Polisi Selidiki Kematian Sutrimo, Minta Keluarga Ungkap Kejanggalan

SUKAMAJU, 14 Juni – Kepolisian Resor Sukamaju mulai membuka penyelidikan mendalam atas kematian Sutrimo, warga Kelurahan Mekarsari yang jasadnya ditemukan akhir pekan lalu. Dalam keterangan resminya...

Jul 28, 2026 - 10:41
0 0
Polisi Selidiki Kematian Sutrimo, Minta Keluarga Ungkap Kejanggalan

SUKAMAJU, 14 Juni – Kepolisian Resor Sukamaju mulai membuka penyelidikan mendalam atas kematian Sutrimo, warga Kelurahan Mekarsari yang jasadnya ditemukan akhir pekan lalu. Dalam keterangan resminya, petugas menegaskan bahwa keterlibatan keluarga menjadi kunci penting. Mereka diimbau untuk tidak menyembunyikan informasi apa pun yang dirasa ganjil. Langkah ini diambil karena sejumlah temuan awal di lapangan belum sepenuhnya menjelaskan penyebab pasti kematian pria berusia 52 tahun itu.

Detik-Detik Penemuan yang Menyisakan Tanya

Berdasarkan penuturan saksi, kejadian bermula dari kecurigaan tetangga yang mendapati pintu rumah Sutrimo terbuka sejak subuh. Meski lampu teras masih menyala, tak ada jawaban saat dipanggil. Bersama perangkat RT, mereka memutuskan masuk dan menemukan korban terbaring di lantai kamar tidur dengan wajah membiru. Petugas Puskesmas yang datang menyatakan ia sudah tidak bernyawa. Barang-barang di dalam rumah tampak acak-acakan, namun belum bisa dipastikan apakah ada unsur pencurian atau sekadar kondisi keseharian korban yang kurang teratur.

Gerak Cepat Tim Kepolisian

Begitu menerima laporan, Unit Identifikasi bergerak melakukan olah TKP. Sejumlah barang bukti diamankan, termasuk ponsel korban, buku catatan pribadi, serta sampel cairan dari beberapa botol yang ada di meja dapur. Kepala Satuan Reskrim, AKP Haris Maulana, menerangkan bahwa polisi masih menunggu hasil uji laboratorium forensik untuk memastikan ada tidaknya zat berbahaya di dalam tubuh Sutrimo. “Kami tidak ingin buru-buru menyimpulkan. Namun, jika memang ada indikasi tindak pidana, kami siap menindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

Langkah berikutnya adalah meminta persetujuan keluarga untuk melakukan autopsi. Tanpa prosedur tersebut, kata AKP Haris, sumber pasti kematian sulit diungkap. “Kami paham ini berat bagi keluarga. Tapi demi keadilan dan transparansi, autopsi menjadi sangat vital,” tegasnya.

Keterbukaan Keluarga Jadi Pilar Utama

Di sisi lain, polisi merasa perlu mendapatkan gambaran utuh dari pihak terdekat korban. “Kami minta keluarga untuk tidak sungkan melaporkan kejanggalan apapun. Seringkali, perubahan kecil yang dianggap remeh justru menjadi titik terang,” ujar AKP Haris. Imbauan ini diamini oleh psikolog forensik, Livia Damayanti, yang menilai bahwa kerap kali anggota keluarga menyimpan informasi penting karena takut menimbulkan konflik baru atau dianggap memperkeruh suasana. “Polisi harus menjemput bola dan menggunakan pendekatan yang tidak menghakimi,” saran Livia.

Suara dari Pihak Keluarga

Adik ipar korban, Santi, menyatakan kesiapan keluarganya untuk membantu. “Kami hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kalau memang ada yang mencurigakan, kami serahkan ke polisi. Kami percaya proses hukum,” ungkapnya di kediaman duka. Santi menyebut almarhum sepengetahuannya tidak memiliki masalah serius, meskipun belakangan sering mengeluh sakit kepala. Ia berharap polisi bisa segera memberi kepastian agar keluarga bisa menjalani masa berkabung dengan tenang.

Beberapa tetangga yang diwawancarai secara terpisah mengaku mendengar suara keributan kecil di malam sebelum kematian, namun tidak ada yang berani keluar rumah. Informasi ini pun sudah disampaikan kepada polisi dan sedang dicocokkan.

Pandangan Ahli Forensik

Dihubungi terpisah, dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara, dr. Prasetyo, menjelaskan bahwa kematian yang tidak wajar bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari trauma tumpul, keracunan, hingga serangan jantung yang dipicu oleh zat tertentu. “Tanpa pemeriksaan menyeluruh, kita hanya bisa menduga-duga. Autopsi dan tes toksikologi akan sangat menentukan arah penyidikan,” jelasnya. Prasetyo menambahkan, jika hasil autopsi menunjukkan adanya luka yang tidak sesuai dengan skenario kecelakaan biasa, maka polisi bisa melanjutkan ke tahap penyidikan secara penuh.

Prosedur Hukum dan Harapan Publik

Hingga kini, polisi masih dalam tahap penyelidikan. Mereka akan mengagendakan pemeriksaan terhadap saksi-saksi kunci, termasuk pemilik kontrakan, rekan kerja, dan beberapa warga yang dianggap mengetahui aktivitas Sutrimo. Gelar perkara akan dilakukan setelah seluruh hasil laboratorium dan keterangan saksi terkumpul. Kapolres Sukamaju melalui pesan singkat meminta masyarakat agar tidak berspekulasi liar. “Kita serahkan sepenuhnya pada proses yang profesional. Apapun hasilnya, kami pastikan akan diumumkan secara terbuka,” tulisnya.

Warga Kelurahan Mekarsari berharap kejelasan segera hadir. Ketua RW setempat, Pak Dedi, menyampaikan bahwa isu ini sempat membuat warga resah. “Kami percaya polisi akan bekerja cepat dan akurat. Yang kami ingin hanya ketenangan dan kepastian,” katanya. Pihak kepolisian berjanji akan memberikan perkembangan terbaru dalam satu minggu ke depan. Sementara itu, terduga pelaku masih dalam penelusuran dan polisi mengingatkan agar masyarakat tidak main hakim sendiri apabila menemukan informasi yang belum terverifikasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User