Purbaya Temui Warga Terdampak Montara, Sampaikan Amanah Prabowo
KUPANG – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur pada Kamis (6/8/2026). Dalam agenda yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu, orang nomor satu di ...
KUPANG – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur pada Kamis (6/8/2026). Dalam agenda yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu, orang nomor satu di Kementerian Keuangan tersebut menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan warga yang menjadi korban semburan lumpur Montara. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan membawa mandat khusus dari Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya tiba di lokasi dengan pengawalan ketat, namun suasana tetap hangat. Warga yang telah lama menantikan kepastian kompensasi tampak antusias menyambut kedatangan menteri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak pernah melupakan penderitaan masyarakat yang terdampak bencana ekologis tersebut. “Bapak Presiden Prabowo secara pribadi meminta saya untuk hadir di sini, mendengarkan langsung keluhan dan harapan Bapak-Ibu sekalian,” ujarnya di hadapan puluhan perwakilan warga.
Pesan Khusus Sang Presiden
Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa Prabowo memberikan arahan tegas agar penyelesaian kasus Montara tidak lagi berlarut-larut. Ia menyebutkan bahwa Presiden menginginkan adanya percepatan penyaluran dana kompensasi yang sebelumnya sempat terhambat oleh berbagai persoalan administratif. “Pesan beliau singkat namun jelas: keadilan bagi rakyat adalah prioritas mutlak. Tidak ada alasan untuk menunda lagi,” tegas Purbaya di hadapan awak media.
Menteri yang dikenal sebagai ekonom senior itu juga menjelaskan bahwa pemerintah sedang menyusun skema baru yang lebih sederhana dan transparan. Skema tersebut dirancang agar proses verifikasi data korban dapat berjalan lebih cepat tanpa mengorbankan akuntabilitas. Ia menjanjikan bahwa dalam waktu dekat, warga akan mulai menerima pembayaran tahap pertama yang nominalnya telah disesuaikan dengan tingkat kerugian masing-masing.
Dialog Langsung dengan Korban
Setelah memberikan pernyataan resmi, Purbaya berkeliling ke sejumlah tenda pengungsian dan rumah-rumah warga yang masih bertahan di sekitar area terdampak. Ia berdialog secara personal dengan beberapa korban, termasuk seorang nelayan tua yang kehilangan mata pencaharian sejak peristiwa itu terjadi. Warga tersebut mengaku sudah bertahun-tahun hidup dalam ketidakpastian, dan berharap kunjungan kali ini bukan hanya janji kosong.
Menanggapi hal itu, Purbaya berjanji akan membawa langsung temuan lapangan ini ke dalam rapat kabinet terbatas yang dijadwalkan pekan depan. “Saya tidak akan membiarkan laporan ini menguap begitu saja. Semua masukan dari Bapak-Ibu akan saya sampaikan secara utuh kepada Presiden,” katanya dengan nada serius.
Harapan Baru bagi Warga NTT
Kunjungan ini mendapat respons positif dari sejumlah tokoh masyarakat setempat. Mereka menilai langkah Purbaya sebagai sinyal keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan salah satu kasus lingkungan paling berkepanjangan di Indonesia. Seorang koordinator warga menyampaikan apresiasinya karena kali ini pemerintah datang bukan hanya dengan janji, melainkan dengan rencana aksi yang lebih konkret.
Di sisi lain, pengamat kebijakan publik yang dihubungi secara terpisah menilai bahwa kunjungan langsung seorang menteri ke lokasi bencana merupakan langkah penting untuk membangun kepercayaan publik. “Ini menunjukkan bahwa negara hadir di tengah rakyatnya. Namun, yang lebih penting adalah tindak lanjut setelah kunjungan ini,” ujarnya.
Purbaya sendiri dijadwalkan akan melanjutkan kunjungannya ke beberapa titik lain di NTT sebelum kembali ke Jakarta. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan membentuk tim pemantau khusus yang bertugas mengawal penyaluran kompensasi hingga tuntas. Dengan adanya komitmen tersebut, warga berharap babak baru penyelesaian kasus Montara kali ini benar-benar membawa perubahan nyata bagi kehidupan mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai total dana yang akan disalurkan, namun sumber internal Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa alokasi anggaran untuk tahap awal telah disiapkan dan tinggal menunggu proses administrasi final. Semua mata kini tertuju pada realisasi janji tersebut.
Comments (0)