Tavares: Pressing Tinggi Kunci Kemenangan Persebaya atas Persija
SURABAYA — Laga sengit tersaji antara Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta dalam lanjutan penyisihan Grup B Piala Presiden 2024 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu malam. Tuan rumah berhasil me...
SURABAYA — Laga sengit tersaji antara Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta dalam lanjutan penyisihan Grup B Piala Presiden 2024 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu malam. Tuan rumah berhasil mengamankan tiga poin berkat gol tunggal yang tercipta di babak kedua, namun sorotan utama justru tertuju pada racikan taktik Pelatih Bernardo Tavares yang dinilai brilian.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Tavares mengungkapkan bahwa kunci sukses timnya adalah penerapan strategi pressing tinggi yang dilakukan secara konsisten sepanjang 90 menit. “Kami tidak memberi mereka waktu untuk bernapas. Begitu bola lepas dari penguasaan kami, para pemain langsung menutup ruang dan memaksa lawan melakukan kesalahan,” ujar arsitek asal Portugal tersebut.
Racikan Taktik yang Mengejutkan
Sejak peluit awal dibunyikan, para pemain Persebaya langsung mengambil inisiatif untuk mendominasi area tengah. Lini depan yang diisi oleh Bruno Moreira, Flavio Silva, dan Sho Yamamoto terus-menerus menekan barisan pertahanan Persija yang dikawal oleh Ondrej Kudela dan Rizky Ridho. Pola ini tidak hanya membatasi pergerakan bola dari lini belakang Macan Kemayoran, tetapi juga memaksa kiper Andritany Ardhiyasa beberapa kali melakukan umpan panjang yang tidak akurat.
Tavares menjelaskan bahwa latihan intensif selama satu pekan terakhir difokuskan pada skema transisi cepat dan koordinasi tekanan antar lini. “Kami mempelajari kelemahan Persija di fase build-up. Mereka cenderung mengandalkan umpan pendek dari belakang, jadi kami rancang jebakan dengan tiga pemain depan yang bergerak simultan,” paparnya.
Peran Krusial Gelandang Petarung
Duet Muhammad Hidayat dan Toni Firmansyah di lini tengah menjadi motor utama dalam menjalankan instruksi pressing tinggi. Keduanya tanpa lelah mengejar setiap bola liar dan memutus alur distribusi gelandang Persija seperti Maciej Gajos dan Syahrian Abimanyu. Hidayat, yang terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan, mengakui bahwa strategi ini menguras stamina namun sangat efektif.
“Pelatih meminta kami untuk tidak mundur sedikit pun. Begitu ada momentum kehilangan bola, kami harus segera counter-pressing dalam hitungan detik. Alhamdulillah semua pemain menjalankan dengan disiplin,” kata Hidayat.
Momen Gol Penentu Kemenangan
Gol semata wayang yang dicetak oleh Bruno Moreira pada menit ke-67 merupakan buah langsung dari skema pressing yang berjalan sempurna. Berawal dari tekanan tinggi yang dilakukan Sho Yamamoto terhadap bek sayap Persija, bola berhasil direbut di sepertiga akhir lapangan. Dengan cepat, operan pendek dialirkan ke Flavio Silva yang kemudian melepaskan umpan terobosan matang ke kotak penalti. Bruno yang berdiri bebas tanpa pengawalan langsung menceploskan bola ke sudut gawang tanpa mampu dihalau Andritany.
Ekspresi frustrasi tampak jelas di wajah para pemain Persija, sementara ribuan Bonek yang memadati stadion meledak dalam sorak kemenangan. Tavares mengaku puas dengan eksekusi anak asuhnya, meskipun ia menyayangkan beberapa peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol tambahan.
Respon dari Kubu Persija
Sementara itu, pelatih Persija, Carlos Peña, memberikan apresiasi terhadap strategi lawan. “Mereka bermain dengan intensitas sangat tinggi. Pressing Persebaya mengacaukan ritme kami, dan kami kesulitan keluar dari tekanan,” akunya. Peña menambahkan bahwa timnya akan segera melakukan evaluasi mendalam sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
Kekalahan ini menempatkan Persija dalam posisi genting di klasemen sementara Grup B, sementara Persebaya kokoh di puncak dengan koleksi enam poin dari dua laga. Tavares menegaskan bahwa kemenangan ini belum menentukan apa pun, dan timnya harus tetap fokus menghadapi laga pamungkas melawan tim kuat lainnya di grup.
Antisipasi Laga Selanjutnya
Dengan sisa satu pertandingan lagi di fase grup, Persebaya hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan langkah ke babak semifinal. Namun Tavares tidak ingin anak asuhnya berpuas diri. “Pressing tinggi akan tetap menjadi fondasi permainan kami. Ini filosofi yang harus dijalankan dengan mentalitas tanpa kompromi,” tegasnya.
Di sisi lain, dukungan penuh dari suporter setia Persebaya menjadi energi tambahan yang tak ternilai. Laga penutup grup yang akan digelar kembali di Gelora Bung Tomo pada akhir pekan depan diprediksi akan kembali menyajikan atmosfer panas dan tensi tinggi.
Comments (0)