Prabowo Gelar Rapat Strategis Bersama Rosan, Fokus Perampingan BUMN Maritim

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menginisiasi pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, serta sejumlah pembantu dekat di bidang e...

Jul 28, 2026 - 06:21
0 0
Prabowo Gelar Rapat Strategis Bersama Rosan, Fokus Perampingan BUMN Maritim

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menginisiasi pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, serta sejumlah pembantu dekat di bidang ekonomi. Perbincangan yang berlangsung lebih dari dua jam itu mengerucut pada satu tema besar: penyusunan cetak biru perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan penekanan khusus pada restrukturisasi industri perkapalan nasional.

Sumber di lingkungan istana yang menolak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Prabowo datang dengan data yang menunjukkan tumpang-tindih fungsi dan beban operasional sejumlah perusahaan pelat merah. “Beliau ingin langkah konkret, bukan sekadar wacana. Arahan presiden sangat jelas—trim lapisan-lapisan yang tidak lagi berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi,” ujar sumber tersebut.

Arahan Presiden: Sektor Industri Kapal Jadi Prioritas

Dalam paparan singkatnya, Prabowo menyoroti tiga entitas BUMN yang bersentuhan langsung dengan galangan kapal: PT PAL Indonesia di Surabaya, PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), serta PT Industri Kapal Indonesia (IKI) di Makassar. Ketiganya, menurut asesmen awal, menyerap anggaran negara yang besar namun belum menunjukkan sinergi optimal. Produktivitas dinilai rendah jika dibandingkan dengan galangan kapal swasta regional di Asia Tenggara. “Selama ini ketiga perusahaan jalan sendiri-sendiri. Presiden ingin ada integrasi, atau bahkan kemungkinan konsolidasi menjadi satu badan usaha tunggal yang lebih ramping dan berdaya saing,” kata narasumber yang sama.

Rosan Roeslani yang sebelumnya telah menangani sejumlah proyek hilirisasi bersama kementerian koordinator perekonomian diberi mandat untuk memimpin tim kecil. Tim ini akan bekerja paralel dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian untuk memetakan opsi-opsi strategis, termasuk penutupan lini bisnis yang merugi, penggabungan entitas, atau pencarian mitra strategis global. Rosan sendiri dikenal sebagai figur yang lincah dalam lobi investasi asing—faktor yang diyakini bisa menjadi kunci apabila holding baru nantinya membutuhkan teknologi dan pendanaan segar.

Dari Sektor Maritim Menuju Efisiensi BUMN Lain

Meski fokus utama adalah industri kapal, pertemuan tersebut juga menyinggung agenda perampingan di sektor-sektor lain. Prabowo, menurut peserta rapat, menyebutkan neraca keuangan sejumlah BUMN karya dan BUMN logistik yang terus dibebani utang serta proyek setengah jalan. Prinsip yang dipegang adalah menyelamatkan inti bisnis yang sehat dan melepas aset yang tidak lagi strategis. “Kalau ada cabang yang sakit, tidak perlu dipertahankan hanya demi gengsi,” begitu kutipan yang disampaikan salah satu pejabat yang hadir.

Para menteri yang ikut serta diminta untuk menyusun peta jalan digitalisasi dan tata kelola baru bagi BUMN-BUMN tersebut. Modernisasi sistem manajemen menjadi poin tak terpisahkan agar restrukturisasi tidak sekadar bersifat fisik, tetapi juga menyentuh efisiensi proses dan akuntabilitas. Tim kecil bentukan Rosan dijadwalkan menyampaikan laporan lengkap dalam waktu 30 hari ke depan, sebelum kemudian dibahas dalam rapat kabinet terbatas.

Dampak pada Kedaulatan Maritim dan Pertahanan

Langkah perampingan di sektor galangan kapal juga tidak bisa dilepaskan dari visi pertahanan yang selama ini menjadi perhatian Prabowo, khususnya saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. PT PAL, misalnya, mengemban proyek strategis pembangunan kapal perang untuk TNI Angkatan Laut, termasuk kapal fregat dan kapal selam. Oleh karena itu, keputusan restrukturisasi harus memastikan bahwa kemampuan produksi alutsista tidak terganggu. Salah satu sketsa awal adalah membentuk klaster produksi yang memisahkan lini bisnis komersial dan pertahanan, namun tetap di bawah kendali negara.

Di sisi lain, pelaku industri swasta dan asosiasi perkapalan menyambut baik sinyal pemerintah. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Perkapalan Nasional (APPN), dalam komentarnya secara terpisah, menilai efisiensi di tubuh BUMN akan menciptakan arena kompetisi yang lebih sehat. “Kami berharap tidak ada lagi dumping harga atau monopoli yang selama ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan negara yang disubsidi,” ucapnya.

Respon Pasar dan Pengamat Ekonomi

Kabar rencana perampingan ini langsung memantik reaksi pelaku pasar. Indeks BUMN di lantai bursa bergerak variatif pada sesi perdagangan pagi setelah isu ini merebak. Beberapa analis menilai langkah Prabowo berpotensi meningkatkan kepercayaan investor apabila pengumuman resmi mencantumkan target kuantitatif penghematan dan detail rencana implementasi. Ekonom senior dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, Dr. Andri Budiman, mengatakan bahwa reformasi BUMN sudah mendesak sejak satu dekade lalu. “Jika eksekusinya rapi, perampingan ini bisa membebaskan dana APBN hingga puluhan triliun rupiah per tahun dari beban subsidi dan suntikan modal,” jelasnya.

Sementara itu, Rosan Roeslani saat dikonfirmasi enggan memberikan keterangan terperinci. Ia hanya menegaskan bahwa timnya sedang berjalan dan hasil konkret akan diumumkan setelah seluruh kalkulasi matang. “Kami tidak ingin terburu-buru; yang terpenting adalah memastikan kepentingan negara dan kedaulatan industri strategis tetap terjaga,” tutupnya singkat.

Pasar dan publik kini menanti seperti apa rupa akhir dari restrukturisasi besar-besaran ini. Tekad Prabowo untuk memangkas BUMN yang tidak efisien sekaligus menyiapkan industri kapal yang tangguh akan menjadi ujian pertama konsistensi reformasi ekonominya. Dokumen cetak biru yang tengah disusun Rosan Cs diharapkan menjadi titik balik bagi BUMN Indonesia agar lebih lincah, transparan, dan mampu bersaing di kancah global tanpa bergantung terus-menerus pada dana publik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User