Pratikno Kenang Integritas Rachmat Gobel dalam Tahlil Tujuh Hari

Suasana syahdu menyelimuti kediaman keluarga almarhum Rachmat Gobel di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu petang pekan ini. Ratusan pelayat dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat tinggi negara, kolega...

Jul 18, 2026 - 17:08
0 0
Pratikno Kenang Integritas Rachmat Gobel dalam Tahlil Tujuh Hari

Suasana syahdu menyelimuti kediaman keluarga almarhum Rachmat Gobel di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu petang pekan ini. Ratusan pelayat dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat tinggi negara, kolega bisnis, hingga kerabat dekat, hadir memadati acara tahlil tujuh hari wafatnya tokoh nasional tersebut. Di tengah lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama, satu sosok tampak hadir dengan khusyuk: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Kehadirannya bukan sekadar bentuk belasungkawa kenegaraan, melainkan juga sebagai sahabat yang ingin menyampaikan kenangan mendalam tentang almarhum di hadapan keluarga yang ditinggalkan.

Pratikno Berbagi Kenangan

Mendapat kesempatan menyampaikan kata sambutan, Pratikno berdiri di depan para hadirin dengan wajah penuh haru. Dalam tutur katanya yang terukur, ia mengisahkan pengalamannya berinteraksi dengan almarhum dalam berbagai forum pemerintahan dan pertemuan informal. Menurut Menko PMK, mendiang Rachmat Gobel bukan hanya seorang pengusaha sukses atau mantan menteri yang kompeten, tetapi pribadi yang selalu menempatkan integritas sebagai poros setiap langkahnya. “Beliau adalah teladan bagaimana seseorang bisa berada di puncak pencapaian tanpa kehilangan kejujuran dan kesederhanaan berpikir,” ungkap Pratikno, disambut anggukan dari para pelayat yang sebagian besar mengerti betul rekam jejak almarhum.

Pratikno juga mengupas sisi profesionalisme Rachmat Gobel yang menurutnya jarang ditemukan pada figur publik sekaliber beliau. Dalam setiap proyek strategis nasional yang pernah digawangi, almarhum selalu menekankan pentingnya ketepatan data, efisiensi pelaksanaan, dan dampak sosial yang luas. “Ketika kami membahas soal hilirisasi industri dan pemberdayaan sumber daya manusia, Pak Gobel tidak pernah berhenti pada angka-angka bisnis. Ia selalu mendorong agar kemajuan itu dirasakan langsung oleh masyarakat kecil,” tambah Pratikno, mengenang diskusi panjang mereka di sela-sela rapat kabinet maupun acara silaturahmi pribadi.

Jejak Hidup yang Sarat Dedikasi

Rachmat Gobel, yang lahir di Gorontalo pada 3 September 1962, telah menorehkan perjalanan karier yang membentang luas. Ia dikenal sebagai pendiri dan pemimpin PT Gobel Internasional, perusahaan yang sejak era 1970-an menjadi mitra strategis raksasa elektronik global, khususnya Panasonic. Berbekal filosofi bisnis yang mengedepankan kemitraan jangka panjang dan kepercayaan, almarhum berhasil membawa perusahaan keluarganya menjadi salah satu pilar penting dalam ekosistem manufaktur nasional. Di bawah kepemimpinannya, pabrik-pabrik di Cibitung dan kawasan industri lainnya menyerap ribuan tenaga kerja sekaligus menjadi pusat alih teknologi yang mendorong kemampuan lokal.

Karier publik almarhum semakin cemerlang saat Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Perdagangan pada 2014–2015. Meski masa baktinya relatif singkat, Rachmat Gobel meninggalkan jejak kebijakan yang cukup tegas, terutama dalam membangun ekosistem perdagangan yang lebih adil dan berpihak pada produk dalam negeri. Ia juga dikenal getol mendorong pengembangan sektor logistik nasional agar biaya distribusi tidak lagi membebani konsumen. Selesai dari posisi menteri, ia terus mengabdi sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat periode 2019–2024, peran yang semakin menegaskan komitmennya pada pembangunan demokrasi dan kesejahteraan rakyat.

Pratikno, dalam renungannya di acara tahlil itu, menggarisbawahi bahwa seluruh jabatan tinggi tersebut tidak pernah mengubah sikap rendah hati almarhum. “Gaya komunikasi beliau kepada petugas kebersihan dan kepada pejabat tinggi itu sama—hormat, ramah, dan tanpa sekat. Integritas yang sesungguhnya bukan hanya tentang tidak korupsi, tapi tentang menjaga konsistensi karakter,” tegas Pratikno di hadapan peserta tahlil yang hening menahan tangis.

Penghormatan Lintas Kalangan

Acara tahlil tujuh hari ini dihadiri oleh berbagai tokoh dari lintas sektor. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, anggota dewan, pengusaha senior, serta perwakilan organisasi masyarakat turut memanjatkan doa. Meski demikian, pihak keluarga sengaja menggelar acara secara sederhana sesuai wasiat almarhum yang dikenal tidak menyukai kemewahan. Tahlil dan doa bersama dipimpin oleh ulama setempat, diikuti pembacaan surat Yasin dan tahlil yang berlangsung khidmat. Air mata haru dari istri almarhum, anak-anak, dan cucu-cucunya menjadi pemandangan yang menyentuh hati para hadirin.

Dalam sesi ramah tamah usai acara, beberapa kerabat dan kolega berbagi kisah tentang kebaikan hati almarhum. Rachmat Gobel dikenal kerap membantu pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tanpa publikasi, membangun masjid dan sarana ibadah di daerah terpencil, serta menjadi penengah dalam berbagai perselisihan bisnis tanpa pamrih. Pratikno menutup sambutannya dengan harapan agar generasi muda mampu meniru etos kerja dan keteguhan moral almarhum. “Kehilangan ini bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa yang membutuhkan lebih banyak tokoh seperti beliau,” pungkas Menko PMK sebelum kembali mengikuti pembacaan doa penutup. Malam itu, di tengah angin Jakarta yang berembus pelan, nama Rachmat Gobel dikenang tidak hanya sebagai ikon industri, tetapi sebagai pribadi yang memadukan kesuksesan dan integritas tanpa cela.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User