Truk Kayu Oleng Terguling di Parung, Contraflow Diberlakukan
Depok – Sebuah kecelakaan tunggal melibatkan truk angkutan kayu gelondongan terjadi di Jalan Raya Parung-Ciputat, tepatnya di wilayah Bojongsari, Depok, pada Rabu siang (15/7). Kendaraan berat berno...
Depok – Sebuah kecelakaan tunggal melibatkan truk angkutan kayu gelondongan terjadi di Jalan Raya Parung-Ciputat, tepatnya di wilayah Bojongsari, Depok, pada Rabu siang (15/7). Kendaraan berat bernomor polisi F 8912 UA itu tiba-tiba hilang kendali dan terguling hingga melintang di tengah badan jalan. Peristiwa tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga memicu kemacetan parah di jalur utama penghubung Depok dan Tangerang Selatan itu.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, truk yang sarat muatan kayu gelondongan itu melaju dari arah Parung menuju Ciputat. Saat melintas di turunan landai dekat Pasar Bojongsari, kendaraan mendadak goyah. Diduga kuat penyebabnya adalah beban muatan yang bergeser setelah tali pengikat terlepas sehingga membuat keseimbangan truk terganggu. Upaya pengemudi untuk mengendalikan kemudi justru membuat truk oleng parah dan akhirnya terbalik ke sisi kiri jalan.
Kayu-kayu berdiameter besar yang diangkutnya pun berserakan, menutupi nyaris dua lajur sekaligus. Beruntung, pengemudi yang bernama Suhendra (42) hanya mengalami luka lecet dan berhasil keluar dari kabin dengan bantuan warga sekitar. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat karena pada saat itu arus lalu lintas kebetulan sedang longgar. Namun, hanya dalam hitungan menit, antrean kendaraan mulai memanjang karena ruas jalan hanya menyisakan satu lajur sempit yang bisa dilalui.
Penanganan dan Rekayasa Lalu Lintas
Petugas dari Unit Laka Lantas Polres Metro Depok yang tiba di lokasi segera mengambil langkah cepat. Mereka memberlakukan sistem contraflow untuk mengurai kepadatan yang kian menjadi. Arus dari arah Ciputat disiasati agar bergantian melintas di lajur yang tersisa, sementara petugas di lapangan menghentikan sementara kendaraan dari kedua sisi secara berkala. Langkah ini terbukti cukup efektif mencegah kemacetan total meskipun laju kendaraan tetap tersendat hingga radius beberapa kilometer.
Kepala Satlantas Polres Metro Depok, AKBP Setyo Widodo, melalui sambungan telepon menyampaikan, “Kami langsung terjunkan personel begitu menerima laporan. Selain contraflow, kami juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk pengalihan arus sementara melalui jalur alternatif, yaitu Jalan H. Mawi dan Jalan Raya Sawangan bagi pengendara yang hendak menuju Ciputat.” Proses evakuasi truk dan muatan kayu berlangsung cukup rumit karena volume material yang besar. Dua unit alat berat didatangkan untuk mengangkat kayu-kayu gelondongan, sementara truk dievakuasi menggunakan mobil derek khusus.
Petugas harus memotong sebagian kayu dengan gergaji mesin agar lebih mudah diangkut ke tepi jalan. Seluruh proses ini memakan waktu hampir empat jam. Selama evakuasi, warga sekitar tampak membantu mengatur lalu lintas secara sukarela, bahkan menyediakan air minum bagi petugas yang bekerja di bawah terik matahari.
Dampak dan Himbauan
Akibatnya, pengguna jalan dari kedua arah harus bersabar. Sejumlah pengendara mengeluhkan waktu tempuh yang bertambah dua kali lipat dari biasanya. Seorang pengemudi ojek daring, Rahmat (29), mengaku terjebak lebih dari satu jam sebelum akhirnya diarahkan memutar melalui jalur tikus. Kemacetan juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar, terutama para pedagang di Pasar Bojongsari yang mengeluhkan penurunan pengunjung akibat sulitnya akses.
Polisi mengimbau kepada para pengusaha angkutan barang agar lebih ketat memeriksa kondisi kendaraan dan kelayakan muatan sebelum beroperasi, khususnya untuk beban berat seperti kayu gelondongan. “Pengikatan muatan harus benar-benar standar dan diperiksa ulang setiap beberapa kilometer,” ujar AKBP Setyo Widodo. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli di jalur-jalur rawan kecelakaan serupa untuk mengantisipasi kejadian berulang.
Hingga sore hari, arus lalu lintas di Jalan Raya Parung-Ciputat berangsur pulih setelah seluruh material dan kendaraan berhasil disingkirkan. Petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kemungkinan adanya pelanggaran kelebihan muatan, meskipun pengemudi mengklaim telah sesuai ketentuan. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya disiplin berlalu lintas dan perawatan armada, terutama pada kendaraan berat yang melintasi rute padat permukiman.
Comments (0)