Application Name Application Name

Patokan

Hukum

Stasiun Karet Pamit, Penumpang Beralih ke BNI City

Suasana haru dan nostalgia menyelimuti Stasiun Karet di Jakarta pada hari terakhir operasinya, Minggu (31/8/2026). Stasiun yang telah melayani masyarakat selama puluhan tahun ini resmi mengakhiri masa...

Stasiun Karet Pamit, Penumpang Beralih ke BNI City

Suasana haru dan nostalgia menyelimuti Stasiun Karet di Jakarta pada hari terakhir operasinya, Minggu (31/8/2026). Stasiun yang telah melayani masyarakat selama puluhan tahun ini resmi mengakhiri masa baktinya mulai 1 September 2026. Seluruh aktivitas perkeretaapian akan dipindahkan ke Stasiun BNI City yang berada di kawasan Sudirman. Keputusan ini merupakan bagian dari modernisasi sistem transportasi ibukota yang terus berbenah.

Sejarah Panjang Stasiun Karet

Stasiun Karet bukan sekadar tempat naik-turun penumpang. Berdiri sejak era kolonial Belanda, stasiun ini menjadi saksi bisu perkembangan Jakarta. Dahulu, stasiun ini melayani rute kereta api lokal dan komuter yang menghubungkan kawasan barat Jakarta dengan pusat kota. Seiring waktu, fungsinya semakin vital terutama bagi para pekerja kantoran di sekitar Tanah Abang dan Karet. Namun, kapasitas yang terbatas dan infrastruktur yang menua membuat stasiun ini tak lagi mampu mengimbangi volume penumpang yang terus meningkat.

Pada hari terakhir, banyak penumpang setia yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Beberapa di antaranya bahkan mengabadikan momen dengan berfoto di depan papan nama stasiun yang mulai pudar. “Saya sudah naik dari sini sejak SMA, sekarang sudah kerja. Rasanya sedih, tapi memang harus ada perubahan,” ujar Rina, seorang penumpang yang ditemui di lokasi.

Proses Pengalihan Penumpang

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyiapkan skema transisi yang matang. Mulai 1 September, seluruh penumpang yang biasa menggunakan Stasiun Karet akan dialihkan ke Stasiun BNI City yang berada di dekat Stasiun Karet, tepatnya di bawah jembatan layang. Stasiun BNI City sendiri sudah beroperasi penuh dengan fasilitas yang lebih modern, termasuk eskalator, lift, dan sistem informasi digital. “Kami pastikan tidak ada layanan yang terputus. Semua jadwal kereta tetap berjalan seperti biasa, hanya titik naiknya yang berubah,” kata juru bicara KAI dalam konferensi pers.

Untuk memudahkan penumpang, KAI juga menyediakan shuttle bus gratis yang menjemput dari area sekitar Stasiun Karet menuju Stasiun BNI City selama masa transisi. Petugas juga disiagakan untuk membantu para penumpang yang masih bingung dengan rute baru. Meski demikian, beberapa penumpang mengeluhkan jarak tempuh yang sedikit lebih jauh. “Kalau dari Stasiun Karet tinggal turun langsung naik kereta. Sekarang harus jalan kaki dulu atau naik shuttle, agak repot,” keluh Andi, seorang pekerja kantoran.

Dampak bagi Lingkungan Sekitar

Penutupan Stasiun Karet juga berdampak pada pedagang kecil di sekitar stasiun. Banyak warung makan, penjual koran, dan tukang parkir yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas stasiun. Sebagian dari mereka sudah mulai mencari lokasi baru, namun belum semuanya mendapatkan tempat. Pemerintah daerah berjanji akan memberikan relokasi bagi pedagang yang terkena dampak. “Kami sedang mendata dan akan menyediakan lapak di area yang lebih strategis,” ujar seorang pejabat kelurahan.

Di sisi lain, penutupan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di kawasan Karet yang selama ini sering terjadi akibat antrean kendaraan menuju stasiun. Dengan dipindahkannya titik naik ke Stasiun BNI City yang memiliki akses langsung ke jalan tol dan jalur bus TransJakarta, mobilitas penumpang diharapkan lebih lancar.

Masa Depan Stasiun Karet

Setelah tidak lagi melayani kereta penumpang, bangunan Stasiun Karet rencananya akan dialihfungsikan menjadi pusat komunitas atau museum mini. Pemerintah DKI Jakarta bersama KAI sedang mengkaji kemungkinan tersebut. “Kami ingin mempertahankan nilai sejarahnya. Stasiun ini bisa menjadi ruang publik yang edukatif,” kata seorang arsitek yang terlibat dalam proyek revitalisasi.

Beberapa komunitas pecinta sejarah kereta api sudah menyuarakan agar stasiun ini dilestarikan. Mereka berharap interior dan arsitektur khas kolonial tetap dipertahankan. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan final. Yang jelas, mulai besok, Stasiun Karet hanya akan menjadi kenangan. Kereta-kereta yang dulu berhenti di sini kini akan melaju tanpa singgah, meninggalkan peron yang sunyi.

Bagi warga Jakarta, perpisahan dengan Stasiun Karet adalah bagian dari dinamika kota yang terus berubah. Meski berat, langkah ini diyakini akan membawa transportasi ibukota ke arah yang lebih baik. Selamat jalan, Stasiun Karet. Kini giliran Stasiun BNI City yang akan melayani ribuan penumpang setiap harinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer4
TENTANG PENULIS writer4

Bacaan Terkait

Comments (0)

User