Sempat Hilang, Pria Nganjuk Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan Sendiri

Ketenangan permukiman padat di wilayah Nanggungan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terusik oleh penemuan yang mengerikan pada Selasa sore (14/7). Sesosok jasad manusia ditemukan dalam kondisi terkubur ...

Jul 16, 2026 - 07:52
0 0
Sempat Hilang, Pria Nganjuk Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan Sendiri

Ketenangan permukiman padat di wilayah Nanggungan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terusik oleh penemuan yang mengerikan pada Selasa sore (14/7). Sesosok jasad manusia ditemukan dalam kondisi terkubur secara tidak wajar di pekarangan sebuah rumah. Identitas korban kemudian dikonfirmasi sebagai Gatut Tri Wahyu Widodo, seorang pria berusia 53 tahun yang sebelumnya dilaporkan menghilang oleh pihak keluarga.

Penemuan tersebut bermula dari kecurigaan para tetangga yang mencium aroma tidak sedap menyengat dari arah rumah korban. Rumah bercat kusam itu memang sudah beberapa hari terlihat sepi, dan sebelumnya warga sekitar mengira pemiliknya tengah bepergian. Namun, bau busuk yang kian menyengat memicu warga untuk melakukan pengecekan. Mereka mendapati adanya gundukan tanah yang baru digali di sudut pekarangan belakang, sebagian tertutup tanaman liar yang sengaja diletakkan di atasnya.

Kronologi Hilangnya Korban

Gatut Tri Wahyu Widodo, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan, terakhir kali terlihat oleh tetangganya pada Jumat pekan lalu. Ketika itu ia berpamitan kepada seorang kenalan untuk pergi mencari rumput ke area persawahan di pinggiran kota. Namun hingga malam hari ia tak kunjung pulang. Pihak keluarga yang semula mengira korban menginap di rumah saudara mulai curiga ketika ponselnya tak bisa dihubungi selama dua hari berturut-turut. Laporan orang hilang pun resmi dilayangkan ke Polsek setempat pada Senin dini hari.

Menurut keterangan salah satu anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya, korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang terlibat konflik terbuka dengan orang lain. “Beliau tidak punya musuh, jadi kami sangat syok ketika mendengar kabar ini. Kami pikir hanya pergi sebentar seperti biasanya,” ujarnya dengan suara bergetar di depan kediaman duka.

Proses Evakuasi yang Dramatis

Begitu laporan warga masuk, aparat Kepolisian Resor Nganjuk bersama tim Inafis dan petugas medis segera mendatangi lokasi. Area pekarangan langsung dipasangi garis polisi berwarna kuning. Ratusan warga berkerumun di balik garis, menyaksikan proses penggalian dengan perasaan campur aduk antara ingin tahu dan ngeri. Tanah yang menutupi jasad digali secara hati-hati oleh tim gabungan selama hampir dua jam, sebab kondisi tanah yang bercampur sampah organik membuat struktur galian mudah longsor.

Setelah kedalaman sekitar satu meter, petugas menemukan tubuh korban dalam posisi tertelungkup, tanpa alas kaki, hanya mengenakan kaos lusuh dan celana pendek. Bagian kepala terbungkus kain sarung yang diikat erat, sementara kedua tangan berada di belakang punggung dengan lilitan tambang plastik. Temuan itu langsung menguatkan dugaan awal bahwa korban merupakan korban pembunuhan yang sengaja dikubur untuk menghilangkan jejak.

Dugaan Kuat Tindak Pidana

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Nganjuk, dalam konferensi pers singkat, menyatakan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada tindak kejahatan. “Kami menemukan luka benda tumpul di bagian belakang kepala korban, serta sejumlah memar di area wajah dan dada. Ini bukan kematian biasa, melainkan indikasi kuat penganiayaan hingga menimbulkan kematian,” jelasnya. Barang bukti seperti sebilah linggis yang tergeletak tidak jauh dari lokasi penguburan serta sepasang sandal jepit yang diduga milik korban turut diamankan untuk pemeriksaan forensik lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan sementara tim kedokteran forensik RSUD Nganjuk juga mengungkapkan bahwa kematian diperkirakan terjadi tiga hingga lima hari sebelum penemuan. Ini memperkuat skenario bahwa korban dihabisi tidak lama setelah ia terakhir kali terlihat, lalu jasadnya langsung dipindahkan ke pekarangan rumahnya sendiri untuk dikubur. Motif di balik peristiwa keji ini masih didalami, namun sumber di kepolisian menyebutkan bahwa penyidik tengah mengarahkan perhatian pada kemungkinan motif dendam pribadi atau penguasaan aset, mengingat rumah tersebut merupakan milik pribadi korban yang sebelumnya sempat menjadi ajang sengketa warisan dengan kerabat jauh.

Reaksi Warga dan Pihak Keluarga

Warga Nanggungan yang umumnya hidup dalam suasana guyub dan saling mengenal satu sama lain mengaku masih sulit mempercayai kejadian mengerikan ini. Seorang tetangga dekat, Sutarno (61), menyampaikan bahwa wilayah mereka tidak pernah mengalami insiden kekerasan separah ini selama puluhan tahun terakhir. “Kami semua terpukul. Rumah itu ada di tengah pemukiman, masa ada kejahatan sekeji itu tanpa ada yang tahu,” tuturnya. Beberapa warga juga mengaku sempat mendengar suara pertengkaran dari arah rumah korban pada malam Jumat, namun karena suara tersebut tidak berlangsung lama dan rumah korban sering menjadi tempat nongkrong rekan-rekannya, mereka tidak terlalu menaruh curiga.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik pembunuhan tersebut. Adik korban, Rina, menyatakan bahwa ia tidak habis pikir mengapa kakaknya harus dihabisi dengan cara sekejam itu. “Apapun kesalahannya, tidak pantas diperlakukan seperti binatang. Kami minta polisi usut tuntas, jangan sampai pelaku berkeliaran bebas,” pintanya dengan nada tegas. Hingga kini keluarga masih menunggu proses autopsi tuntas agar jenazah dapat segera dimakamkan secara layak di pemakaman umum desa setempat.

Kepolisian Resor Nganjuk telah memeriksa enam orang saksi, termasuk anggota keluarga, tetangga dekat, dan rekan kerja korban. Belum ada tersangka yang ditetapkan, namun penyidik mengklaim telah mengantongi beberapa nama yang perlu didalami lebih lanjut. Diharapkan dengan olah tempat kejadian perkara yang lebih ekstensif serta pendalaman rekam jejak komunikasi korban, titik terang akan segera muncul. Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor jika melihat hal-hal yang mencurigakan. Kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum Nganjuk untuk membongkar misteri kematian Gatut Tri Wahyu Widodo dan memastikan keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User