Prabowo Panggil Pimpinan BRIN Bahas Riset Pendukung Program Prioritas

Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran pimpinan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk membahas arah riset nasional agar selaras dengan program-program pri...

Aug 07, 2026 - 17:11
0 1
Prabowo Panggil Pimpinan BRIN Bahas Riset Pendukung Program Prioritas

Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran pimpinan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk membahas arah riset nasional agar selaras dengan program-program prioritas pemerintah. Pertemuan tersebut menjadi penegasan bahwa kebijakan negara ke depan harus berpijak pada data, kajian ilmiah, dan inovasi yang dihasilkan para peneliti dalam negeri.

Dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan pentingnya hasil penelitian yang bisa langsung dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan rakyat. Ia tidak ingin riset hanya berhenti di ruang laboratorium atau sekadar menjadi laporan akademik, tetapi harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan serta produk nyata yang berdampak pada kehidupan masyarakat luas.

Riset Diharapkan Menopang Asta Cita

Sejumlah program prioritas yang tengah dijalankan pemerintah menjadi fokus utama pembahasan. Di antaranya adalah ketahanan pangan, swasembada energi, hilirisasi sumber daya alam, hingga penguatan sektor kesehatan dan gizi masyarakat. Program makan bergizi gratis yang kini digulirkan pemerintah dinilai membutuhkan dukungan riset, mulai dari standar keamanan pangan, kandungan gizi, hingga sistem distribusi yang efisien ke seluruh penjuru Tanah Air.

Di sektor pangan, riset diharapkan mampu menghasilkan varietas unggul, teknologi budidaya, serta sistem irigasi pintar yang dapat meningkatkan produktivitas petani. Sementara di bidang energi, pengembangan sumber energi baru dan terbarukan menjadi perhatian serius, mengingat Indonesia memiliki potensi besar mulai dari tenaga surya, air, hingga bioenergi yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Prabowo juga menyoroti pentingnya riset di bidang pertahanan dan teknologi strategis. Menurutnya, kemandirian bangsa tidak hanya diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga dari penguasaan teknologi yang menyangkut kedaulatan negara. Karena itu, kolaborasi antara BRIN, industri pertahanan, dan perguruan tinggi perlu terus diperkuat agar Indonesia tidak bergantung pada pihak lain.

Isu transformasi digital dan kecerdasan buatan turut mengemuka dalam pembahasan. Pemerintah memandang penguasaan teknologi digital sebagai keniscayaan agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar bagi produk asing. Riset di bidang ini diharapkan melahirkan inovasi lokal yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus memperkuat keamanan data nasional.

Hasil Riset Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Presiden mengingatkan agar anggaran riset yang dialokasikan negara benar-benar memberikan nilai tambah. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus dapat dipertanggungjawabkan dan menghasilkan manfaat yang terukur. Ia meminta pimpinan BRIN menyusun peta jalan penelitian yang jelas, dengan target serta indikator keberhasilan yang bisa dipantau secara berkala.

Pimpinan BRIN menyambut baik arahan tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan agenda riset nasional dengan kebutuhan pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah. Sejumlah program unggulan BRIN, mulai dari riset kesehatan, pangan, energi, hingga kecerdasan buatan, akan disinergikan dengan kementerian dan lembaga terkait agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

Selain itu, BRIN diminta memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri. Sinergi antara peneliti dan pelaku usaha dinilai penting agar temuan-temuan inovatif dapat segera dikomersialkan dan dimanfaatkan masyarakat luas. Dengan cara ini, riset tidak lagi dipandang sebagai beban anggaran, melainkan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.

Di sisi lain, kesejahteraan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia riset turut menjadi perhatian. Pemerintah berkeinginan agar talenta-talenta terbaik bangsa mendapat ruang berkarya yang layak di dalam negeri, sehingga arus migrasi peneliti ke luar negeri dapat ditekan dan ekosistem inovasi nasional semakin kokoh dari waktu ke waktu.

Pertemuan antara Presiden dan pimpinan BRIN ini mencerminkan komitmen pemerintah menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai fondasi pembangunan. Ke depan, kebijakan berbasis riset diharapkan menjadi ciri khas tata kelola pemerintahan, sehingga setiap program yang diluncurkan benar-benar menjawab persoalan riil di lapangan dan membawa Indonesia menuju cita-cita menjadi negara maju.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User