Prabowo Nilai Perbandingan PISA dengan Singapura Tidak Adil

Jakarta, Patokan - Presiden Prabowo Subianto angkat bicara terkait hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang menempatkan Indonesia di bawah Singapura. Dalam pernyataannya, Kepal...

Aug 07, 2026 - 01:45
0 0
Prabowo Nilai Perbandingan PISA dengan Singapura Tidak Adil

Jakarta, Patokan - Presiden Prabowo Subianto angkat bicara terkait hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang menempatkan Indonesia di bawah Singapura. Dalam pernyataannya, Kepala Negara menegaskan bahwa perbandingan langsung antara kedua negara tersebut tidaklah tepat dan cenderung tidak adil. Ia mengungkapkan sejumlah fakta yang selama ini jarang disorot publik.

Menurut Prabowo, Singapura merupakan negara kota dengan luas wilayah yang sangat sempit dan jumlah penduduk yang relatif kecil. Kondisi ini memberikan keuntungan dalam hal konsentrasi sumber daya, termasuk di bidang pendidikan. Sementara Indonesia, dengan ribuan pulau dan populasi yang tersebar, menghadapi tantangan geografis dan demografis yang jauh lebih kompleks.

Faktor Geografis dan Demografis

Prabowo menjelaskan bahwa membandingkan sistem pendidikan Indonesia dengan Singapura ibarat membandingkan sebuah kapal besar dengan perahu cepat. Indonesia harus mengelola sistem pendidikan di daerah terpencil, kepulauan, dan wilayah perbatasan yang aksesnya sulit. Hal ini tentu memengaruhi pemerataan kualitas pendidikan secara nasional.

"Kita tidak bisa menyamakan kondisi kita dengan Singapura. Mereka negara kota, kita negara kepulauan dengan 17 ribu pulau. Tentu ada perbedaan besar dalam hal infrastruktur dan distribusi guru," ujar Prabowo dalam sebuah kesempatan.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa skor PISA hanyalah salah satu indikator. Banyak aspek lain yang tidak tercakup dalam penilaian tersebut, seperti kreativitas, gotong royong, dan ketahanan sosial budaya yang justru menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

Fokus pada Peningkatan Kualitas

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Ia menginstruksikan jajaran Kementerian Pendidikan untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Program-program seperti digitalisasi sekolah, pelatihan guru, dan penyediaan akses internet di daerah tertinggal terus digencarkan.

"Kita tidak menutup mata terhadap hasil PISA. Justru ini menjadi bahan introspeksi. Namun, kita harus melihat konteks secara utuh. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus meningkatkan kualitas pendidikan tanpa harus membandingkan secara naif dengan negara yang kondisinya jauh berbeda," tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia telah mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Angka partisipasi sekolah meningkat, angka putus sekolah menurun, dan banyak inovasi lokal yang lahir dari dunia pendidikan. Ia optimistis dengan arah kebijakan yang sedang berjalan.

Pentingnya Konteks dalam Evaluasi

Para pengamat pendidikan menilai pernyataan Prabowo ini relevan. Mereka menekankan bahwa evaluasi pendidikan harus mempertimbangkan konteks sosial-ekonomi dan budaya masing-masing negara. Skor PISA yang rendah tidak serta-merta berarti kualitas pendidikan Indonesia buruk secara keseluruhan.

"Kita harus bijak membaca data. PISA mengukur literasi matematika, sains, dan membaca pada usia tertentu. Tapi pendidikan juga tentang pembentukan karakter dan keterampilan hidup. Itu tidak selalu terukur," kata seorang akademisi yang enggan disebut namanya.

Pemerintah pun diharapkan tidak hanya fokus pada peringkat, tetapi juga pada pemerataan akses dan kualitas. Dengan begitu, dalam jangka panjang, Indonesia dapat bersaing secara sehat di tingkat global tanpa mengorbankan identitas dan kekayaan budaya bangsa.

Di akhir pernyataannya, Prabowo kembali menegaskan komitmennya untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama, bukan saling menyalahkan, demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User