Suharso Monoarfa Tinjau IKN Bersama Basuki, Penilaiannya di Luar Dugaan
Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan setelah kedatangan sejumlah tokoh nasional yang ingin melihat langsung perkembangan pembangunannya. Kali ini, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimul...
Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan setelah kedatangan sejumlah tokoh nasional yang ingin melihat langsung perkembangan pembangunannya. Kali ini, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menerima kunjungan mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Pertemuan dua tokoh yang sama-sama memiliki peran besar pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo itu berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh kehangatan.
Bagi Suharso, kunjungan ini memiliki makna tersendiri. Selama menjabat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas, ia merupakan salah satu arsitek utama perencanaan pembangunan nasional, termasuk konsep awal pemindahan pusat pemerintahan. Kini ia datang bukan lagi sebagai pejabat, melainkan sebagai pengamat yang ingin menyaksikan sendiri sejauh mana rencana yang dahulu dirumuskan telah terwujud di lapangan.
Menyusuri Kawasan IKN Secara Langsung
Tak lama setelah tiba, rombongan dipandu berkeliling meninjau berbagai titik strategis di dalam kawasan inti ibu kota negara. Beberapa area yang menjadi perhatian antara lain kawasan perkantoran di zona pintu masuk, hunian pejabat maupun aparatur sipil negara, hingga bangunan-bangunan ikonik yang telah berdiri megah di jantung kota baru tersebut.
Saat melintasi kawasan istana kepresidenan, Suharso sempat berhenti beberapa saat untuk mengamati detail arsitektur bangunan yang memadukan unsur budaya nusantara dengan desain kontemporer. Ia juga menyoroti konsep kota berimbang antara kawasan terbangun dan ruang terbuka hijau yang dijaga ketat, sebuah prinsip yang menurutnya jarang diterapkan pada kota-kota besar Indonesia dewasa ini.
Basuki menjelaskan bahwa pembangunan tahap pertama telah menunjukkan hasil yang signifikan. Sejumlah fasilitas utama telah rampung dan mulai difungsikan, sementara infrastruktur pendukung seperti jaringan jalan, utilitas air bersih, serta sistem pengelolaan limbah terus dikembangkan agar mampu menopang aktivitas kota secara berkelanjutan.
Respons yang Tak Terduga
Yang menarik, kesaksian langsung Suharso atas kondisi terkini IKN justru menghasilkan respons yang tak banyak diduga. Alih-alih sekadar memberi catatan kritis, ia menyampaikan apresiasi tinggi atas laju pembangunan yang terjadi. Menurut penilaiannya, kemajuan yang tampak di lapangan melampaui bayangannya selama ini.
Ia mengaku tak menyangka kawasan yang dahulu masih berupa hutan belantara kini telah menjelma menjadi wilayah kota dengan tatanan modern, tertata, dan berwawasan lingkungan. Deretan gedung perkantoran, jaringan transportasi yang tertata, serta ruang-ruang publik hijau membuatnya semakin yakin bahwa visi ibu kota baru bukan sekadar wacana di atas kertas.
Apresiasi tersebut dinilai cukup langka, mengingat proyek strategis nasional sebesar ini biasanya menuai beragam komentar, baik pujian maupun kritik dari berbagai kalangan. Kehadiran mantan pejabat yang turut merintis gagasan pemindahan ibu kota dan memberikan penilaian positif dipandang sebagai bentuk validasi tersendiri bagi tim pelaksana pembangunan.
Percakapan Soal Masa Depan IKN
Dalam diskusi yang berlangsung santai namun substansial, keduanya menuangkan pandangan mengenai tantangan ke depan. Basuki menegaskan bahwa fokus pembangunan tidak akan berhenti pada aspek fisik semata. Pemerintah tengah mendorong masuknya investasi swasta, penyediaan hunian bagi pegawai, serta pengembangan konektivitas transportasi antarkawasan agar IKN benar-benar hidup sebagai kota metropolitan baru yang dinamis.
Suharso menanggapi dengan optimisme. Ia berpendapat bahwa fondasi perencanaan yang matang sejak awal merupakan modal berharga. Baginya, kombinasi antara tata kelola yang baik, dukungan regulasi, serta komitmen jangka panjang negara akan menentukan keberhasilan IKN dalam menarik minat investor domestik maupun global.
Fase Berikutnya Menanti
Otorita IKN sendiri tengah bersiap memasuki fase pembangunan berikutnya yang mencakup perluasan zona ekonomi, pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan bertaraf internasional, hingga penguatan sektor pariwisata berbasis hutan kota. Semua itu dirancang agar ibu kota baru tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga mesin pertumbuhan ekonomi bagi kawasan timur Indonesia.
Kehadiran tokoh-tokoh nasional seperti Suharso diyakini dapat memberikan dorongan moral sekaligus masukan berharga bagi Otorita IKN dalam menyempurnakan langkah-langkah ke depan. Pengalaman panjangnya di bidang perencanaan pembangunan menjadi sudut pandang yang relevan untuk menilai arah kebijakan yang sedang berjalan.
Di akhir kunjungan, suasana saling menghormati terasa kental antara kedua tokoh senior ini. Basuki menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan, sementara Suharso berharap momentum pembangunan IKN dapat dipertahankan secara konsisten lintas periode pemerintahan demi kepentingan generasi mendatang.
Kunjungan tersebut ditutup dengan harapan besar bahwa Ibu Kota Nusantara akan tumbuh menjadi kota dunia yang inklusif, hijau, dan berdaya saing. Bagi para pelaksana pembangunan, pengakuan dari mantan pejabat yang turut merintis proyek ini tentu menjadi bahan bakar tersendiri untuk terus bekerja lebih keras.




Comments (0)