Tangsel Bangun Pembangkit Listrik Berbasis Sampah di TPA Cipeucang
TANGERANG SELATAN, Patokan.com — Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mematangkan proyek strategis pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energ
TANGERANG SELATAN, Patokan.com — Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mematangkan proyek strategis pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dipusatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Kecamatan Serpong. Langkah penanganan ini diambil sebagai solusi permanen atas persoalan darurat sampah dan keterbatasan daya tampung lahan pembuangan akhir yang telah menjadi beban lingkungan selama bertahun-tahun di kawasan Banten tersebut.
Pantauan langsung di lokasi pada awal September 2025 menunjukkan bahwa aktivitas pembuangan sampah harian di TPA Cipeucang masih berjalan intensif dengan keterlibatan ratusan pemulung lokal yang mengumpulkan barang bekas secara manual. Kehadiran teknologi PSEL diharapkan tidak hanya mampu mentransformasi sistem pengelolaan limbah domestik perkotaan secara modern dan higienis, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi berupa pasokan daya listrik yang akan disalurkan ke jaringan distribusi daerah.
Krisis Overkapasitas dan Urgensi Alih Teknologi
TPA Cipeucang selama ini menjadi muara utama penampungan limbah dari tujuh kecamatan di wilayah Tangerang Selatan. Volume sampah yang masuk ke fasilitas ini diperkirakan mencapai 800 hingga 1.000 ton per hari. Sebagian besar sampah tersebut terdiri dari limbah rumah tangga, plastik sekali pakai, serta sampah organik yang mudah membusuk. Gunungan sampah yang terus meninggi kerap memicu kekhawatir warga, terutama mengingat lokasi TPA yang berbatasan langsung dengan bantaran Sungai Cisadane.
Keterbatasan lahan untuk perluasan zona pembuangan menuntut pemerintah daerah untuk segera menghentikan metode pembungan konvensional terbuka (open dumping). Pembangunan infrastruktur modern PSEL diproyeksikan menjadi jawaban mutlak yang mampu mereduksi volume sampah terbuang hingga 80 sampai 90 persen dari total beban harian.
Tahapan Kronologis Pembangunan Proyek PSEL Cipeucang
Proses realisasi proyek infrastruktur berwawasan lingkungan ini dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan keandalan teknologi serta keamanan lingkungan sekitar kawasan hunian:
- Tahap Perencanaan dan Studi Kelayakan (2023–2024): Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), menetapkan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta menyelesaikan proses lelang investasi.
- Tahap Penataan Lahan dan Stabilisasi Tanah (Awal 2025): Petugas teknis melakukan pemindahan dan pemadatan pada zona sampah lama di TPA Cipeucang untuk menyiapkan tapak fondasi pabrik pengolahan energi.
- Tahap Pengadaan dan Konstruksi Mesin Utama (Pertengahan 2025): Pemasangan insinerator pembakaran termal canggih berbahan bakar sampah (Refuse-Derived Fuel/RDF) serta instalasi turbin pembangkit listrik.
- Tahap Uji Coba dan Komisioning (Target 2026): Pengujian sistem secara menyeluruh termasuk penyaluran daya listrik awal ke jaringan PLN dan sertifikasi emisi gas buang sesuai standar lingkungan nasional.
Dampak Sosial dan Integrasi Pekerja Informal
Transformasi kawasan TPA Cipeucang menuju industri hijau berteknologi tinggi tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan mata pencaharian warga lokal, khususnya sektor informal pemulung yang menggantungkan hidupnya di lokasi tersebut.
"Peralihan menuju teknologi PSEL modern ini tidak dirancang untuk menyingkirkan pemulung. Kami telah menyiapkan skema pemberdayaan di mana mereka akan diintegrasikan ke dalam fasilitas pemilahan awal (Material Recovery Facility) sebelum material sampah diproses dalam insinerator termal," tegas perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan dalam keterangannya.
Spesifikasi Teknikal dan Target Produksi Energi
Fasilitas PSEL Cipeucang dirancang menggunakan spesifikasi teknologi ramah lingkungan guna memastikan tingkat emisi tetap aman bagi ekosistem sekitar. Poin-poin utama keunggulan proyek ini meliputi:
- Kapasitas Olah Sampah: Dirancang sanggup memproses hingga 1.000 ton sampah per hari secara berkelanjutan.
- Potensi Output Listrik: Diproyeksikan sanggup menghasilkan daya energi listrik bersih sebesar 12 hingga 15 Megawatt (MW).
- Sistem Pengendalian Emisi: Menggunakan fitur penyaring bertingkat (bag filter, activated carbon injection, dan wet scrubber) guna mencegah pelepasan zat bahaya seperti dioksin dan furan ke udara bebas.
- Nilai Investasi Proyek: Menyerap investasi gabungan senilai lebih dari Rp1,8 triliun yang didukung oleh konsorsium teknologi pengolahan limbah internasional.
Melalui percepatan pembangunan PSEL TPA Cipeucang, Tangerang Selatan optimistis dapat melepaskan diri dari ancaman krisis sampah perkotaan sekaligus menjadi kota percontohan dalam mendukung pencapaian target energi baru dan terbarukan (EBT) nasional.




Comments (0)