Sepuluh Pihak Diperiksa Usai Tribun Kejurnas Drift di Banyumas Ambruk

BANYUMAS – Kecelakaan konstruksi yang menimpa tribune VIP pada gelaran Speed Fest #2 Kejuaraan Nasional Drift seri ketiga 2026 di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, telah menciptakan gelomba...

Jul 28, 2026 - 09:49
0 0
Sepuluh Pihak Diperiksa Usai Tribun Kejurnas Drift di Banyumas Ambruk

BANYUMAS – Kecelakaan konstruksi yang menimpa tribune VIP pada gelaran Speed Fest #2 Kejuaraan Nasional Drift seri ketiga 2026 di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, telah menciptakan gelombang keprihatinan dan pemeriksaan intensif. Hingga Senin (27/7/2026), aparat penegak hukum mengonfirmasi bahwa sepuluh orang, termasuk unsur penyelenggara, petugas keamanan, dan tim teknis, tengah dimintai keterangan untuk mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan struktur tempat duduk penonton itu runtuh di hadapan ratusan pasang mata.

Detik-Detik Ambruk yang Mencekam

Berdasarkan keterangan saksi, insiden terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika lomba drift tengah memasuki fase eliminasi. Sejumlah penonton yang menempati area tribune VIP mendadak merasakan getaran dan suara derit logam yang tidak biasa. Dalam hitungan detik, struktur baja dan papan tempat duduk di bagian depan tribun itu patah dan ambrol, menimpa puluhan penonton yang duduk di barisan paling depan. Kepanikan langsung melanda seluruh arena. Sebagian penonton berlarian menjauhi reruntuhan, sementara yang lain terjebak di antara pecahan kayu dan rangka besi.

Tim medis yang telah bersiaga di lokasi segera memberikan pertolongan pertama. “Kami mendengar suara berisik, lalu tiba-tiba semua orang teriak dan berlarian. Saya melihat beberapa orang terjatuh dan tertimpa papan,” ujar seorang saksi yang enggan dipublikasikan namanya. Ambulans dari Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas dan dinas kesehatan setempat dikerahkan untuk mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, belasan penonton mengalami luka ringan hingga patah tulang dan harus dirawat intensif.

Fokus Pemeriksaan terhadap Sepuluh Pihak

Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas dalam waktu singkat membentuk tim investigasi yang terdiri dari unsur kepolisian, Dinas Pekerjaan Umum, serta lembaga keolahragaan. Kepala Satreskrim menyatakan bahwa pihaknya telah memanggil dan memeriksa sepuluh orang yang dianggap mengetahui perencanaan, pemasangan, dan pengawasan tribun tersebut. Di antara mereka terdapat perwakilan panitia pelaksana Speed Fest, penyedia jasa konstruksi tribune, koordinator lapangan, serta petugas keamanan yang bertanggung jawab memantau kapasitas penonton sebelum acara dimulai.

Pemeriksaan diarahkan pada sejumlah aspek, yakni proses pembangunan tribune, material yang digunakan, jumlah beban maksimal yang diizinkan, dan prosedur pengamanan yang diterapkan. Salah satu tersangka awal yang didalami adalah dugaan kelebihan kapasitas penonton di tribune VIP. Petugas mendapati indikasi bahwa jumlah penonton yang masuk melebihi kuota yang direncanakan oleh penyelenggara. Selain itu, kondisi cuaca yang lembap dan usia material yang mungkin sudah aus turut menjadi bagian dari analisis tim forensik teknik.

Pernyataan Penyelenggara dan Pengelola Venue

Pihak penyelenggara Speed Fest #2 melalui juru bicaranya menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan mengaku akan bertanggung jawab penuh terhadap segala kerugian yang ditimbulkan. Mereka menyebut bahwa tribune VIP tersebut dibangun oleh kontraktor bersertifikasi dan telah melalui inspeksi awal oleh panitia teknis. “Kami sedang mengumpulkan seluruh dokumen perencanaan dan notisi keselamatan. Kami siap bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kerobohan ini,” ujar juru bicara tersebut dalam konferensi pers dadakan di depan GOR Satria.

Sementara itu, pengelola GOR Satria Purwokerto menyatakan bahwa mereka hanya menyewakan area dan tidak turut campur dalam aspek teknis pembangunan tribun tambahan. Meskipun demikian, manajemen GOR menegaskan komitmennya untuk meningkatkan standar pengamanan dan akan melakukan audit struktural terhadap semua bangunan temporer yang biasa didirikan saat hajatan besar berlangsung di lokasi itu. “Ini pelajaran berharga bagi kami dan semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang,” tutur Direktur Utama GOR Satria.

Jalan Panjang Menuju Keselamatan Penonton

Insiden ini memantik perbincangan luas mengenai regulasi keselamatan dalam penyelenggaraan kejuaraan olahraga otomotif di Indonesia. Kalangan pengamat menilai bahwa pengawasan terhadap bangunan temporer seperti tribune khusus perlu diperketat dengan standar nasional yang lebih rigid. Ketua Umum Asosiasi Olahraga Otomotif Indonesia (AOOI) turut menyampaikan keprihatinan dan mendesak seluruh pelaksana agar memprioritaskan keselamatan di atas keuntungan komersial.

Di sisi lain, DPRD Kabupaten Banyumas berencana memanggil dinas terkait untuk menjelaskan proses perizinan acara tersebut. Mereka akan menyoroti apakah penyelenggara telah memenuhi semua persyaratan teknis yang ditetapkan oleh undang-undang. Sementara itu, kejuaraan nasional drift seri ketiga yang sempat terhenti akibat kerobohan ini untuk sementara ditunda. Nasib keberlanjutan kejuaraan tersebut akan ditentukan setelah hasil investigasi lengkap keluar dan rekomendasi keselamatan telah diterapkan.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mengumpulkan barang bukti, termasuk potongan material patahan, rekaman closed-circuit television (CCTV) di sekitar area, serta keterangan dari korban yang telah diperbolehkan pulang. Publik berharap agar proses hukum berjalan transparan dan adil, sehingga korban mendapatkan keadilan dan dunia olahraga nasional dapat terus bertanding dalam suasana aman dan nyaman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User