Pressing Tinggi Jadi Kunci Persebaya Kalahkan Persija
Stadion Gelora Bung Tomo bergemuruh pada Rabu malam (25/6) ketika Persebaya Surabaya sukses menumbangkan Persija Jakarta dengan skor tipis 1-0 dalam laga penyisihan Grup B Piala Presiden 2025. Kemenan...
Stadion Gelora Bung Tomo bergemuruh pada Rabu malam (25/6) ketika Persebaya Surabaya sukses menumbangkan Persija Jakarta dengan skor tipis 1-0 dalam laga penyisihan Grup B Piala Presiden 2025. Kemenangan ini tak lepas dari strategi tak kenal kompromi yang diterapkan Pelatih Bernardo Tavares: pressing tinggi yang membuat Macan Kemayoran tak mampu mengembangkan permainan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya langsung tancap gas. Para pemain depan seperti Flavio Silva dan Bruno Moreira bekerja tanpa henti menekan lini belakang Persija yang sedang menguasai bola. Setiap kali kiper atau bek Persija mencoba membangun serangan dari bawah, mereka langsung dikerubuti oleh dua hingga tiga pemain Persebaya, memaksa terjadinya kesalahan passing atau pelanggaran di area berbahaya.
Dominasi Sejak Awal
Bertindak sebagai tuan rumah, Persebaya tampil penuh percaya diri. Lini tengah yang digalang oleh kapten Muhammad Hidayat mampu memutus rantai aliran bola tim tamu. Persija, yang mengandalkan kreativitas gelandang serang Maciej Gajos, praktis tidak bisa leluasa merancang serangan karena tekanan ketat di setiap sektor lapangan. Statistik babak pertama menunjukkan penguasaan bola Persebaya mencapai 58 persen, sebuah angka yang jarang terjadi saat menghadapi tim sekelas Persija.
Pressing yang Mematikan
Apa yang membuat pressing tinggi Persebaya begitu efektif? Menurut Tavares, kunci utamanya adalah koordinasi dan pemahaman taktis yang telah ditanamkan selama sesi latihan intensif. “Kami sudah mempersiapkan strategi ini secara khusus untuk meredam kekuatan Persija. Mereka punya pemain-pemain teknis yang berbahaya jika diberi ruang, jadi kami harus mematikan sumber serangan sejak dari awal,” ujar pelatih asal Portugal itu dalam konferensi pers usai pertandingan.
Tavares menginstruksikan para pemainnya untuk tidak memberikan waktu bagi bek Persija untuk berpikir. Hasilnya, beberapa kali terjadi blunder di area pertahanan Persija yang nyaris berbuah gol. Salah satu momen krusial terjadi pada menit ke-22 ketika pressing dari Bruno Moreira memaksa bek Persija melakukan backpass lemah yang hampir disambar oleh Flavio Silva, meski akhirnya bisa diamankan kiper.
Gol Penentu Kemenangan
Gol yang dinanti akhirnya datang pada menit ke-34. Berawal dari pressing tinggi yang memaksa gelandang Persija kehilangan bola di sepertiga lapangan pertahanan sendiri, bola kemudian direbut oleh M. Hidayat yang langsung mengirim umpan terobosan kepada Flavio Silva. Dengan tenang, Silva mengecoh kiper Persija dan menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Gol itu langsung disambut sorak-sorai puluhan ribu Bonek yang memadati stadion.
Proses gol tersebut menjadi cerminan sempurna dari filosofi Tavares: merebut bola di area lawan dan langsung menghukum. Tidak ada proses build-up yang lambat, hanya transisi kilat dari bertahan ke menyerang.
Bertahan Total di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Persija mencoba keluar dari tekanan dengan mengganti formasi dan memasukkan pemain-pemain cepat. Meski demikian, Persebaya tidak mengendurkan intensitas pressing mereka. Tavares justru menyiapkan taktik jebakan offside dan counter-pressing yang membuat tim tamu semakin frustrasi. Beberapa peluang emas Persija melalui Riko Simanjuntak dan Marko Simic berhasil dimentahkan oleh lini belakang yang dikomandoi oleh Rizky Ridho.
Pelatih Persija Carlos Pena terlihat beberapa kali memprotes keputusan wasit, namun tidak bisa menutupi fakta bahwa timnya gagal total dalam mengatasi agresivitas tuan rumah. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan dan Persebaya meraih tiga poin berharga.
Pujian untuk Kerja Keras Pemain
Usai laga, Tavares tak henti-hentinya melontarkan pujian kepada anak asuhnya. “Ini adalah hasil dari kerja keras seluruh tim. Bukan hanya sebelas pemain di lapangan, tapi juga yang di bangku cadangan. Mereka menjalankan instruksi dengan sempurna. Saya sangat bangga dengan energi dan determinasi yang mereka tunjukkan malam ini,” tuturnya.
Ia juga menyoroti peran penting suporter yang terus memberikan dukungan meski hujan deras sempat mengguyur stadion di awal pertandingan. “Bonek adalah pemain ke-12 kami. Mereka memberikan semangat luar biasa yang membuat pemain tidak pernah menyerah,” imbuhnya.
Klasemen dan Langkah Selanjutnya
Dengan kemenangan ini, Persebaya memuncaki klasemen sementara Grup B dengan mengoleksi 6 poin dari dua laga, unggul selisih gol atas Persis Solo yang juga mengemas poin serupa. Sementara Persija harus tertahan di posisi ketiga dengan 3 poin. Persaingan di grup ini dipastikan akan semakin ketat karena masih ada dua pertandingan sisa yang harus dilalui masing-masing tim.
Ke depan, Tavares menegaskan bahwa timnya tidak akan mengubah pendekatan taktis meski lawan yang dihadapi berbeda. “Pressing tinggi adalah identitas permainan kami. Kami akan terus mengembangkannya dan memperbaiki kekurangan-kekurangan kecil yang masih terlihat. Kami ingin menjadi tim yang ditakuti karena intensitas permainan kami,” tegas pelatih yang membawa Persebaya ke final Piala Presiden musim lalu tersebut.
Pertandingan selanjutnya, Persebaya akan bertandang ke markas Persis Solo, sementara Persija harus menjamu Borneo FC. Kedua laga tersebut akan sangat menentukan siapa yang berhak melaju ke babak perempat final. Dengan momentum kemenangan dan kepercayaan diri yang sedang tinggi, tidak berlebihan jika Bonek mulai memimpikan trofi juara.
Comments (0)