Andi Ony: Profil dan Kinerja Bupati Tangerang
Profil dan kinerja Andi Ony, Bupati Tangerang, Ony dikenal sebagai pemimpin daerah yang berfokus pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Andi Ony: Profil dan Kinerja Bupati Tangerang
Andi Ony dilantik sebagai Bupati Tangerang pada 26 Februari 2021 menggantikan Ahmed Zaki Iskandar yang maju ke Pilgub Banten. Politisi PDI Perjuangan berusia 56 tahun ini menjadi pemimpin daerah dengan penduduk lebih dari 3,2 juta jiwa, sekaligus menyandang status sebagai lulusan hukum yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati. Perjalanannya dari legislatif ke eksekutif menorehkan sejumlah program prioritas yang ia usung sejak awal masa jabatan.
Profil Singkat
Andi Ony lahir di Tangerang pada 2 Mei 1968. Pendidikan dasarnya diselesaikan di SD Negeri 5 Tangerang (1980), SMP Negeri 2 Tangerang (1983), dan SMA Negeri 1 Tangerang (1986). Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Krisnadwipayana, Jakarta (1995), kemudian melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran, Bandung, lulus pada 2010. Sejak mahasiswa, ia aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang dan pernah menjadi Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Provinsi Banten pada 2015.
Karier dan Riwayat Jabatan
Karier politik Andi Ony dimulai sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDI-P periode 1999–2004. Ia kemudian terpilih kembali untuk periode 2004–2009. Setelah itu, ia menjabat sebagai Ketua DPC PDI-P Kabupaten Tangerang sejak 2010. Pada Pilkada 2018, ia maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Ahmed Zaki Iskandar. Pasangan ini menang dan Andi Ony dilantik sebagai Wakil Bupati Tangerang pada 20 September 2018. Ketika Ahmed Zaki mengundurkan diri untuk Pilgub 2020, Andi Ony naik menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati hingga akhirnya dilantik definitif pada 2021. Pada Pilkada serentak 2024, ia kembali terpilih untuk masa jabatan 2025–2030.
Kinerja dan Program Unggulan
Selama menjabat, Andi Ony mendorong tiga program utama. Pertama, Program Tangerang Cerdas yang memberikan beasiswa penuh bagi ribuan mahasiswa kurang mampu dari keluarga tidak mampu. Pada tahun 2023, Pemkab mengalokasikan Rp 45 miliar untuk beasiswa dan bantuan pendidikan dasar (BOSP) bagi 1.200 siswa SD dan SMP. Kedua, program Tangerang Sehat yang memperluas cakupan Universal Health Coverage (UHC) melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Hingga 2024, lebih dari 92% penduduk Tangerang telah terdaftar dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan total biaya premi daerah mencapai Rp 1,2 triliun per tahun. Ketiga, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, seperti pembangunan sembilan embung dan normalisasi 12 sungai besar di wilayah utara Tangerang, termasuk Sungai Cisadane, yang menelan anggaran Rp 350 miliar pada 2022–2024. Program ini berhasil mengurangi genangan banjir di 15 kecamatan rawan.
Tantangan dan Harapan
Kabupaten Tangerang menghadapi tantangan besar, terutama kemiskinan yang pada 2024 masih berada di angka 6,8% (BPS) serta kemacetan parah di jalur penghubung Jakarta–Pandeglang. Selain itu, kualitas birokrasi dan pelayanan publik perlu ditingkatkan, mengingat jumlah penduduk yang terus bertambah cepat. Ke depan, Andi Ony diharapkan mampu mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan kebijakan tata ruang yang lebih ketat, serta mempercepat realisasi Kawasan Industri Terpadu (KIT) yang ramah lingkungan. Dukungan penuh dari provinsi dan pusat menjadi kunci agar target penurunan kemiskinan ke angka 5% pada 2029 dapat tercapai.
Comments (0)