Application Name Application Name

Patokan

Nusa Tenggara Barat

Tangsel: 57 UMKM Mustahik Didorong Go Digital Lewat Hibah BIMA

Di tengah pesatnya laju modernisasi kawasan penyangga ibu kota, geliat ekonomi skala mikro kerap kali berhadapan dengan dinding tebal keterbatasan akses te

Tangsel: 57 UMKM Mustahik Didorong Go Digital Lewat Hibah BIMA

Di tengah pesatnya laju modernisasi kawasan penyangga ibu kota, geliat ekonomi skala mikro kerap kali berhadapan dengan dinding tebal keterbatasan akses teknologi. Memahami realitas tersebut, sebuah langkah strategis pemberdayaan ekonomi diluncurkan di Kota Tangerang Selatan. Sebanyak 57 pelaku usaha mikro skala kecil dan menengah (UMKM) dari kalangan mustahik resmi mendapatkan pendampingan intensif untuk bertransformasi menuju ekosistem digital melalui Program Hibah Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA).

Inisiatif ini dirancang bukan sekadar sebagai bantuan stimulan singkat, melainkan sebuah program akselerasi bisnis terstruktur. Para peserta yang mayoritas menggantungkan hidupnya pada sektor usaha informal kini dibekali pemahaman tata kelola bisnis modern, integrasi pembayaran non-tunai, hingga strategi pemasaran berbasis media sosial.

Digitalisasi sebagai Akselerator Kelas Usaha

Pelaksanaan Program Hibah BIMA Pengabdian kepada Masyarakat ini menargetkan kelompok masyarakat yang tergolong mustahik—yakni golongan yang berhak menerima zakat atau bantuan sosial—agar mampu mengentaskan ketimpangan ekonomi secara mandiri. Selama ini, kendala utama yang dihadapi oleh 57 UMKM mustahik di Tangerang Selatan tersebut adalah keterbatasan jangkauan pasar serta pencatatan keuangan yang masih manual dan rentan kekeliruan.

Melalui pendampingan ini, para pelaku usaha mikro diajarkan memanfaatkan aplikasi pembukuan digital, pendaftaran legalitas usaha dasar, hingga pembuatan identitas visual produk. Langkah ini krusial agar produk lokal yang dihasilkan mampu bersaing di pasar modern yang makin kompetitif.

Sinergi Akademisi dan Pembinaan Berkelanjutan

Program yang didanai melalui mekanisme hibah pengabdian masyarakat ini melibatkan tim akademisi sebagai mentor utama. Para pakar turun langsung ke lapangan untuk memberikan pelatihan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing jenis usaha, mulai dari kuliner, kriya, hingga jasa perdagangan skala kecil.

"Tujuan utama dari pendampingan ini adalah mentransformasi pola pikir pelaku usaha mikro agar tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga memiliki daya saing yang berkelanjutan. Kami ingin mengawal proses pergeseran status mereka dari penerima manfaat menjadi penggerak ekonomi yang mandiri," ujar perwakilan tim pelaksana pengabdian BIMA.

Pendekatan yang dilakukan bersifat inklusif dan partisipatif. Dorongan moral dan pendampingan teknologi secara konsisten menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan diri para pelaku usaha mikro ini.

Transformasi Operasional dan Dampak Usaha

Perubahan tata kelola usaha sebelum dan sesudah digulirkannya program pendampingan digital ini dapat dilihat dari optimalisasi operasional harian para pelaku UMKM mustahik:

Aspek Usaha Sebelum Pendampingan Setelah Pendampingan BIMA
Metode Transaksi Dominan tunai (cash) Adopsi QRIS & Pembayaran Digital
Pemasaran Terbatas pada lingkungan sekitar Media Sosial & Platform Marketplace
Pencatatan Keuangan Manual / Tidak tercatat Aplikasi Keuangan Digital Mikro

Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan

Pemanfaatan teknologi digital secara tepat guna diyakini bakal mendongkrak omzet harian para peserta. Selain itu, transparansi pencatatan keuangan berbasis aplikasi memudahkan pelaku UMKM untuk mengakses fasilitas perbankan atau lembaga keuangan syariah di masa depan guna ekspansi modal.

Pemerintah daerah bersama lembaga zakat setempat turut menyambut positif keberlanjutan program ini. Harapannya, model pendampingan berbasis hibah riset dan pengabdian BIMA dapat direplikasi secara meluas di wilayah lain. Visi besar melahirkan para muzakki baru dari rahim pemberdayaan UMKM kini bukan lagi sekadar impian di atas kertas.

Sebanyak 57 pelaku usaha mikro dari kalangan mustahik di Tangerang Selatan resmi mendapatkan pendampingan pengelolaan usaha dan pemanfaatan teknologi digital melalui Program Hibah BIMA. Program ini bertujuan mentransformasi bisnis mikro agar lebih kompetitif dan mandiri secara ekonomi. Simak laporan selengkapnya hanya di Patokan.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer5
TENTANG PENULIS writer5

Bacaan Terkait

Comments (0)

User