Muda Mahendrawan: Profil dan Kinerja Bupati Kubu Raya
Profil dan kinerja Muda Mahendrawan, Bupati Kubu Raya, Mahendrawan dikenal sebagai pemimpin daerah yang berfokus pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Muda Mahendrawan: Profil dan Kinerja Bupati Kubu Raya
Muda Mahendrawan resmi dilantik sebagai Bupati Kubu Raya pada 26 April 2021. Politikus Partai NasDem ini merupakan figur yang menonjol dalam pembangunan daerah perbatasan dan pedalaman. Sebelum menjadi bupati, ia telah malang melintang di dunia politik dan birokrasi Kalimantan Barat. Dengan latar belakang akademisi dan legislatif, Muda membawa visi transformasi digital dan tata kelola yang inklusif.
Profil Singkat
Muda Mahendrawan lahir di Pontianak, 30 Maret 1979. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Hukum di Universitas Tanjungpura pada tahun 2003 dan meraih gelar S2 Ilmu Hukum dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2010. Sebelum terjun ke politik, ia aktif di organisasi kemahasiswaan dan sempat mengajar sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura pada tahun 2004–2008. Karier politiknya dimulai ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya periode 2009–2014, mewakili daerah pemilihan Sungai Kakap dan sekitarnya.
Karier dan Riwayat Jabatan
Setelah menjabat sebagai anggota DPRD Kubu Raya selama satu periode, Muda dipercaya menjadi Wakil Bupati Kubu Raya pada 2016–2021 berpasangan dengan Bupati Sy. Kamaruzaman. Pada Pilkada 2020, ia maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Sujianto dan berhasil memenangi pemilihan dengan perolehan suara 45,2%. Ia dilantik untuk masa jabatan 2021–2026, menjadikannya kepala daerah termuda di Kalimantan Barat saat itu. Sebelum menjadi wakil bupati, ia juga aktif dalam kepengurusan DPD Partai NasDem Kalimantan Barat sebagai ketua bidang hukum dan advokasi.
Kinerja dan Program Unggulan
Selama menjabat, Muda Mahendrawan menginisiasi beberapa program inovatif. Salah satunya adalah Smart Village yang telah diterapkan di 50 desa pada tahun 2023 untuk mendigitalisasi pelayanan administrasi kependudukan dan perizinan. Program Desa Tangguh Bencana dibentuk di 20 desa rawan banjir dan kebakaran hutan, dengan pelatihan satuan tugas dan penyediaan alat pemadam awal. Di bidang infrastruktur, pada tahun 2022 ia menuntaskan pembangunan 15 kilometer jalan di Kecamatan Sungai Kakap, menghubungkan kawasan pertanian sawit dan karet ke pusat pemasaran. Data BPS menunjukkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kubu Raya meningkat 12% pada 2023 dibandingkan 2021, didorong oleh perbaikan tata kelola pajak daerah dan sektor perkebunan.
Tantangan dan Harapan
Tantangan utama yang dihadapi Kubu Raya adalah tingkat kemiskinan yang masih di angka 8,5% pada tahun 2023, serta keterbatasan infrastruktur di wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Birokrasi yang belum sepenuhnya terdigitalisasi juga menjadi pekerjaan rumah. Muda Mahendrawan menargetkan pengembangan kawasan agropolitan di Sungai Raya dan perbaikan akses jalan di 12 desa terpencil pada tahun 2025. Harapannya, kesejahteraan masyarakat perbatasan meningkat dan Kubu Raya dapat menjadi lokomotif ekonomi di Kalimantan Barat, khususnya melalui sektor pertanian dan pariwisata alam.
Comments (0)