Rini Ziarahi Makam Dua Mantan Menteri di HUT ke-67 KemenPANRB
Suasana haru menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang jatuh pada Senin (27/7). Menteri PANRB Rini Widyantini m...
Suasana haru menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang jatuh pada Senin (27/7). Menteri PANRB Rini Widyantini mengawali rangkaian perayaan dengan berziarah ke makam dua mantan menteri yang telah mendahului, yakni almarhum Syafruddin dan almarhum Tjahjo Kumolo. Langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud penghormatan tulus atas jasa-jasa mereka dalam membangun fondasi birokrasi Indonesia yang lebih baik.
Bersama sejumlah pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian PANRB, Rini mengunjungi tempat peristirahatan terakhir kedua tokoh tersebut. Di sana, ia menabur bunga, memanjatkan doa, dan merenungkan warisan kepemimpinan yang telah mereka tinggalkan. “Kehadiran kami di sini untuk mengenang, menghormati, dan mengambil teladan dari pengabdian luar biasa yang telah diberikan oleh almarhum Syafruddin dan almarhum Tjahjo Kumolo kepada bangsa dan negara melalui Kementerian PANRB,” ujar Rini dengan suara bergetar.
Napak Tilas Jejak Pengabdian
Ziarah ini menjadi momen refleksi bagi seluruh keluarga besar Kementerian PANRB. Rini menekankan bahwa perjalanan reformasi birokrasi yang kini dinikmati tidak lepas dari kerja keras para pendahulu. Oleh karena itu, sebelum memulai perayaan dengan kegiatan seminar dan syukuran, pihaknya sengaja memilih ziarah sebagai agenda pertama untuk menanamkan nilai penghormatan terhadap leluhur birokrasi.
“Kita tidak boleh melupakan sejarah. Setiap capaian hari ini ada karena perjuangan para pemimpin sebelumnya. Ziarah ini adalah pengingat bahwa tugas kita melanjutkan, bukan memulai dari nol,” katanya.
Syafruddin: Peletak Dasar Birokrasi Profesional
Almarhum Syafruddin, yang menjabat sebagai Menteri PANRB pada periode 2018–2019, dikenal sebagai sosok yang lurus dan berintegritas. Di masa kepemimpinannya, ia meletakkan dasar-dasar penting bagi profesi aparatur sipil negara (ASN) yang lebih profesional dan netral. Langkahnya dalam penyederhanaan birokrasi melalui pemangkasan jabatan dan pengembangan kompetensi ASN masih terasa hingga sekarang. Ia wafat pada 20 September 2020, meninggalkan teladan kerja keras yang tak kenal lelah.
Rini mengenang almarhum sebagai mentor yang tegas namun penuh perhatian. “Beliau mengajarkan bahwa birokrasi harus melayani, bukan dilayani. Prinsip itu yang terus kami pegang. Kami berutang budi pada visi besar Syafruddin dalam menerjemahkan reformasi birokrasi menjadi aksi nyata di seluruh instansi pemerintah,” ungkapnya.
Tjahjo Kumolo: Visioner Pelayanan Publik Digital
Sementara itu, almarhum Tjahjo Kumolo memimpin Kementerian PANRB dari 2019 hingga wafat pada 1 Juli 2022. Di bawah kepemimpinannya, reformasi birokrasi memasuki babak baru, terutama dalam digitalisasi pelayanan publik. Tjahjo adalah motor penggerak pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang kini menjadi andalan interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Ia juga dikenal tak kenal kompromi dalam pemberantasan pungutan liar dan perbaikan integritas birokrasi.
“Almarhum Tjahjo Kumolo adalah pemimpin yang cerdas dan merakyat. Setiap kali turun ke daerah, ia selalu memastikan pelayanan publik benar-benar dirasakan masyarakat kecil. Semangatnya untuk melayani tanpa pamrih menjadi inspirasi bagi kami untuk terus membangun birokrasi yang responsif dan bersih,” kenang Rini.
Komitmen Melanjutkan Warisan
Ziarah ini sekaligus menjadi momentum bagi Kementerian PANRB untuk mempertegas komitmennya dalam melanjutkan pekerjaan besar yang telah dirintis dua tokoh tersebut. Rini mengingatkan bahwa tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks, mulai dari pengembangan kompetensi digital ASN, percepatan transformasi kelembagaan, hingga penguatan etika dan akuntabilitas. Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan keteladanan Syafruddin dan Tjahjo Kumolo sebagai pemicu semangat.
“Kita tidak boleh berpuas diri. Warisan terbaik yang bisa kita berikan kepada para pendahulu adalah melanjutkan perjuangan mereka dengan cara kita masing-masing. HUT ke-67 ini harus menjadi titik tolak baru bagi birokrasi Indonesia yang lebih lincah, profesional, dan berdampak,” tegas Rini.
Usai ziarah, serangkaian kegiatan HUT lainnya akan digelar, termasuk pemberian penghargaan kepada ASN berprestasi, peluncuran inovasi layanan publik, dan seminar kebijakan reformasi birokrasi. Namun, kesan mendalam di makam dua mantan menteri itu dipastikan akan menjadi fondasi spiritual bagi seluruh rangkaian peringatan.
Dengan ziarah ini, Kementerian PANRB menunjukkan bahwa sebuah institusi besar tidak hanya dibangun oleh program dan anggaran, tetapi juga oleh nilai-nilai, memori, dan penghormatan terhadap mereka yang telah mengabdikan hidupnya. Semangat Syafruddin dan Tjahjo Kumolo pun tetap hidup, mengalir dalam setiap langkah birokrasi yang terus berbenah demi Indonesia maju.
Comments (0)