Rahmat Dimas Rampok dan Bunuh Driver Ojol saat Tidur di Tangerang

TANGERANG – Aksi keji mengguncang dunia transportasi daring. Seorang pengemudi ojek online (ojol) ditemukan tak bernyawa dengan luka parah di sebuah base camp yang terletak di Kecamatan Kosambi, Kot...

Jul 16, 2026 - 10:26
0 0
Rahmat Dimas Rampok dan Bunuh Driver Ojol saat Tidur di Tangerang

TANGERANG – Aksi keji mengguncang dunia transportasi daring. Seorang pengemudi ojek online (ojol) ditemukan tak bernyawa dengan luka parah di sebuah base camp yang terletak di Kecamatan Kosambi, Kota Tangerang, Banten. Korban diduga kuat menjadi sasaran perampokan saat sedang terlelap, lalu dihabisi dengan cara yang sangat sadis.

Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari 24 jam, tim gabungan berhasil mengamankan seorang pria berinisial R.D., yang belakangan diketahui bernama lengkap Rahmat Dimas. Ia kini resmi berstatus tersangka dan mendekam di ruang tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kronologi Peristiwa Berdarah di Base Camp

Insiden nahas itu terjadi pada dini hari, saat sebagian besar pengemudi ojol memilih beristirahat di tempat parkir yang selama ini mereka jadikan pos singgah. Korban yang kesehariannya mengandalkan setoran dari mengangkut penumpang itu, memutuskan untuk tidur sejenak di atas motornya. Ia tidak menyadari bahwa seorang pelaku telah mengintai gerak-geriknya.

Sumber kepolisian menyebutkan, Rahmat Dimas mendatangi base camp sekitar pukul 03.00 WIB. Pria berusia 28 tahun itu mulanya berpura-pura sebagai sesama pengemudi yang hendak beristirahat. Namun, setelah memastikan korban benar-benar pulas, ia langsung melancarkan aksinya. Dengan sebilah benda tajam yang telah disiapkan sebelumnya, tersangka melukai bagian vital korban tanpa sempat mendapat perlawanan berarti.

Setelah korban tak berdaya, pelaku merampas ponsel genggam dan dompet berisi uang tunai sejumlah ratusan ribu rupiah. Tidak puas sampai di situ, ia juga kabur membawa sepeda motor matik milik korban. Warga yang baru mengetahui kejadian itu pada pagi hari langsung menghubungi aparat, melihat ada bercak darah yang menggenang di lantai parkir.

Luka Tusukan dan Barang Bukti

Tim Inafis yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan, korban mengalami sedikitnya empat luka tusuk di bagian dada dan perut. Luka paling fatal berada di ulu hati yang menyebabkan pendarahan hebat. Pisau dapur yang diduga digunakan tersangka ditemukan tidak jauh dari tubuh korban, terbungkus kain yang telah diakui sebagai milik pelaku.

Selain senjata tajam, polisi juga menyita satu unit ponsel pintar merek Redmi yang sudah rusak, beberapa kartu identitas milik korban, serta rekaman kamera pengawas dari warung kopi di dekat lokasi. Barang bukti itu menjadi kunci pengungkapan kasus yang sempat membuat warga Kosambi resah.

Pelacakan dan Penangkapan Tersangka

Pelarian Rahmat Dimas ternyata tidak berlangsung lama. Unit Reskrim yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota melacak keberadaan tersangka melalui sinyal ponsel korban yang sempat dihidupkan beberapa jam setelah kejadian. Titik koordinat mengarah ke sebuah rumah kontrakan di daerah Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Penggerebekan dilakukan pada siang hari. Saat disergap, pelaku masih berada di dalam kamar dan tidak melakukan perlawanan. Di dalam rumah petugas menemukan sepeda motor korban yang sudah diganti pelat nomornya serta pakaian berlumuran darah yang disembunyikan di balik lemari. Tersangka sempat mengaku menggunakan uang hasil rampokan untuk membeli sabu-sabu dan membayar utang.

Motif Ekonomi dan Rencana Matang

Dari hasil pemeriksaan awal, motif perampokan ini murni ekonomi. Rahmat Dimas dikenal sebagai pengangguran yang kerap berurusan dengan dunia narkoba. Ia mengaku sudah mengincar base camp ojol itu sejak tiga hari sebelumnya karena melihat banyak pengemudi yang kerap terlelap tanpa kewaspadaan tinggi. Tersangka sengaja memilih waktu dini hari agar tidak ada saksi yang lalu-lalang.

"Tersangka ini bukan pemain dadakan. Ia sudah melakukan pemetaan sederhana, tahu kapan pengemudi mulai lengah dan barang berharga apa yang bisa diambil," ujar seorang penyidik kepada awak media di Mapolres, kemarin. Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain karena ada beberapa kejanggalan dalam kesaksian tersangka.

Duka Rekan Sesama Pengemudi

Kabar kematian korban mengguncang komunitas ojol di Tangerang Raya. Puluhan driver mendatangi rumah duka dan menggelar doa bersama. Mereka juga menyampaikan tuntutan kepada perusahaan aplikator agar lebih memperhatikan keamanan mitra pengemudi, terutama yang sering terpaksa tidur di pinggir jalan atau di base camp akibat kelelahan mengejar target bonus.

Salah seorang rekan korban yang enggan disebut namanya mengisahkan bahwa almarhum adalah tulang punggung keluarga. Ia sehari-hari bekerja hingga larut malam demi mencukupi kebutuhan istri dan anaknya yang masih berusia dua tahun. "Dia orangnya pekerja keras. Kalau sudah lelah, sering langsung tidur di motor. Kami tidak menyangka dia akan bernasib seburuk ini," tuturnya dengan suara bergetar.

Ancaman Hukuman dan Langkah Polisi

Atas perbuatannya, Rahmat Dimas dijerat dengan Pasal 338 tentang Pembunuhan dan Pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup. Hingga kini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya aksi serupa di wilayah Banten, mengingat modus yang dilakukan tersangka terbilang nekat dan berpotensi ditiru pelaku lain.

Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi ojol untuk tidak tidur sembarangan di tempat sepi tanpa penjagaan. Kerja sama dengan aplikator juga tengah dijajaki guna menyediakan pos pengamanan yang layak di titik-titik rawan kriminalitas. Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik kemacetan dan panasnya aspal, nyawa seorang driver sangatlah rentan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User