Application Name Application Name

Patokan

Papua Pegunungan

TPNPB Akui Tembak Sopir di Jalur Wamena-Nduga dan Tebar Ultimatum

JAYAPURA, PATOKAN.COM — Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) secara r

TPNPB Akui Tembak Sopir di Jalur Wamena-Nduga dan Tebar Ultimatum

JAYAPURA, PATOKAN.COM — Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas aksi penembakan terhadap seorang pengemudi kendaraan di ruas jalan Trans Wamena-Nduga, Papua Pegunungan. Kelompok bersenjata tersebut juga membakar kendaraan korban dan melayangkan ancaman terbuka terhadap warga pendatang maupun aparatur sipil negara di sejumlah lintasan logistik utama.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Komnas TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui keterangan tertulis yang mengonfirmasi laporan lapangan dari pimpinan wilayah Ndugama. Penyerangan mematikan ini kembali memicu kekhawatiran mendalam terhadap stabilitas keamanan dan kelancaran distribusi logistik kebutuhan pokok di kawasan dataran tinggi Papua.

Kronologi Insiden di Jalur Trans Wamena-Nduga

Berdasarkan klaim yang dirilis oleh TPNPB, serangan bersenjata tersebut dilancarkan pada pagi hari di salah satu titik perlintasan strategis yang menghubungkan Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Nduga. Laporan penyerangan itu dikirim langsung oleh Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, Brigadir Jenderal Egianus Kogeya.

“Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB telah menerima laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, Brigjen Egianus Kogeya, bahwa kami bertanggung jawab atas penembakan terhadap agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang berprofesi sebagai sopir di jalur Trans Wamena-Nduga,” tegas Sebby Sambom dalam siaran persnya.

Selain melakukan penembakan, kelompok tersebut juga membakar mobil yang dikendarai korban di tengah badan jalan. Pihak TPNPB secara terbuka menantang aparat gabungan TNI dan Polri untuk mendatangi lokasi kejadian guna mengevakuasi jenazah korban serta bangkai kendaraan yang hangus terbakar.

Urutan Kejadian Berdasarkan Laporan Lapangan

Berikut adalah urutan peristiwa penyerangan dan eskalasi ancaman keamanan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan:

  1. Pukul 09.25 WIT: Pasukan sayap militer TPNPB Kodap III Ndugama Derakma menyergap satu unit kendaraan roda empat yang melintas di jalur Trans Wamena-Nduga.
  2. Aksi Penembakan dan Pembakaran: Kelompok bersenjata melepaskan tembakan terarah ke arah pengemudi, melumpuhkan korban di tempat, kemudian membakar mobil tersebut hingga rusak total.
  3. Klaim Sepihak: Manajemen pusat TPNPB merilis siaran pers yang menuduh sopir tersebut merupakan bagian dari aparat intelijen militer yang menyamar.
  4. Penyampaian Ultimatum: Juru bicara TPNPB mengeluarkan seruan ancaman bagi pekerja transportasi darat dan aparatur sipil negara di berbagai koridor jalan trans-Papua.

Ultimatum Terhadap Pekerja Transportasi dan ASN

Menyusul insiden penembakan tersebut, TPNPB mengeluarkan maklumat tegas yang melarang warga pendatang melakukan aktivitas ekonomi, khususnya di sektor transportasi publik dan angkutan barang. Kelompok ini menuding mobilitas sopir taksi pedalaman serta tukang ojek kerap dimanfaatkan untuk misi pemantauan teritorial.

Sebby Sambom menegaskan bahwa larangan melintas diberlakukan di sejumlah koridor vital Papua Pegunungan, antara lain:

  • Ruas jalan Trans Wamena-Nduga
  • Ruas jalan Trans Wamena-Tolikara
  • Ruas jalan Trans Wamena-Yalimo
  • Ruas jalan penghubung Wamena-Jayapura

“Warga imigran Indonesia yang bekerja sebagai tukang ojek dan sopir taksi di jalan Trans Wamena-Nduga, Wamena-Tolikara, Wamena-Yalimo, Wamena-Jayapura, dan seterusnya agar menghentikan aktivitasnya. Kami sampaikan kepada warga imigran, sopir, tukang ojek, hingga ASN agar menghentikan kegiatan sebelum hal serupa terjadi,” tambah Sebby.

Dampak Terhadap Keamanan dan Rantai Pasok Logistik

Ancaman dan aksi kekerasan bersenjata ini dinilai berdampak langsung terhadap urat nadi perekonomian masyarakat pegunungan tengah. Jalur darat Trans Wamena-Nduga merupakan akses vital bagi pengiriman bahan pangan, bahan bangunan, serta layanan kesehatan bagi warga lokal di wilayah terisolir.

Tudingan kelompok separatis terhadap warga sipil sebagai agen keamanan kerap menjadi dalih pembenaran atas kekerasan fatal terhadap pekerja sektor informal. Aparat keamanan TNI-Polri terus meningkatkan kesiapsiagaan di sepanjang rute rawan guna memulihkan rasa aman bagi para pengguna jalan dan menjaga stabilitas wilayah perbatasan antarkabupaten.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer3
TENTANG PENULIS writer3

Bacaan Terkait

Comments (0)

User