Polisi Pastikan Kawasan Menteng dan Matraman Kembali Kondusif

JAKARTA – Aparat kepolisian memastikan bahwa situasi di tiga titik rawan—Jalan Tambak, kawasan Menteng, dan Matraman—kini telah kembali aman dan kondusif setelah bentrokan antar kelompok yang te...

Jul 28, 2026 - 04:09
0 0
Polisi Pastikan Kawasan Menteng dan Matraman Kembali Kondusif

JAKARTA – Aparat kepolisian memastikan bahwa situasi di tiga titik rawan—Jalan Tambak, kawasan Menteng, dan Matraman—kini telah kembali aman dan kondusif setelah bentrokan antar kelompok yang terjadi pada Minggu (26/7) sore. Kapolsek Menteng menegaskan tidak ada lagi titik konsentrasi massa dan aktivitas masyarakat sudah pulih seperti sediakala.

Kronologi Kericuhan: Dari Ejekan ke Aksi Baku Hantam

Kericuhan bermula sekitar pukul 15.00 WIB di depan salah satu warung kopi di Jalan Tambak, tepatnya di perbatasan Menteng dan Matraman. Menurut keterangan sejumlah saksi, dua kelompok pemuda yang berjumlah masing-masing sekitar 25 orang terlibat adu mulut setelah salah satu dari mereka mengejek kelompok lawan. Percekcokan dengan cepat berubah menjadi aksi saling lempar batu dan potongan kayu. Pedagang kaki lima di sepanjang trotoar Jalan Tambak panik dan berlarian menyelamatkan dagangan. “Saya dengar teriakan-teriakan, lalu tiba-tiba hujan batu. Saya langsung tutup lapak dan lari ke gang,” kata Sumarno (55), pedagang gorengan.

Tak lama kemudian, bentrokan meluas ke Jalan Matraman Raya hingga ke depan Pasar Matraman. Massa yang kian membesar menghambat arus lalu lintas di simpang empat Matraman-Tambak. Sejumlah pengemudi ojek online ikut menjadi sasaran saat mencoba melintas. Data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat bahwa kemacetan mencapai 3,2 kilometer dari arah Salemba menuju Matraman akibat penutupan jalan mendadak.

Tindakan Polisi: 12 Orang Ditangkap, Senjata Tajam Disita

Tim reaksi cepat Polsek Menteng bersama Brimob tiba di lokasi sekitar pukul 16.10 WIB. Dengan gas air mata dan tembakan peringatan, polisi berhasil membubarkan massa. “Kami lakukan pembubaran tegas karena sudah ada perusakan dan kekerasan. Tersangka langsung kita ringkus,” jelas Kompol Ahmad Fauzi, Kapolsek Menteng. Sebanyak 12 orang yang diduga sebagai pelaku utama langsung diamankan. Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan 5 bilah senjata tajam, 2 rantai besi, gir motor, dan puluhan batu yang sudah dipecah-pecah.

Polisi juga menyita dua sepeda motor yang diduga digunakan pelaku untuk melarikan diri setelah melakukan pelemparan. Seluruh tersangka digelandang ke Mapolres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan intensif. Kapolsek menegaskan, pihaknya masih memburu beberapa pelaku lain yang identitasnya sudah dikantongi. “Kami pastikan tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba main hakim sendiri di jalanan,” tegasnya.

Kondisi Terkini: Lalu Lintas Lancar, Warga Tenang

Senin (27/7) pagi, suasana di Jalan Tambak, Menteng, dan Matraman sudah terlihat normal. Petugas kebersihan telah menyapu puing-puing pecahan kaca dan sisa batu yang berserakan. Pertokoan dan warung kembali membuka pintu. Sejumlah warga bahkan terlihat duduk santai di depan rumah. “Alhamdulillah sekarang aman. Semalam memang terasa tegang, tapi pagi ini sudah biasa lagi,” ungkap Yuni (29), warga Jalan Tambak Dalam.

Untuk mencegah insiden susulan, polisi mendirikan dua pos pantau sementara di perempatan Tambak-Matraman dan di depan Kantor Kelurahan Menteng. Sekitar 50 personel disiagakan secara bergilir. Patroli gabungan TNI-Polri juga akan terus dilakukan hingga H+7.

Korban Luka dan Kerugian Material

Bentrokan kemarin menyebabkan enam orang mengalami luka ringan hingga sedang. Dua di antaranya harus menjalani perawatan di Puskesmas Kecamatan Menteng akibat terkena lemparan batu di bagian kepala dan punggung. Tidak ada korban jiwa. Sementara itu, kerugian material ditaksir mencapai sedikitnya Rp70 juta, meliputi kerusakan tiga kios, satu unit mobil pribadi yang kaca depannya pecah, serta dua sepeda motor yang dibakar massa. Mobil pemadam kebakaran sempat dikerahkan untuk memadamkan api yang melalap motor di depan gang sempit sekitar pukul 18.30 WIB.

Respons Tokoh Masyarakat

Tokoh masyarakat Menteng, H. Zainal Arifin, mengajak seluruh warga untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. “Kejadian ini tentu sangat kami sesalkan. Menteng dan Matraman ini daerah damai. Jangan sampai oknum-oknum perusuh merusak persaudaraan kita,” ujarnya. Senada dengan itu, Ketua RW 07 Menteng, Budi Santoso, akan menggelar pertemuan antar-RT untuk meredam tensi dan memperkuat sistem keamanan lingkungan.

Imbauan dan Langkah ke Depan

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan video bentrokan yang bisa memicu reaksi balasan. “Kami meminta partisipasi warga. Jika melihat potensi keributan, segera laporkan ke Bhabinkamtibmas atau call center 110. Kami tidak akan ragu mengambil tindakan preventif,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya. Polisi juga akan memfasilitasi mediasi antara kelompok yang bertikai untuk mencari akar masalah dan mencegah dendam berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, diharapkan kawasan Menteng-Matraman benar-benar kembali menjadi wilayah yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User