Saksi Ungkap Kronologi Penemuan Jenazah Sutrimo di Klinik Mordent

Jakarta Selatan – Suasana pagi di kawasan Kebayoran Baru mendadak berubah mencekam saat seorang pria ditemukan tergeletak tak bernyawa di depan Klinik Mordent. Korban yang belakangan diidentifikasi ...

Jul 28, 2026 - 03:11
0 0
Saksi Ungkap Kronologi Penemuan Jenazah Sutrimo di Klinik Mordent

Jakarta Selatan – Suasana pagi di kawasan Kebayoran Baru mendadak berubah mencekam saat seorang pria ditemukan tergeletak tak bernyawa di depan Klinik Mordent. Korban yang belakangan diidentifikasi bernama Sutrimo (45), warga setempat, pertama kali diketahui oleh seorang saksi mata yang sehari-hari berdagang di sekitar lokasi kejadian. Kejadian tragis ini langsung menarik perhatian warga dan aparat kepolisian setempat.

Berdasarkan kesaksian yang dihimpun di lapangan, korban terlihat sudah dalam kondisi tidak responsif sekitar pukul 06.15 WIB. Saksi mata, yang enggan disebutkan identitasnya, menceritakan detik-detik awal mula sebelum akhirnya diketahui bahwa Sutrimo telah meninggal dunia. “Awalnya saya kira hanya orang pingsan atau mabuk. Tapi setelah saya dekati, napasnya sudah tidak terasa, dan badannya sudah kaku,” ujarnya dengan nada bergetar.

Kronologi Berdasarkan Saksi Mata

Menurut penuturan saksi, Sutrimo terlihat berjalan sendirian dari arah timur sekitar lima belas menit sebelum kejadian. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan pada diri korban saat itu. “Dia berjalan normal, seperti orang mau ke suatu tempat. Saya lihat dia sempat memegang dada sebentar, tapi tetap lanjut jalan,” tambahnya.

Kemudian, korban tiba di depan bangunan klinik yang saat itu masih tutup. Tidak ada aktivitas apa pun di dalam klinik karena jam operasional baru dimulai pukul 08.00. Korban sempat terduduk di kursi besi yang ada di teras klinik, sebelum akhirnya terjatuh ke lantai. Saksi yang sedang menyiapkan lapak dagangannya mengaku mendengar suara seperti benda jatuh. “Saya langsung lihat ke arah klinik. Posisi dia sudah terlentang. Saya panggil nama dia, tidak ada jawaban.”

Seketika, saksi meminta bantuan beberapa warga yang mulai beraktivitas di sekitar situ. Salah seorang warga, Hendra (38), mengatakan bahwa ia mencoba memberikan pertolongan dasar dengan memeriksa denyut nadi dan pernapasan, namun tidak ada respons. “Kami langsung menghubungi polisi dan ambulans. Tidak ada yang berani menyentuh lebih jauh karena khawatir itu bagian dari penyelidikan,” katanya.

Respons Kepolisian dan Olah TKP

Tim Polres Metro Jakarta Selatan dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri segera mendatangi lokasi begitu menerima laporan sekitar pukul 06.30 WIB. Garis polisi dipasang di depan Klinik Mordent, membatasi akses warga dan media. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara intensif selama lebih dari dua jam.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, dalam keterangannya, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian. “Kami masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit. Tidak ada luka luar yang mencolok, sehingga kemungkinan kematian bisa disebabkan oleh serangan jantung atau hal lain yang masih perlu kami dalami,” jelasnya.

Beberapa barang bukti yang diamankan dari TKP antara lain pakaian korban, dompet berisi identitas, serta rekaman kamera pengawas dari bangunan sekitar. Klinik Mordent sendiri bukanlah tempat praktik yang berhubungan dengan korban, melainkan klinik kesehatan umum yang menurut warga belum terlalu lama beroperasi di wilayah tersebut.

Spekulasi Warga dan Misteri Klinik

Misteri mulai menyelimuti saat warga mulai mempertanyakan alasan Sutrimo berada di depan klinik itu pada jam sepagi itu. Beberapa tetangga korban mengatakan bahwa Sutrimo tidak memiliki riwayat penyakit serius. “Dia orang biasa, kerja serabutan, kadang bantu bangunan. Setahu kami tidak pernah berobat di klinik itu,” ujar Rina, tetangga korban.

Sementara itu, pemilik Klinik Mordent yang dihubungi melalui telepon menyatakan keterkejutannya atas peristiwa itu dan memastikan bahwa kliniknya tidak memiliki hubungan apa pun dengan korban. “Klinik tutup sejak pukul sembilan malam kemarin. Jadi saat kejadian, tidak ada staf yang berada di tempat. Kami sangat kooperatif dengan polisi,” ucapnya singkat.

Muncul pula dugaan dari beberapa warga bahwa korban mungkin dalam perjalanan menuju klinik karena merasa tidak enak badan, tetapi sayangnya klinik masih tutup. Dugaan lain menyebutkan kemungkinan adanya tindak kriminal, mengingat dompet korban disebut masih berisi uang, meski polisi belum merinci. “Kalau saya lihat, ini bukan perampokan, karena barang-barangnya lengkap. Mungkin memang sakit,” timpal Hendra.

Kesedihan Keluarga dan Desakan Transparansi

Kabar duka ini sontak menghantam keluarga Sutrimo yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Istri korban, yang datang ke TKP dengan tangisan histeris, tidak kuasa melihat jenazah suaminya dibawa ke ambulans. Ia menolak berkomentar panjang, hanya meminta agar polisi mengusut tuntas kejadian ini. Pihak keluarga berharap hasil autopsi dapat segera diumumkan untuk menghilangkan tanda tanya.

Peristiwa ini mengundang perhatian publik dan berbagai spekulasi di media sosial. Banyak netizen yang menyoroti pentingnya transparansi penyelidikan, terutama karena lokasi kejadian yang berada di depan sebuah fasilitas kesehatan. “Mengapa di depan klinik? Apakah ada CCTV yang merekam jelas? Itu yang harus dijelaskan polisi,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Polisi sendiri berjanji akan memberikan keterangan resmi setelah hasil forensik keluar, diperkirakan dalam dua hingga tiga hari ke depan. Sementara itu, Klinik Mordent untuk sementara ditutup selama proses penyelidikan berlangsung, dan aktivitas di sekitar jalan kembali normal setelah garis polisi dilepas pada pukul 10.00 WIB.

Kasus ini menjadi pengingat bagi warga sekitar untuk tidak menunda memeriksakan diri ke fasilitas medis jika merasakan gejala yang tidak biasa. Beberapa tetangga mengaku terpukul karena Sutrimo dikenal sebagai sosok yang ramah dan tidak memiliki musuh. “Semoga almarhum tenang di sisi Tuhan, dan keluarga diberi ketabahan,” ucap tetangga korban dengan mata berkaca-kaca.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian Sutrimo masih menjadi teka-teki. Yang jelas, saksi mata telah memberikan gambaran detik-detik terakhir yang mengharukan dan menuntut jawaban dari pihak berwenang. Masyarakat Kebayoran Baru kini menanti perkembangan, berharap kebenaran segera terungkap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User