir.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pemerintahan ke depan semakin kompleks, terlebih di era digital yang menuntut adaptasi cepat dan transparansi. Menurutnya, revolusi digital memaksa para birokrat untuk meninggalkan cara-cara lama yang lamban dan tertutup. "Birokrasi tidak boleh lagi menjadi tembok tebal bagi masyarakat. Justru birokrasi harus menjadi jembatan yang memudahkan setiap urusan. Lulusan IPDN harus menjadi motor perubahan itu," tegas Tito.
Tito secara khusus menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik di tengah maraknya isu korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Ia berpesan agar para lulusan tidak mudah tergoda oleh kekuasaan dan materi. "Saya titip satu hal: jaga nama baik almamater, jaga kehormatan diri, dan jaga kepercayaan rakyat. Sekali kalian mengkhianatinya, sulit untuk pulih," kata mantan Kapolri itu dengan nada serius.
Rincian dan Komposisi Lulusan
Dari total 1.404 lulusan, program doktor diikuti oleh 45 wisudawan yang sebagian besar merupakan aparatur pemerintahan yang tengah melanjutkan studi. Sementara itu, 73 lulusan magister berasal dari berbagai latar belakang, baik aparatur sipil negara maupun umum. Adapun jenjang sarjana dan diploma mencatat jumlah terbanyak, yaitu 1.286 orang yang tersebar di sejumlah program studi unggulan seperti Administrasi Pemerintahan, Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur, dan Politik Pemerintahan.
Rektor IPDN dalam laporannya menyampaikan bahwa wisuda kali ini merupakan salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap capaian akademik para lulusan, termasuk peningkatan jumlah publikasi ilmiah dan partisipasi dalam forum nasional maupun internasional. "Kami terus mendorong agar lulusan IPDN tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki wawasan global dan kepekaan sosial yang tinggi," ujarnya.
Lulusan Terbaik dan Prospek Pengabdian
Upacara wisuda juga dimeriahkan dengan pengumuman lulusan terbaik dari tiap jenjang. Sejumlah nama mencuat sebagai yang berprestasi dengan indeks prestasi kumulatif hampir sempurna. Mereka mendapatkan piagam penghargaan langsung dari Mendagri, yang didampingi oleh jajaran pimpinan IPDN dan pejabat Kemendagri. Momen ini menjadi puncak kebahagiaan, tidak hanya bagi para wisudawan, tetapi juga para orang tua yang menyaksikan anak-anak mereka meraih hasil dari perjuangan selama bertahun-tahun.
Selepas wisuda, seluruh lulusan akan segera ditempatkan di berbagai instansi pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, sesuai dengan kebutuhan dan aturan yang berlaku. Bagi lulusan program sarjana dan diploma, mereka akan menjalani masa orientasi sebagai pamong praja muda, sedangkan lulusan doktor dan magister diharapkan dapat mengisi pos-pos strategis yang membutuhkan analisis kebijakan dan kepemimpinan transformasional.
Mendagri berharap, kehadiran lulusan IPDN di seluruh pelosok negeri mampu memperkuat birokrasi yang bersih, responsif, dan berorientasi pada hasil. "Jadilah pelayan publik sejati, bukan penguasa kecil yang arogan. Ingatlah bahwa rakyat adalah majikan kita. Banggalah menjadi pamong, karena dari tangan kalian, Indonesia yang lebih baik akan terwujud," tutup Tito yang disambut tepuk tangan meriah.
Dengan bertambahnya ribuan kader pemerintahan baru ini, diharapkan semangat reformasi birokrasi terus bergulir dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. IPDN sebagai kawah candradimuka aparatur negara berkomitmen untuk terus menyempurnakan kurikulum dan metode pembelajarannya agar selaras dengan dinamika zaman, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dasar kepamongprajaan: disiplin, patriotik, dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Comments (0)