Sanusi: Profil dan Kinerja Bupati Malang

Profil dan kinerja Sanusi, Bupati Malang, Sanusi dikenal sebagai pemimpin daerah yang berfokus pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Jul 17, 2026 - 02:11
Updated: 14 days ago
0 0
Sanusi: Profil dan Kinerja Bupati Malang

Sanusi: Profil dan Kinerja Bupati Malang

Sanusi resmi dilantik sebagai Bupati Malang pada 26 Februari 2021 oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Ia memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 bersama wakilnya, Didik Gatot Subroto, dengan perolehan suara signifikan yang mengungguli dua pasangan calon lainnya. Sanusi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bersama koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai NasDem, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sebelum menjabat sebagai bupati, ia dikenal luas sebagai politisi senior yang menghabiskan sebagian besar kariernya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang.

Profil Singkat

Sanusi menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kabupaten Malang. Ia meraih gelar sarjana dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di salah satu perguruan tinggi di Malang, sebelum kemudian menekuni profesi sebagai pendidik. Latar belakang sebagai guru inilah yang membentuk kedekatannya dengan masyarakat bawah, khususnya di wilayah pedesaan. Sanusi telah menjadi kader PDIP sejak awal keterlibatannya di dunia politik, dan konsisten menapaki jenjang partai hingga menduduki posisi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Malang. Selain aktif di partai, ia juga tercatat sebagai anggota berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan di wilayah Malang, termasuk Nahdlatul Ulama (NU), yang memperkuat basis dukungannya di kalangan nahdliyin.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier politik Sanusi dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang pada periode 1999–2004, menandai langkah awalnya di legislatif daerah. Ia kembali terpilih untuk periode berikutnya secara berturut-turut: 2004–2009, 2009–2014, dan 2014–2019. Selama empat periode tersebut, Sanusi menempati sejumlah posisi strategis, termasuk sebagai Ketua Fraksi PDIP dan kemudian menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang periode 2014–2019. Kepemimpinannya di DPRD dikenal tegas dalam fungsi pengawasan terhadap eksekutif dan produktif dalam pengesahan peraturan daerah. Pada Pilkada 2020, Sanusi maju sebagai calon bupati dan berhasil meraih kemenangan, mengantarkannya dari kursi legislatif ke tampuk kepemimpinan eksekutif Kabupaten Malang untuk periode 2021–2024.

Kinerja dan Program Unggulan

Selama masa kepemimpinannya, Sanusi mencanangkan sejumlah program prioritas yang langsung menyasar kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu program andalannya adalah pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah selatan Kabupaten Malang, yang selama bertahun-tahun mengalami ketertinggalan. Pada tahun 2022–2023, pemerintah kabupaten mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 300 miliar untuk pembangunan dan pemeliharaan ruas jalan kabupaten, termasuk membuka akses ke kawasan wisata pantai selatan yang potensial mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Di sektor kesehatan, Sanusi meluncurkan program "Satu Desa Satu Ambulans" yang bertujuan menyediakan layanan transportasi medis darurat di 390 desa se-Kabupaten Malang. Program ini diakui sebagai terobosan dalam mempercepat rujukan pasien dari desa terpencil ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Sementara itu, di bidang pendidikan, Sanusi memperkuat program beasiswa bagi siswa kurang mampu dan meningkatkan tunjangan bagi guru tidak tetap melalui alokasi APBD yang naik sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tantangan dan Harapan

Kabupaten Malang menghadapi sejumlah tantangan struktural yang memerlukan perhatian berkelanjutan. Tingkat kemiskinan di wilayah selatan, seperti Kecamatan Bantur, Donomulyo, dan Pagak, masih berada di atas rata-rata kabupaten, sebagian besar disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur dan akses pasar. Sanusi juga harus menghadapi kompleksitas birokrasi daerah yang kerap memperlambat realisasi program, serta tekanan fiskal pascapandemi COVID-19 yang mengharuskan efisiensi anggaran tanpa mengorbankan layanan publik. Harapan ke depan tertumpu pada percepatan pembangunan infrastruktur yang merata, penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal, dan transformasi pelayanan publik berbasis digital agar Kabupaten Malang mampu tumbuh menjadi daerah yang lebih kompetitif dan inklusif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User