Polisi Dalami Kematian Sutrimo di Klinik Kebayoran Baru

Jakarta — Aparat Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah mengusut peristiwa meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korban ditemukan dalam kondisi kritis di...

Jul 28, 2026 - 00:09
0 0
Polisi Dalami Kematian Sutrimo di Klinik Kebayoran Baru

Jakarta — Aparat Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah mengusut peristiwa meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korban ditemukan dalam kondisi kritis di sebuah fasilitas kesehatan swasta sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Hingga kini, penyebab pasti kematian masih menjadi teka-teki yang coba diurai oleh penyidik.

Kronologi Penemuan Korban

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Sutrimo pertama kali terlihat berada di sekitar Jalan Wolter Monginsidi pada Sabtu malam (5/4). Sejumlah saksi mata mengaku melihat pria tersebut berjalan dengan langkah gontai sebelum kemudian memasuki Klinik Mordent, sebuah klinik pratama yang beroperasi 24 jam di kawasan tersebut. Tidak ada tanda-tanda keributan atau insiden mencurigakan yang terekam oleh warga sekitar.

Petugas klinik yang menerima kedatangan Sutrimo langsung melakukan pengecekan awal. Namun, saat diperiksa, korban sudah berada dalam keadaan tidak responsif. Tim medis segera memberikan pertolongan darurat, tetapi upaya resusitasi yang dilakukan selama hampir satu jam tidak membuahkan hasil. Sutrimo dinyatakan meninggal dunia di tempat tanpa sempat memberikan keterangan apa pun.

Pihak klinik kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Metro Kebayoran Baru. Tidak lama berselang, personel kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti-bukti awal. Jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk menjalani autopsi guna memastikan sebab kematian secara medis.

Langkah Polisi dan Pengumpulan Bukti

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa penyelidikan masih berada pada tahap sangat awal. "Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini murni kematian alami, kecelakaan, atau ada unsur pidana di dalamnya. Tim gabungan dari Satreskrim dan Inafis sedang bekerja mengidentifikasi seluruh kemungkinan," ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda, Minggu (6/4).

Sejumlah langkah investigasi telah diambil. Pertama, penyidik meminta keterangan dari tiga orang saksi, yaitu dua perawat jaga dan seorang dokter yang bertugas malam itu di Klinik Mordent. Kedua, rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute yang diduga dilalui korban tengah dianalisis. Ketiga, barang-barang pribadi milik Sutrimo, termasuk telepon genggam dan dompet, telah diamankan untuk penelusuran lebih lanjut. Keempat, polisi juga berkoordinasi dengan keluarga korban yang berdomisili di Jawa Tengah untuk mendapatkan riwayat kesehatan dan keseharian almarhum.

"Kami memastikan proses ini berjalan transparan dan berdasarkan bukti ilmiah. Hasil autopsi akan menjadi kunci utama dalam menentukan arah penyidikan," tambahnya. Pihak kepolisian menargetkan hasil forensik dapat keluar dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan, tergantung pada kompleksitas pemeriksaan laboratorium.

Respons Pihak Klinik dan Masyarakat

Manajemen Klinik Mordent melalui kuasa hukumnya menyatakan kooperatif penuh terhadap penyelidikan yang sedang berjalan. Mereka menegaskan bahwa seluruh prosedur medis telah dijalankan sesuai standar operasional dan tidak ada indikasi kelalaian. "Kami sangat berduka atas musibah ini dan siap memberikan semua data yang dibutuhkan aparat," ungkap perwakilan klinik. Klinik tersebut untuk sementara menghentikan operasional bagian instalasi gawat daruratnya sampai ada kejelasan dari pihak berwajib.

Di sisi lain, berita tentang kematian Sutrimo dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai spekulasi liar. Beberapa warganet mengaitkan kejadian ini dengan isu kriminalitas yang belakangan marak di ibu kota, sementara yang lain menuduh klinik melakukan malapraktik. Menanggapi hal itu, polisi dengan tegas meminta publik untuk tidak membangun narasi tanpa dasar yang dapat mengaburkan fakta di lapangan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah. Biarkan penyidik bekerja dengan tenang. Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, karena itu bisa merugikan keluarga korban dan menghambat pengungkapan kasus," tegas Kabid Humas. Polda Metro Jaya juga membuka saluran pengaduan bagi siapa pun yang memiliki informasi relevan terkait pergerakan atau kondisi Sutrimo sebelum insiden.

Kondisi Terkini dan Fokus Penyidikan

Berdasarkan pantauan di sekitar lokasi, situasi di Klinik Mordent telah kembali normal meskipun masih terdapat garis polisi di beberapa titik. Kerabat korban yang datang dari kampung halaman mengaku syok dan tidak menyangka akan menerima kabar duka tersebut. "Kakak saya sehat-sehat saja terakhir kali telepon seminggu lalu. Dia cuma bilang lagi ada urusan pekerjaan di Jakarta," kata adik kandung Sutrimo sambil menahan tangis. Keluarga berharap polisi dapat segera mengungkap fakta yang sebenarnya.

Penyidik kini mengerucutkan fokus pada dua jalur utama: riwayat kesehatan korban dan kemungkinan adanya zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuhnya. Tim forensik akan melakukan pemeriksaan toksikologi secara menyeluruh untuk mendeteksi keberadaan racun, obat-obatan terlarang, atau senyawa kimia lainnya. Selain itu, rekam medis Sutrimo dari klinik-klinik sebelumnya juga sedang ditelusuri untuk melihat apakah ada penyakit bawaan yang bisa memicu kematian mendadak.

Kepolisian juga belum menutup kemungkinan memanggil saksi ahli, termasuk dokter spesialis forensik independen dan toksikolog, untuk memberikan pendapat guna memperkuat konstruksi perkara. "Ini adalah kasus yang memerlukan kehati-hatian tinggi. Kami tidak ingin ada kesalahan prosedur yang justru menimbulkan masalah baru di kemudian hari," ujar seorang penyidik senior yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penetapan tersangka atau pihak yang ditahan. Status hukum peristiwa ini masih berupa penyelidikan. Polda Metro Jaya berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru secara berkala kepada media dan publik. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat yang berwenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User