Ratusan Airsoft Gun di Sekolah Jaksel untuk Latihan Menembak Siswa

Jakarta – Temuan sebanyak 995 pucuk senjata jenis airsoft gun di sebuah sekolah menengah atas di kawasan Jakarta Selatan akhirnya mendapatkan penjelasan resmi dari pihak pengelola. Alih-alih digunak...

Aug 07, 2026 - 11:12
0 0
Ratusan Airsoft Gun di Sekolah Jaksel untuk Latihan Menembak Siswa

Jakarta – Temuan sebanyak 995 pucuk senjata jenis airsoft gun di sebuah sekolah menengah atas di kawasan Jakarta Selatan akhirnya mendapatkan penjelasan resmi dari pihak pengelola. Alih-alih digunakan untuk tindak kejahatan, ratusan alat tersebut ternyata diperuntukkan sebagai sarana pendukung kegiatan ekstrakurikuler menembak yang telah dirancang secara khusus bagi para peserta didik.

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, yang merupakan lembaga resmi di bawah naungan Persatuan Olahraga Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin), angkat bicara terkait polemik yang sempat mengemuka. Ia menegaskan bahwa seluruh airsoft gun yang disita petugas dari lokasi sekolah tersebut merupakan inventaris resmi untuk program pengembangan bakat siswa di bidang olahraga menembak.

Klarifikasi Pengelola Soal Fungsi Airsoft Gun

Dalam keterangan resminya, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin menjelaskan bahwa jumlah airsoft gun yang mencapai hampir seribu unit tersebut memang sengaja disiapkan dalam jumlah besar. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan praktik seluruh siswa yang mengikuti ekstrakurikuler menembak tanpa harus menunggu giliran terlalu lama. Pihaknya juga memastikan bahwa seluruh prosedur perizinan dan keamanan telah dipenuhi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Senjata airsoft ini murni digunakan untuk kegiatan positif, yaitu melatih konsentrasi, kedisiplinan, dan ketangkasan para siswa dalam olahraga menembak. Kami sudah mengantongi izin dari pihak berwenang serta menerapkan standar keselamatan yang ketat di lingkungan sekolah,” ujar sang direktur dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/2/2025).

Pengamanan Berlapis dan Pengawasan Ketat

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa penyimpanan ratusan airsoft gun tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. Seluruh unit disimpan di dalam ruangan khusus yang terkunci ganda dan hanya dapat diakses oleh pelatih bersertifikat. Selain itu, setiap kali kegiatan ekstrakurikuler berlangsung, pengawas dari Perbakin turut hadir untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan alat.

Pihak sekolah juga telah menetapkan aturan tegas bahwa siswa hanya diperbolehkan menggunakan airsoft gun di area lapangan tembak yang telah disediakan. Penggunaan di luar area tersebut atau tanpa pengawasan pelatih akan dikenakan sanksi berat, termasuk dikeluarkan dari kegiatan ekstrakurikuler.

Respons Masyarakat dan Langkah Hukum

Penemuan airsoft gun dalam jumlah besar ini sempat menggegerkan warga sekitar dan menjadi viral di media sosial. Banyak pihak yang khawatir jika senjata tersebut jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab. Namun, setelah klarifikasi dari PT Lokta Karya Perbakin, sebagian masyarakat mulai memahami bahwa tujuan utamanya adalah untuk pembinaan atlet muda.

Meski demikian, pihak kepolisian Jakarta Selatan tetap melakukan pemeriksaan mendalam terhadap dokumen dan bukti kepemilikan senjata tersebut. Kapolres Jakarta Selatan menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan untuk memastikan semua aspek legalitas terpenuhi. Jika ditemukan pelanggaran administrasi, maka akan dikenakan sanksi sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Ekskul Menembak sebagai Wadah Prestasi

Ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut sebenarnya bukanlah hal baru. Program ini telah berjalan selama dua tahun terakhir dan berhasil melahirkan beberapa siswa yang berprestasi di tingkat provinsi. Dengan adanya fasilitas lengkap berupa airsoft gun yang memadai, pihak sekolah berharap dapat terus mencetak atlet muda yang mampu bersaing di kancah nasional.

“Kami tidak ingin ketakutan publik menghambat semangat siswa untuk berolahraga. Menembak adalah cabang olahraga yang diakui dan memiliki banyak manfaat. Kami berkomitmen untuk terus menjalankan program ini dengan transparan dan penuh tanggung jawab,” tutup sang direktur.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan PT Lokta Karya Perbakin masih menunggu hasil akhir pemeriksaan dari kepolisian. Sementara itu, kegiatan ekstrakurikuler menembak untuk sementara waktu dihentikan hingga seluruh proses verifikasi selesai dilakukan demi menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User