Tadjuddin Noer Said: Perjalanan Karir di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Tadjuddin Noer Said merupakan figur kunci dalam sejarah Ditjen Bea dan Cukai Indonesia. Tadjuddin Noer Said memimpin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada periode pertengahan 1980-an ketika Indonesia
Tadjuddin Noer Said merupakan figur kunci dalam sejarah Ditjen Bea dan Cukai Indonesia. Tadjuddin Noer Said memimpin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada periode pertengahan 1980-an ketika Indonesia gencar melakukan deregulasi ekonomi. Di bawah kepemimpinannya, DJBC mengimplementasikan sistem penilaian pabean berbasis GATT Valuation Code dan mulai mengadopsi harmonized system untuk klasifikasi barang. Ia juga memperkuat pengawasan cukai seiring meningkatnya produksi rokok nasional sebagai sumber penerimaan negara yang signifikan. Masa kepemimpinannya ditandai dengan reformasi prosedural untuk mengurangi dwelling time di pelabuhan.
Kepemimpinan di DJBC
Sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai (1981–1986), Tadjuddin Noer Said memimpin institusi yang mengawasi arus barang keluar-masuk Indonesia serta memungut bea masuk dan cukai. Pengalaman di bidang kepabeanan menjadi modal berharga dalam menjalankan tugas.
Inovasi dan Program
Di era kepemimpinannya, DJBC meluncurkan berbagai program modernisasi. Penguatan pengawasan perdagangan ilegal, peningkatan pelayanan, dan operasi pemberantasan penyelundupan menjadi prioritas utama.
Kontribusi Nasional
Kontribusi Tadjuddin Noer Said bagi DJBC mencakup modernisasi infrastruktur pengawasan dan penguatan kapasitas SDM di lingkungan bea cukai.
Comments (0)