Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

TPAS Galuga Masih Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Dua Hektare Lahan

BOGOR, PATOKAN.COM — Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga di kawasan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, hingga kini belum

TPAS Galuga Masih Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Dua Hektare Lahan

BOGOR, PATOKAN.COM — Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga di kawasan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, hingga kini belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Memasuki hari ketujuh operasi pemadaman, tim gabungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor masih terus berjibaku mengendalikan kobaran api dan kepulan asap tebal yang menyelimuti area sekitar 2 hektare timbunan sampah aktif.

Kondisi tumpukan sampah plastik yang tebal serta tingginya kandungan gas metana di lapisan bawah membuat api sulit dijinakkan. Hembusan angin kencang di lokasi perbukitan sampah tersebut kian mempercepat penjalaran bara api di titik-titik rawan, memicu kepulan asap pekat yang mengganggu jarak pandang dan kualitas udara di wilayah sekitarnya.

Kronologi dan Eskalasi Penanganan Selama Sepekan

Upaya penanganan kebakaran di TPAS Galuga telah melalui sejumlah tahapan kritis sejak percikan api pertama kali terdeteksi oleh petugas di lapangan. Berikut linimasa perkembangan penanganan insiden tersebut:

  1. Hari ke-1 (Deteksi Titik Api Awal): Petugas keamanan dan pengelola TPAS mendeteksi kepulan asap di zona aktif pembuangan Kota Bogor pada siang hari. Api dengan cepat membesar akibat suhu terik dan material kering.
  2. Hari ke-2 hingga ke-4 (Perluasan Lahan Terbakar): Angin kencang memperluas kobaran api hingga mencakup lebih dari 4 hektare area timbunan sampah, memaksa armada damkar gabungan dari Kota dan Kabupaten Bogor dikerahkan penuh.
  3. Hari ke-5 hingga ke-6 (Penyekatan Zona Bahaya): Petugas mulai menerapkan metode penyekatan (trenching) menggunakan alat berat ekskavator untuk memisahkan tumpukan sampah yang terbakar dengan tumpukan yang masih aman.
  4. Hari ke-7 (Fokus Pemadaman Inti dan Pendinginan): Area kobaran api berhasil ditekan hingga tersisa sekitar 2 hektare, namun proses pemadaman bara dalam tanah (deep seated fire) masih terus berlangsung secara intensif.
"Tantangan terbesar kami adalah api berada di lapisan bawah timbunan sampah yang kaya gas metana. Meski permukaan terlihat padam, bara di bawah masih aktif menyala sehingga ketika terkena angin, api bisa kembali menyembur," ujar salah seorang komandan regu pemadam kebakaran di lokasi.

Tantangan Lapangan dan Strategi Injeksi Air

Untuk menuntaskan bara api di kedalaman tumpukan sampah, petugas gabungan menerapkan kombinasi metode penyemprotan busa kimia (foam) dan sistem injeksi air langsung ke lapisan bawah tanah. Puluhan unit mobil tangki pemadam dikerahkan secara bergantian mengisi pasokan air dari sumber sungai terdekat.

Selain mengerahkan armada damkar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dinas lingkungan hidup setempat juga menurunkan sedikitnya 5 unit ekskavator untuk membongkar tumpukan sampah yang mengeluarkan asap pekat.

  • Luas Area Terdampak: Total area terbakar sempat mencapai lebih dari 4 hektare, kini menyisakan sekitar 2 hektare zona aktif.
  • Personel Dikerahkan: Lebih dari 100 personel gabungan Damkar, BPBD, Tagana, dan relawan beroperasi 24 jam.
  • Armada Operasional: 15 unit mobil pemadam kebakaran serta 5 unit alat berat ekskavator.

Dampak Polusi Asap dan Antisipasi Kesehatan Warga

Kepulan asap pekat dari kebakaran TPAS Galuga mulai dirasakan warga di desa-desa sekitar, seperti Desa Galuga dan Desa Dukuh. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan membagikan ribuan masker medis guna mencegah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pihak Dinas Kesehatan juga menyiagakan posko medis darurat dan puskesmas pembantu di sekitar lokasi terdampak guna memberikan penanganan cepat bagi warga maupun petugas yang mengalami sesak napas atau iritasi mata akibat paparan asap berkepanjangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer5
TENTANG PENULIS writer5

Bacaan Terkait

Comments (0)

User