Ratusan Personel Gabungan Jaga Tambak Menteng Usai Bentrokan Berdarah

Suasana mencekam masih menyelimuti Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, setelah bentrokan maut terjadi pada Rabu malam (12/6). Untuk mengantisipasi perluasan konflik, sebanyak 200 personel gabungan d...

Jul 28, 2026 - 04:20
0 0
Ratusan Personel Gabungan Jaga Tambak Menteng Usai Bentrokan Berdarah

Suasana mencekam masih menyelimuti Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, setelah bentrokan maut terjadi pada Rabu malam (12/6). Untuk mengantisipasi perluasan konflik, sebanyak 200 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP dikerahkan menjaga setiap sudut kawasan itu. Mereka dilengkapi senjata laras panjang, tameng, dan pentungan untuk meredam aksi kekerasan lebih lanjut.

Kronologi Bentrok Berdarah

Bentrokan menewaskan dua warga dan puluhan lainnya dirawat intensif. Bermula dari cekcok mulut antara dua kelompok pemuda yang lantas saling serang menggunakan celurit, panah, dan batu. Api juga sempat membakar beberapa kios di pasar. Warga panik berhamburan. Korban tewas mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam. Polisi menyita puluhan senjata tajam dan panah dari lokasi. Kelompok yang bertikai berasal dari RW 05 dan RW 07 yang telah lama berselisih soal retribusi lapak dan pengelolaan parkir liar. Pemicu langsung adalah penganiayaan terhadap salah satu anggota kelompok pada siang harinya, yang memicu serangan balasan massal.

Penebalan Keamanan

Dari total 200 personel, 100 di antaranya polisi, 50 TNI, dan 50 Satpol PP. Mereka mendirikan tiga posko pengamanan di titik rawan, seperti mulut gang dan persimpangan jalan. Patroli bersenjata dilakukan setiap jam dengan menyusuri permukiman padat. Setiap kendaraan yang masuk area diperiksa ketat. Razia senjata digelar sejak Kamis dini hari dan berhasil menyita belasan celurit, panah, dan gir. Empat orang diamankan karena kedapatan menyembunyikan senjata. Kapolsek Menteng menyatakan situasi sudah kondusif, tetapi status siaga satu masih diberlakukan untuk mengantisipasi potensi serangan susulan.

Dampak pada Aktivitas Warga

Bentrokan tersebut melumpuhkan denyut ekonomi setempat. Pasar Tambak yang menjadi sumber penghidupan ratusan pedagang kecil terpaksa ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Para penjual sayur, ikan, dan sembako mengaku merugi jutaan rupiah per hari. Tidak hanya pasar, dua sekolah dasar di sekitar lokasi juga mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring demi keselamatan siswa. Rute angkutan umum dialihkan menjauhi Jalan Tambak, sementara sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat di luar Menteng. “Saya tidak berani keluar rumah, trauma melihat darah dan api,” ujar Sutinah, warga RT 04 yang rumahnya hanya berjarak 50 meter dari lokasi bentrok.

Respons Tokoh Masyarakat

Sejumlah tokoh agama, pemuda, dan adat setempat angkat bicara mengecam kekerasan dan mendesak kedua pihak menempuh jalan damai. “Kami sangat menyesalkan jatuhnya korban jiwa. Ini bukti bahwa dendam hanya menghasilkan penderitaan. Kami siap menjadi mediator,” tegas Haji Suryanto, sesepuh kampung yang dihormati. Ia bersama para pemuda karang taruna berencana menginisiasi pertemuan lintas kelompok dalam waktu dekat. Sementara itu, Forum Warga Menteng mengirimkan surat resmi kepada Kapolres Jakarta Pusat agar menindak tegas provokator dan menghadirkan rasa aman secara berkelanjutan.

Latar Belakang Konflik dan Harapan Jangka Panjang

Konflik antarkelompok di wilayah Menteng bukanlah fenomena baru. Persaingan memperebutkan lahan parkir, retribusi sampah, dan lapak pasar tradisional telah memicu puluhan bentrokan dalam satu dekade terakhir. Tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda memperparah situasi, menjadikan mereka rentan direkrut kelompok yang menjanjikan uang cepat. Untuk itu, pemerintah kota mendorong program pemberdayaan ekonomi dan pembangunan ruang publik. Namun, warga menilai upaya itu masih jauh dari harapan. “Kami butuh lapangan kerja, bukan sekadar janji. Kalau ada kerja, siapa yang mau tawuran?” kata Jamal, pemuda setempat yang kehilangan kiosnya akibat bentrokan.

Komitmen Aparat dan Prospek Pemulihan

Polda Metro Jaya memastikan akan memburu seluruh pelaku dan aktor intelektual di balik bentrokan ini. Enam tersangka telah ditetapkan dan dijerat dengan pasal pembunuhan serta pengrusakan. Kapolsek Menteng, AKP Firmansyah, menegaskan tidak akan memberi ruang bagi aksi main hakim sendiri. “Ini peringatan keras bagi semua pihak. Kami tidak akan ragu menembak di tempat jika ada yang mencoba melakukan penyerangan,” katanya. Dukungan dari Brimob dan TNI dijadwalkan bertahan minimal sepekan sambil aparat keamanan terus memantau dinamika sosial. Pemerintah kelurahan bersama tokoh masyarakat akan memulai proses rekonsiliasi bertahap.

Hingga berita ini ditulis, Jalan Tambak sudah mulai bisa dilalui kendaraan meski sisa-sisa puing dan bekas pembakaran masih terlihat. Aktivitas warga pelan-pelan kembali meski di bawah pengawasan ketat. Semua pihak berharap tidak ada lagi bentrokan berdarah yang merenggut nyawa dan menghancurkan sendi kehidupan masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User