Application Name Application Name

Patokan

Hukum & Kriminal

Warga Jatinegara Nekat Terobos Celah Pagar Demi Hindari JPO

Pemandangan memprihatinkan sekaligus membahayakan terlihat di kawasan sekitar Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Sejumlah warga dan pejalan kaki kedapatan

Warga Jatinegara Nekat Terobos Celah Pagar Demi Hindari JPO

Pemandangan memprihatinkan sekaligus membahayakan terlihat di kawasan sekitar Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Sejumlah warga dan pejalan kaki kedapatan nekat menerobos celah pagar pembatas yang rusak dan berlubang demi menyeberang jalan atau menuju stasiun, alih-alih memanfaatkan fasilitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berdiri kokoh tepat di dekat lokasi tersebut.

Aktivitas berisiko ini seolah telah menjadi kebiasaan sehari-hari bagi sebagian masyarakat. Celah sempit pada pagar besi yang semestinya berfungsi sebagai barikade keselamatan tersebut dimanfaatkan sebagai jalan pintas. Mereka rela membungkuk, menyelipkan tubuh, bahkan membawa barang bawaan berat untuk melewati lubang tersebut tanpa memedulikan laju kendaraan bermotor yang melintas kencang di jalan raya.

Alasan Efisiensi Waktu dan Kelelahan Fisik

Fenomena warga yang enggan menggunakan JPO ini bukan semata-mata dipicu oleh faktor kenakalan semata, melainkan dilatari oleh alasan klasik efisiensi waktu serta kelelahan fisik. Desain JPO konvensional dengan anak tangga yang cukup tinggi dan curam kerap menjadi hambatan berat bagi pejalan kaki, terutama kalangan lanjut usia, ibu hamil, maupun mereka yang sedang terburu-buru mengejar jadwal perjalanan kereta rel listrik (KRL).

Salah seorang pejalan kaki yang ditemui di lokasi mengungkapkan alasan mengapa dirinya lebih memilih jalur berbahaya tersebut dibandingkan menaiki tangga penyeberangan.

"Kalau naik JPO tangganya lumayan tinggi dan bikin capek, apalagi kalau lagi buru-buru mau mengejar kereta. Lewat celah pagar ini jauh lebih cepat, walau memang harus ekstra hati-hati melihat kendaraan yang lewat," tutur salah seorang warga setempat.

Kendati dinilai praktis secara sepihak, perilaku jalan pintas ini sangat membahayakan keselamatan jiwa. Pejalan kaki yang keluar secara tiba-tiba dari balik pagar pembatas kerap membuat pengendara roda dua maupun roda empat terkejut, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas tabrakan yang fatal.

Sorotan terhadap Aksesibilitas Fasilitas Publik

Kondisi ini memicu perhatian berbagai pihak, terutama terkait evaluasi desain dan kenyamanan fasilitas penyeberangan umum di ibu kota. Pengamat tata kota menilai bahwa keengganan masyarakat menggunakan JPO merupakan indikasi perlunya perbaikan pendekatan infrastruktur yang lebih humanis dan ramah bagi seluruh kalangan pengguna jalan.

Beberapa poin evaluasi penting terkait sarana penyeberangan di kawasan padat lalu lintas antara lain:

  • Penyediaan Fasilitas Ramah Disabilitas dan Lansia: JPO perlu dilengkapi dengan fasilitas lift atau eskalator guna mempermudah mobilitas kelompok rentan.
  • Penerapan Fasilitas Pelican Crossing: Pada titik-titik tertentu yang memungkinkan, penyeberangan sebidang dengan lampu lalu lintas khusus pejalan kaki dapat menjadi alternatif yang lebih efisien dan mudah diakses.
  • Perbaikan dan Perawatan Berkala: Pihak berwenang harus rutin memeriksa dan memperbaiki fasilitas pembatas jalan agar tidak dirusak atau dimanfaatkan secara ilegal.

Urgensi Penertiban dan Edukasi Keselamatan

Selain perbaikan fisik pagar yang bolong, diperlukan langkah terpadu antara aparat kepolisian, Dinas Perhubungan, dan pengelola kawasan untuk memberikan edukasi serta sanksi tegas bagi pelanggar. Menjaga keselamatan bersama membutuhkan sinergi antara fasilitas penunjang yang layak dan kesadaran disiplin dari para pengguna jalan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) diimbau untuk segera menutup akses liar tersebut secara permanen sekaligus menata ulang alur pejalan kaki di sekitar Stasiun Jatinegara. Dengan integrasi fasilitas yang nyaman, aman, dan mudah dijangkau, masyarakat diharapkan tidak lagi bertaruh nyawa di jalanan hanya demi menghemat beberapa menit perjalanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer5
TENTANG PENULIS writer5

Bacaan Terkait

Comments (0)

User