Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

Vietnam Bangun Terminal Phoenix US$836 Juta dan Kereta Metro Long Thanh

Vietnam tengah mempercepat dua proyek infrastruktur transportasi paling ambisius dalam sejarahnya secara bersamaan. Di Pulau Phu Quoc, Terminal 2 Bandara I

Vietnam Bangun Terminal Phoenix US$836 Juta dan Kereta Metro Long Thanh

Vietnam tengah mempercepat dua proyek infrastruktur transportasi paling ambisius dalam sejarahnya secara bersamaan. Di Pulau Phu Quoc, Terminal 2 Bandara Internasional Phu Quoc yang dirancang menyerupai burung phoenix api mulai memperlihatkan wujud nyatanya setelah lebih dari satu tahun masa konstruksi. Sementara itu di daratan utama, rencana pembangunan jalur kereta metro berkecepatan 120 kilometer per jam yang menghubungkan pusat Kota Ho Chi Minh dengan Bandara Internasional Long Thanh senilai 13 miliar dolar AS resmi memasuki tahap kajian kelayakan lanjutan.

Kedua proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik. Keduanya merupakan bagian dari strategi besar Vietnam untuk memposisikan diri sebagai hub penerbangan regional yang mampu bersaing dengan Changi di Singapura, Suvarnabhumi di Bangkok, serta KLIA di Malaysia.

Terminal Phoenix Menguak Wujud Nyata di Phu Quoc

Proyek Terminal 2 Bandara Internasional Phu Quoc menelan investasi sebesar 836 juta dolar AS, atau setara sekitar Rp13,4 triliun. Nilai tersebut menjadikannya salah satu terminal bandara termahal dan paling ikonik yang pernah dibangun di kawasan Asia Tenggara. Desainnya terinspirasi dari legenda burung phoenix api, simbol kebangkitan, keberanian, dan kemakmuran yang sangat lekat dalam budaya Vietnam.

Melalui dokumentasi terbaru yang diabadikan pada Agustus 2026, tampak kerangka utama bangunan telah berdiri megah. Tim konstruksi kini tengah menyelesaikan pekerjaan atap dan plafon, sekaligus memasang ribuan panel fasad yang akan membungkus keseluruhan struktur melengkung terminal.

"Setelah lebih dari satu tahun konstruksi, Terminal 2 yang dirancang berbentuk phoenix api akhirnya mulai berwujud nyata. Para pekerja kini berfokus pada penyelesaian atap, plafon, dan pemasangan fasad kaca," demikian paparan progres proyek yang dilansir VnExpress.

Simfoni 9.800 Panel Kaca di Tepi Laut Selatan

Salah satu elemen paling mencolok dari terminal ini adalah pemasangan 9.800 panel kaca yang membentuk selubung luar bangunan. Panel-panel tersebut tidak hanya berperan sebagai elemen estetika. Arsitek merancangnya agar mampu memaksimalkan pencahayaan alami di dalam gedung sekaligus menjaga suhu ruangan tetap sejuk menghadapi iklim tropis pulau Phu Quoc.

Fasad kaca melengkung dengan gradasi warna juga dimaksudkan untuk meniru bulu-bulu phoenix yang berkibar, menciptakan siluet dramatis saat dilihat dari udara maupun dari landasan pacu. Bagi para wisatawan yang tiba di pulau ini, kesan pertama yang mereka terima adalah gerbang yang tampak seperti sedang menyala dan terbang menuju langit.

  • Nilai investasi: 836 juta dolar AS (sekitar Rp13,4 triliun)
  • Elemen fasad: 9.800 panel kaca dengan desain melengkung menyerupai phoenix api
  • Status konstruksi: fase pemasangan atap, plafon, dan panel kaca
  • Tenggat strategis: rampung menjelang KTT APEC 2027

Panggung Dunia Menanti di APEC 2027

Tenggat waktu pembangunan terminal ini tidak bisa dilepaskan dari agenda internasional Vietnam. Negara itu akan menjadi tuan rumah pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau APEC 2027, dengan Phu Quoc dinobatkan sebagai salah satu lokasi acara utama. Terminal baru ini diharapkan menjadi wajah modern Vietnam di hadapan para pemimpin negara, investor, dan delegasi bisnis dari 21 ekonomi anggota.

"Terminal ini adalah kartu nama Vietnam untuk dunia. Ketika delegasi APEC mendarat di Phu Quoc pada 2027, mereka akan disambut oleh ikon arsitektur yang mencerminkan ambisi bangsa ini," ungkap seorang pengamat infrastruktur yang mengikuti perkembangan proyek tersebut.

Phu Quoc sendiri dikenal sebagai surga wisata Vietnam dengan pantai berpasir putih, kawasan bebas visum bagi wisatawan asing, serta ekosistem resor kelas dunia. Kehadiran terminal berkapasitas besar diyakini akan melipatgandakan jumlah kedatangan wisatawan internasional dan mendorong investasi hospitality di wilayah provinsi Kien Giang.

Kereta Metro 120 km/jam Menuju Bandara Raksasa Long Thanh

Sementara sorotan menyinari Phu Quoc, mesin penggerak lain sedang disiapkan di dekat Kota Ho Chi Minh. Berdasarkan studi kelayakan proyek, pemerintah merencanakan sebuah jalur rel sepanjang 46 kilometer yang menghubungkan pusat Kota Ho Chi Minh dengan Bandara Internasional Long Thanh di Provinsi Dong Nai.

Jalur ini akan dilayani kereta metro dengan kecepatan operasi hingga 120 kilometer per jam, jauh lebih cepat dibandingkan metro perkotaan konvensional. Estimasi biaya pembangunannya mencapai VND134 triliun atau sekitar 5,12 miliar dolar AS atau kurang lebih Rp82 triliun.

Bandara Long Thanh sendiri merupakan mega-proyek bernilai 13 miliar dolar AS, atau sekitar Rp208 triliun, yang dirancang menjadi bandara utama Vietnam menggantikan peran Bandara Tan Son Nhat yang kini telah melampaui kapasitas desainnya. Dengan metro cepat ini, perjalanan dari jantung kota Ho Chi Minh ke terminal Long Thanh diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 30 menit.

Strategi Besar Menjadi Hub Penerbangan Regional

Kombinasi kedua proyek tersebut menggambarkan visi jangka panjang Vietnam. Di sisi selatan, Long Thanh akan menampung geliat penerbangan jarak jauh dan volume kargo industri manufaktur. Di tengah perairan Teluk Thailand, Phu Quoc difokuskan sebagai gerbang pariwisata kelas premium.

Analis menilai bahwa konektibilitas darat-bandara yang efisien adalah kunci keberhasilan bandara hub mana pun. Pengalaman banyak negara menunjukkan bahwa bandara megah tanpa akses transportasi massal yang cepat akan sulit optimal. Oleh karena itu, rencana metro 46 kilometer ini dianggap sebagai peletakan fondasi yang tepat waktu, bahkan sebelum Long Thanh beroperasi penuh.

Tantangan di Balik Ambisi Megah

Namun, jalan menuju impian tersebut tidak lepas dari rintangan. Proyek infrastruktur skala raksasa di Vietnam menghadapi tantangan klasik berupa pembebasan lahan, pendanaan jangka panjang, kelangkaan tenaga kerja terampil, serta risiko keterlambatan konstruksi. Nilai investasi gabungan kedua proyek, yang melampaui 20 triliun rupiah, menuntut disiplin fiskal tinggi di tengah tekanan ekonomi global.

Meski demikian, progres fisik Terminal 2 Phu Quoc yang telah memasuki tahap atap dan fasad memberikan sinyal positif bahwa Vietnam serius menjaga komitmennya. Bagi sebuah negara yang empat dekade lalu masih pulih dari perang, kecepatan transformasi ini sungguh luar biasa.

Jika semua berjalan sesuai jadwal, dunia akan Zeugnis dua mahakarya sekaligus pada 2027: terminal berbentuk phoenix yang menyambut para pemimpin dunia di Phu Quoc, dan cetak biru kereta cepat yang siap mengubah cara jutaan orang bepergian menuju Long Thanh. Vietnam, dengan tenang namun gigih, sedang menulis babak baru sejarah aviasinya.

[SOCIAL_TWEET]: Vietnam bangun terminal bandara berbentuk phoenix api senilai US$836 juta di Phu Quoc jelang APEC 2027, plus rencana kereta metro 120 km/jam menuju bandara Long Thanh! 🚄✈️ #Vietnam #Infrastruktur #APEC2027[SOCIAL_TG]: ✈️🚄 VIETNAM PERCEPAT INFRASTRUKTUR PENERBANGAN MEGAH — Terminal phoenix api senilai US$836 juta di Phu Quoc masuk tahap pemasangan 9.800 panel kaca jelang APEC 2027. Di daratan utama, jalur metro 46 km seharga US$5,12 miliar disiapkan menghubungkan Kota Ho Chi Minh dengan Bandara Long Thanh senilai US$13 miliar. Detail lengkap hanya di Patokan.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer3
TENTANG PENULIS writer3

Bacaan Terkait

Comments (0)

User