Seskab Teddy: TNI AU Perkuat Pemadaman Karhutla Kalimantan

Jakarta — Upaya pemerintah memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan memasuki babak baru. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa TNI Angkatan Udara resmi menambah lima uni...

Aug 22, 2026 - 01:04
0 1
Seskab Teddy: TNI AU Perkuat Pemadaman Karhutla Kalimantan

Jakarta — Upaya pemerintah memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan memasuki babak baru. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa TNI Angkatan Udara resmi menambah lima unit pesawat ke dalam operasi pemadaman. Penambahan ini membuat kekuatan udara yang dikerahkan untuk menangani karhutla semakin solid, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi titik api paling aktif.

Lima Pesawat TNI AU Siap Bertugas

Lima pesawat baru dari TNI AU tersebut tidak berdiri sendiri. Mereka bergabung bersama armada yang selama ini dikelola oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dengan demikian, total pesawat yang kini terlibat dalam operasi pemadaman di Kalimantan mencapai 35 unit. Kombinasi antara pesawat milik militer dan pesawat yang dikelola BNPB diharapkan mampu mempercepat proses pemadaman dari udara, khususnya di titik-titik api yang sulit dijangkau lewat jalur darat.

Kehadiran pesawat tambahan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak main-main dalam menghadapi musim kemarau yang membuat lahan gambut dan hutan rawan terbakar. Langkah tersebut juga menunjukkan adanya sinergi lintas institusi, di mana TNI AU dan BNPB bergerak dalam satu komando operasi yang sama.

30 Armada BNPB Sudah Beroperasi di Enam Provinsi

Sebelum kedatangan lima pesawat baru itu, BNPB tercatat telah mengerahkan 30 unit pesawat yang beroperasi di enam provinsi. Wilayah operasi tersebut meliputi provinsi-provinsi di Kalimantan yang selama ini menjadi langganan kabut asap, baik akibat kebakaran hutan maupun pembakaran lahan untuk kepentingan pertanian.

Keenam provinsi itu menjadi prioritas karena tingkat kerawanan kebakarannya tinggi. Data lapangan menunjukkan sebagian besar titik panas terkonsentrasi di daerah-daerah dengan lahan gambut yang luas. Ketika musim kemarau tiba, gambut yang kering sangat mudah terbakar dan api yang muncul di bawah permukaan kerap sulit dipadamkan meski sudah diguyur hujan buatan.

Dengan bertambahnya lima pesawat dari TNI AU, cakupan operasi udara menjadi lebih luas. Pesawat-pesawat tersebut tidak hanya dipakai untuk menjatuhkan air dari udara, tetapi juga untuk melakukan patroli pemantauan titik api. Pemantauan secara berkala sangat penting agar api yang baru muncul bisa segera ditangani sebelum membesar dan menyebar ke area yang lebih luas.

Strategi Pemadaman dari Udara

Pemadaman dari udara menjadi andalan utama dalam operasi karhutla karena sejumlah alasan. Pertama, banyak titik api berada di lokasi yang sulit diakses kendaraan darat. Kedua, api di lahan gambut bisa membakar lapisan tanah hingga kedalaman tertentu, sehingga penyiraman dari udara menjadi cara paling efektif untuk membasahi lapisan tersebut.

Pemerintah juga tidak hanya mengandalkan pesawat untuk menjatuhkan air. Operasi ini biasanya dilengkapi dengan upaya pembuatan hujan buatan, yaitu penyemaian awan menggunakan garam agar curah hujan meningkat di wilayah yang terdampak. Kombinasi antara penjatuhan air langsung dan hujan buatan dinilai mampu menekan luas area yang terbakar secara signifikan.

Selain itu, pesawat yang dikerahkan juga berfungsi sebagai alat pemantau. Dengan kamera dan sensor yang dimiliki, petugas dapat memetakan sebaran titik api secara real time. Data hasil pemantauan ini kemudian menjadi dasar bagi tim di darat untuk menentukan prioritas lokasi yang harus segera dipadamkan.

Koordinasi Pusat dan Daerah

Keberhasilan operasi pemadaman tidak lepas dari koordinasi yang erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, serta relawan terus disiagakan di titik-titik rawan. Dukungan logistik, termasuk bahan bakar untuk pesawat dan kebutuhan personel di lapangan, dipastikan tersedia secara berkelanjutan.

Pemerintah juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kebakaran. Sebagian besar kebakaran hutan dan lahan di Indonesia dipicu oleh aktivitas manusia, baik disengaja maupun tidak. Karena itu, selain operasi pemadaman yang masif, upaya sosialisasi dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan terus digencarkan.

Harapan ke Depan

Dengan kekuatan udara yang kini bertambah, pemerintah optimistis luasan kebakaran di Kalimantan bisa ditekan lebih cepat. Setiap pesawat yang dikerahkan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak titik api dalam satu hari penerbangan, sehingga api tidak sempat meluas.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, sekecil apa pun skalanya. Pasalnya, api kecil di musim kemarau bisa berubah menjadi kebakaran besar dalam hitungan jam. Kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat, hingga warga, menjadi kunci agar Kalimantan terbebas dari kabut asap dan kebakaran yang merugikan banyak pihak.

Penambahan lima pesawat TNI AU ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menangani bencana asap secara menyeluruh. Bukan hanya memadamkan, tetapi juga mencegah agar kebakaran tidak terulang di tahun-tahun mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User