Wakil Ketua DPR Tinjau Kebakaran Desa Sade dan Janjikan Pemulihan
MATARAM — Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, tiba di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk meninjau langsung lokasi kebakaran yang melanda permukiman adat tersebut...
MATARAM — Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, tiba di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk meninjau langsung lokasi kebakaran yang melanda permukiman adat tersebut. Kunjungan itu dilakukan hanya berselang beberapa saat setelah peristiwa, sebagai wujud perhatian lembaga legislatif terhadap kondisi warga yang terdampak dan terhadap kelestarian kawasan budaya yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Sasak.
Dalam kunjungannya, Sari Yuliati berjalan menyusuri area permukiman yang terbakar untuk melihat secara langsung seberapa luas kerusakan yang ditimbulkan. Ia berdialog dengan warga, tokoh adat, serta perangkat desa setempat guna mendengar keluhan dan kebutuhan mendesak para korban. Suasana haru tampak ketika sejumlah warga menceritakan bagaimana api dengan cepat melalap rumah-rumah tradisional yang sebagian besar berdinding anyaman bambu dan beratap alang-alang, material yang mudah terbakar dan membuat api menjalar dengan sangat cepat.
Perhatian Penuh terhadap Warga Terdampak
Kehadiran pimpinan DPR RI tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Sejumlah bantuan langsung disalurkan kepada warga yang menjadi korban kebakaran, sebagai langkah awal untuk meringankan beban mereka yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda. Bantuan itu diharapkan dapat menjembatani kebutuhan darurat warga sebelum proses pemulihan yang lebih menyeluruh dilakukan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Sari Yuliati menegaskan bahwa pemulihan Desa Adat Sade tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan semata. Ia mendorong agar revitalisasi kawasan segera dikoordinasikan lintas instansi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat, sehingga desa adat ini dapat kembali pulih sekaligus mempertahankan keunikan budaya yang menjadi daya tarik utamanya. Menurutnya, kerusakan akibat kebakaran harus ditangani secara cepat, terarah, dan menyeluruh agar tidak meninggalkan trauma berkepanjangan bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, tetapi juga memastikan bahwa wajah Desa Adat Sade sebagai warisan budaya dapat segera dipugar kembali,” ujarnya di hadapan warga setempat. Ia juga mengapresiasi kesigapan pemerintah daerah dan aparat yang bergerak cepat dalam penanganan awal kebakaran, termasuk dalam upaya evakuasi dan pengamanan lokasi kejadian.
Koordinasi Revitalisasi Segera Digulirkan
Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan perlunya sinergi antara kementerian/lembaga terkait, pemerintah provinsi NTB, dan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk menyusun rencana revitalisasi yang tidak hanya memulihkan fisik bangunan, tetapi juga memulihkan tatanan sosial dan ekonomi masyarakat adat. Desa Adat Sade dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata budaya utama di Lombok, yang selama ini menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga melalui kerajinan tenun, kuliner khas, serta jasa pemandu wisata.
Oleh karena itu, pemulihan kawasan ini dinilai memiliki dampak ganda: memulihkan tempat tinggal warga sekaligus menghidupkan kembali roda perekonomian lokal yang bergantung pada kunjungan wisatawan. Sari Yuliati meminta agar proses revitalisasi melibatkan tokoh adat dan masyarakat setempat sejak tahap perencanaan, sehingga hasilnya nanti benar-benar sesuai dengan nilai-nilai dan kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh komunitas tersebut.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendampingan psikologis bagi warga yang mengalami trauma, terutama anak-anak dan lansia yang menjadi kelompok paling rentan dalam peristiwa semacam ini. Selain bantuan material, aspek pemulihan sosial dan emosional disebutkannya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses rehabilitasi secara keseluruhan.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga kunjungan tersebut berlangsung, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Tim gabungan terus melakukan pendataan dan pemeriksaan di lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan serta barang bukti yang dapat mengarah pada asal mula api. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.
Kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan di kawasan permukiman adat itu menjadi pengingat akan kerentanan kawasan hunian tradisional terhadap bahaya api. Beberapa pihak menyoroti perlunya peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran, mengingat konstruksi rumah adat yang dominan menggunakan material mudah terbakar.
Sari Yuliati menyatakan bahwa DPR RI akan terus memantau perkembangan penanganan pascakebakaran ini, termasuk memastikan realisasi bantuan dan program revitalisasi berjalan sesuai rencana. Ia berharap proses pemulihan dapat berlangsung cepat sehingga warga Desa Adat Sade dapat kembali menempati huniannya dan kawasan budaya itu dapat beraktivitas seperti sedia kala.
Kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan kepada perwakilan warga serta komitmen untuk menjalin komunikasi berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat Desa Adat Sade dalam setiap tahap pemulihan. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan desa adat yang menjadi ikon budaya Lombok ini dapat bangkit kembali dan tetap menjadi destinasi yang membanggakan bagi daerah maupun bangsa.




Comments (0)