Presenter TVRI Yanto Idorway Meninggal Usai Terseret Arus di Air Terjun Memti
MANOKWARI — Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik dan penyiaran nasional. Yanto Idorway, seorang presenter yang cukup dikenal lewat layar kaca TVRI, dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami m...
MANOKWARI — Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik dan penyiaran nasional. Yanto Idorway, seorang presenter yang cukup dikenal lewat layar kaca TVRI, dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami musibah di Air Terjun Memti, yang terletak di wilayah Papua Barat. Informasi resmi ini dirilis oleh pihak TVRI, menandakan akhir dari pencarian terhadap sang presenter yang sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa derasnya arus sungai.
Insiden di Air Terjun Memti
Peristiwa tragis itu terjadi saat Yanto Idorway berkunjung ke kawasan Air Terjun Memti. Belum diketahui secara pasti apakah ia sedang bertugas meliput atau tengah menikmati waktu luang. Namun, saksi mata di lokasi menyebut bahwa korban terpeleset dari atas bebatuan licin di sekitar tepi sungai. Tubuhnya langsung terseret arus yang memang dikenal sangat kuat, terutama setelah hujan turun di daerah hulu. Rekan-rekan yang bersamanya sempat berusaha memberikan pertolongan, tetapi derasnya aliran air menyulitkan upaya penyelamatan.
Kejadian ini langsung dilaporkan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas) setempat. Tim reaksi cepat diterjunkan tak lama setelah laporan diterima. Pencarian dilakukan dengan menyusuri sepanjang aliran sungai, mulai dari titik awal korban terpeleset hingga ke daerah hilir. Berbagai kendala dihadapi, seperti kondisi geografis yang terjal, arus yang tidak kunjung melemah, serta jarak pandang yang terbatas di sekitar jeram. Meski demikian, tim SAR gabungan dari Basarnas, kepolisian, dan masyarakat setempat terus berupaya maksimal.
Titik Terang dan Konfirmasi Duka
Setelah beberapa hari melakukan pencarian intensif, tim akhirnya menemukan jasad Yanto Idorway di sebuah titik yang cukup jauh dari lokasi awal ia terseret. Tubuh korban tersangkut di antara bebatuan besar di salah satu kelokan sungai. Proses evakuasi berjalan penuh kehati-hatian mengingat posisi jasad yang sulit dijangkau. Setelah berhasil diangkat, jenazah segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk proses identifikasi resmi.
Pihak TVRI kemudian memberikan pernyataan resmi. Manajemen menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya salah satu talenta terbaik mereka. “Kami sangat berduka. Almarhum adalah pribadi yang berdedikasi tinggi dan selalu memberikan yang terbaik dalam setiap penampilannya di layar,” ujar seorang perwakilan TVRI dalam keterangan tertulisnya. Keluarga korban juga telah diberi tahu dan dikabarkan menerima kejadian ini dengan tabah, meskipun kesedihan tak terbendung.
Profil Singkat Yanto Idorway
Yanto Idorway bukanlah nama yang asing bagi pemirsa setia TVRI, terutama di wilayah Papua dan Indonesia bagian timur. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai presenter berita yang tenang dan berwibawa. Selain membawakan program berita reguler, Yanto juga sering tampil dalam acara-acara kebudayaan yang mengangkat kearifan lokal Papua. Dedikasinya dalam mempromosikan budaya daerah membuatnya dihormati, tidak hanya oleh rekan kerja, tetapi juga oleh masyarakat adat setempat.
Rekan-rekan sesama jurnalis menggambarkan Yanto sebagai sosok yang mudah bergaul dan rendah hati. Beberapa koleganya menyebut bahwa almarhum kerap berbagi ilmu kepada presenter-presenter muda yang baru bergabung di TVRI. “Dia itu seperti mentor. Selalu ada waktu untuk sekadar berdiskusi tentang teknik siaran atau cara membangun ketenangan di depan kamera,” kenang salah seorang rekan yang enggan disebutkan namanya.
Respons Publik dan Ucapan Belasungkawa
Kabar meninggalnya Yanto Idorway segera menyebar dan memicu gelombang duka di media sosial. Tagar #RIPYantoIdorway sempat menggema di linimasa, dengan netizen mengenang sosoknya yang ramah di televisi. Beberapa tokoh masyarakat di Papua Barat juga turut menyampaikan rasa kehilangan. Mereka menilai Yanto adalah salah satu figur media yang mampu menjembatani suara masyarakat adat dengan dunia luar melalui pemberitaan yang berimbang.
Sejumlah lembaga pemerintahan dan organisasi profesi jurnalis turut mengirimkan karangan bunga dan pernyataan resmi. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang setempat mengungkapkan bahwa kepergian Yanto adalah pukulan bagi jurnalisme di Papua. “Kita kehilangan insan pers yang mengabdi tanpa pamrih,” katanya.
Pentingnya Kewaspadaan di Alam Terbuka
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat tentang risiko yang mengintai saat beraktivitas di alam terbuka, khususnya di sekitar sungai dan air terjun. Air Terjun Memti sendiri adalah destinasi yang cukup populer di Papua Barat, tetapi memiliki karakteristik arus yang deras dan batuan licin. Pemerintah daerah diimbau agar meningkatkan fasilitas keamanan dan papan peringatan di lokasi wisata alami semacam ini.
Sementara itu, keluarga besar TVRI dan masyarakat akan segera menggelar prosesi pemakaman bagi almarhum. Pihak stasiun televisi plat merah itu berencana memberikan penghormatan terakhir melalui program khusus yang akan mengenang perjalanan karier dan kontribusi Yanto Idorway selama ini. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan.
Comments (0)