Samsung Rilis Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9, Baterai dan AI Jadi Andalan
Raksasa teknologi asal Korea Selatan kembali mengguncang pasar perangkat wearable dengan memperkenalkan dua arloji pintar anyar yang langsung mencuri perhatian. Kedua model tersebut adalah Galaxy Watc...
Raksasa teknologi asal Korea Selatan kembali mengguncang pasar perangkat wearable dengan memperkenalkan dua arloji pintar anyar yang langsung mencuri perhatian. Kedua model tersebut adalah Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9, yang hadir membawa sejumlah peningkatan signifikan dari generasi sebelumnya. Samsung menempatkan efisiensi daya dan kemampuan kecerdasan buatan sebagai fondasi utama pengembangan produk kali ini, menjanjikan pengalaman yang lebih personal dan tahan lama bagi para penggunanya.
Desain dan Konstruksi Premium
Galaxy Watch Ultra 2 mengusung filosofi rancang bangun tangguh dengan material kelas atas. Casing jam ini menggunakan paduan titanium yang ringan namun sangat kokoh, membuatnya tahan terhadap benturan dan goresan dalam aktivitas ekstrem sekalipun. Sertifikasi MIL-STD-810H menjadi bukti ketahanannya terhadap guncangan, suhu ekstrem, dan tekanan lingkungan yang keras. Samsung juga membekali perangkat ini dengan ketahanan air hingga kedalaman 100 meter, menjadikannya kandidat ideal bagi penyelam dan perenang profesional. Tersedia pilihan warna baru yang lebih kalem namun tetap maskulin, termasuk varian titanium abu-abu gelap dan putih krem dengan aksen oranye khas lini Ultra.
Sementara itu, Galaxy Watch 9 tampil dengan pendekatan yang lebih ramping dan elegan. Material aluminium kelas dirgantara digunakan untuk menjaga bobot tetap ringan tanpa mengorbankan kekuatan struktural. Bingkai yang lebih tipis dan lekukan bodi yang lebih halus memberikan kesan modern yang mudah dipadukan dengan berbagai gaya busana, dari kasual hingga semi-formal. Samsung juga memperkenalkan tali jam berbahan daur ulang untuk model ini, sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan.
Teknologi Layar Generasi Terbaru
Salah satu lompatan besar pada kedua perangkat ini terletak pada panel tampilannya. Galaxy Watch Ultra 2 datang dengan layar Super AMOLED berukuran 1,5 inci yang mampu mencapai tingkat kecerahan puncak hingga 3.000 nit. Angka ini menjadi rekor baru dalam lini jam tangan Samsung, memastikan keterbacaan tetap optimal bahkan di bawah terik matahari langsung. Lapisan kristal safir melindungi permukaan layar dari goresan, sementara teknologi always-on display kini lebih hemat daya berkat mekanisme refresh rate adaptif yang turun hingga satu hertz saat tampilan statis.
Galaxy Watch 9 tidak ketinggalan jauh. Model ini mendapatkan panel yang sedikit lebih kecil, yakni 1,4 inci, namun tetap mengadopsi panel Super AMOLED dengan kecerahan maksimum 2.000 nit. Peningkatan dari angka 1.600 nit pada generasi sebelumnya memberikan perbedaan nyata dalam penggunaan di luar ruangan. Bezel digital pada Watch 9 kini lebih responsif dan memberikan umpan balik haptik yang lebih presisi untuk navigasi antarmuka One UI Watch.
Lompatan Kapasitas Baterai
Sektor daya tahan menjadi titik fokus paling krusial dalam pembaruan tahun ini. Galaxy Watch Ultra 2 dibekali baterai berkapasitas 590 mAh, memungkinkan penggunaan hingga tiga hari dalam mode normal dan mencapai empat hari dengan pengaturan hemat daya. Dalam mode latihan yang mengaktifkan GPS secara terus-menerus, jam ini mampu bertahan lebih dari 24 jam tanpa perlu diisi ulang. Pengisian cepat juga mengalami peningkatan kecepatan, di mana pengisian selama 15 menit sudah cukup untuk menyuplai daya seharian penuh.
Galaxy Watch 9 mendapatkan baterai 425 mAh yang menjanjikan pemakaian hingga dua hari penuh. Meskipun tidak sebesar saudaranya yang berlabel Ultra, kapasitas ini tetap melampaui sebagian besar kompetitor di kelasnya. Sistem operasi Wear OS 6 yang dioptimalkan bersama prosesor Exynos W1000 generasi baru turut berperan besar dalam efisiensi konsumsi daya secara keseluruhan.
Kecerdasan Buatan untuk Pemantauan Kesehatan
Integrasi kecerdasan buatan menjadi pembeda utama kedua arloji ini. Samsung memperkenalkan fitur AI Health Coach, sebuah sistem yang menganalisis data tidur, detak jantung, tingkat stres, dan aktivitas harian untuk memberikan rekomendasi kesehatan yang dipersonalisasi. Algoritma pembelajaran mesin mampu mengenali pola tidur pengguna dan menyarankan waktu istirahat optimal, lengkap dengan panduan durasi tidur yang disesuaikan berdasarkan variabel harian seperti intensitas olahraga dan jadwal kerja.
Sensor BioActive generasi keempat yang tertanam di bagian bawah jam menghadirkan akurasi lebih tinggi dalam mengukur detak jantung, kadar oksigen darah, suhu kulit, dan komposisi tubuh. Kemampuan elektrokardiogram tetap tersedia dengan sertifikasi medis dari berbagai otoritas kesehatan global. Fitur pendeteksi apnea tidur yang sebelumnya terbatas pada beberapa negara kini diperluas cakupannya, termasuk ke Indonesia, berkat kerja sama Samsung dengan regulator kesehatan setempat.
Fitur baru bernama Metabolic Insight menggunakan kombinasi data dari beberapa sensor untuk mengestimasi tingkat metabolisme basal pengguna dan memberikan saran nutrisi serta hidrasi secara real-time. Teknologi ini sangat bermanfaat bagi individu yang tengah menjalani program pengelolaan berat badan atau pelatihan kebugaran intensif.
Kemampuan Pelacakan Olahraga
Galaxy Watch Ultra 2 dirancang khusus untuk para atlet multidisiplin. Perangkat ini mendukung lebih dari 100 mode olahraga, termasuk penambahan mode triathlon dengan transisi otomatis antara renang, bersepeda, dan lari. Sistem GPS dual-band memastikan pelacakan rute yang sangat presisi bahkan di lingkungan perkotaan dengan gedung-gedung tinggi atau di jalur pegunungan yang tertutup pepohonan lebat. Fungsi backtrack, yang sempat populer di kalangan pendaki, kini hadir dengan peta topografi yang lebih detail.
Galaxy Watch 9 mungkin tidak memiliki seluruh fitur ekstrem tersebut, namun tetap menawarkan pengalaman olahraga yang sangat mumpuni. Mode latihan otomatis kini dapat mendeteksi lebih banyak jenis aktivitas tanpa perlu aktivasi manual, termasuk berjalan cepat, bersepeda santai, dan bahkan beberapa gerakan dansa. Integrasi dengan aplikasi Samsung Health yang diperbarui menyediakan dasbor kebugaran yang lebih intuitif dan dapat disinkronkan dengan perangkat Galaxy lainnya secara mulus.
Harga dan Ketersediaan di Indonesia
Samsung menetapkan harga yang kompetitif untuk kedua perangkat ini di pasar Indonesia. Galaxy Watch Ultra 2 varian titanium dengan konektivitas LTE dibanderol pada kisaran Rp9.999.000, sementara varian Bluetooth-only tersedia seharga Rp8.799.000. Galaxy Watch 9 hadir dalam dua pilihan ukuran, yakni 40 mm dengan harga mulai Rp5.499.000 dan 44 mm seharga Rp5.999.000. Varian LTE dari Watch 9 dikenakan tambahan sekitar Rp800.000 untuk masing-masing ukuran.
Periode pemesanan awal dibuka mulai minggu pertama Juli 2026 melalui situs resmi Samsung Indonesia, gerai Samsung Experience Store, serta mitra ritel daring dan luring terpilih. Selama masa pre-order, konsumen berhak mendapatkan bonus berupa tali jam tambahan, pengisian nirkabel gratis, dan potongan harga untuk aksesoris tertentu. Pengiriman ke pembeli direncanakan dimulai pada akhir Juli 2026.
Dengan perpaduan desain premium, daya tahan baterai yang mengesankan, dan kecerdasan buatan yang menyentuh aspek kesehatan secara holistik, Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 menjadi bukti ambisi Samsung untuk mendominasi segmen jam tangan pintar kelas atas sekaligus memperluas penetrasi di segmen menengah. Kedua produk ini diharapkan mampu menarik perhatian tidak hanya penggemar setia ekosistem Galaxy, tetapi juga pengguna yang mencari perangkat wearable serbaguna dengan kemampuan pemantauan kesehatan yang mendalam.
Comments (0)