Polisi Bawa Tiga Barang Bukti dari Klinik Mordent ke Labfor

Proses pengumpulan keterangan dan jejak fisik di lokasi tempat praktik kesehatan gigi Mordent akhirnya rampung pada Senin (27/7) sore. Tim identifikasi dan reserse telah menandai dan mengamankan sejum...

Jul 28, 2026 - 02:01
0 0
Polisi Bawa Tiga Barang Bukti dari Klinik Mordent ke Labfor

Proses pengumpulan keterangan dan jejak fisik di lokasi tempat praktik kesehatan gigi Mordent akhirnya rampung pada Senin (27/7) sore. Tim identifikasi dan reserse telah menandai dan mengamankan sejumlah titik yang dianggap krusial, lalu mengirimkan tiga berkas bukti yang terbungkus rapi ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk diteliti lebih mendalam. Langkah ini diambil guna mengusut secara ilmiah penyebab meninggalnya Sutrimo, seorang warga yang tubuhnya ditemukan tak bernyawa di salah satu bilik perawatan klinik tersebut, dua hari sebelumnya.

Hingga kini, kepolisian masih merahasiakan simpulan awal dari pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP). Kendati begitu, sejumlah petugas yang enggan disebut namanya membenarkan bahwa sepanjang akhir pekan, klinik yang berlokasi di kawasan strategis itu disterilkan dan hanya boleh dimasuki oleh personel berseragam serta tim kedokteran forensik. "Semua potensi petunjuk yang kami anggap relevan sudah dikantongi, baik yang kasatmata maupun yang memerlukan pembesaran laboratorium," ujar seorang penyidik saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Rangkaian Bukti yang Diamankan

Ketiga bungkusan kertas cokelat yang digotong petugas menuju mobil laboratorium keliling itu disebut-sebut berisi spektrum material yang berlainan. Dua bungkusan pertama tampak lebih pipih dan lebar, diduga berisi dokumen medis, lembar persetujuan tindakan (informed consent), serta catatan perawatan Sutrimo selama berkunjung ke klinik tersebut. Sementara itu, bungkusan ketiga berukuran lebih kecil namun lebih berat; berdasarkan informasi yang dihimpun, di dalamnya terdapat peralatan kedokteran gigi, seperti jarum anestesi, tabung obat, dan alat bor yang disegel dalam wadah steril. Tak ketinggalan, unit penyimpan data perekam gambar (DVR) turut diambil untuk menelusuri pergerakan orang-orang di dalam gedung sebelum dan sesudah waktu kejadian.

"Tiga bundle itu sudah masuk daftar inventaris dan kini dalam perjalanan ke Labfor. Kami tidak bisa berspekulasi sebelum hasil uji keluar, namun dapat saya pastikan bahwa seluruhnya akan menjalani serangkaian pengujian—sidik jari, toksikologi, DNA, hingga uji residu jika diperlukan," terang Kepala Satuan Reserse dan Kriminal setempat melalui pesan singkat. Ia menambahkan bahwa pengiriman bukti dikawal ketat agar rantai pengamanan (chain of custody) tetap terjamin dan tak ada celah yang dapat merusak integritas barang bukti.

Informasi dari lingkungan sekitar klinik menyebutkan bahwa Sutrimo, pria berusia 45 tahun, datang pada hari Jumat pagi untuk menjalani pencabutan gigi geraham yang telah dijadwalkan. Menurut kerabat, ia tidak memiliki riwayat penyakit berat dan tak pernah mengeluhkan gangguan kesehatan yang serius selain sakit gigi yang sudah berlangsung dua pekan. Pihak keluarga pun mengaku terkejut saat mendapat kabar bahwa ia dinyatakan meninggal di dalam ruang praktik, padahal beberapa jam sebelumnya masih berkomunikasi lewat telepon.

Puluhan barang bukti tambahan yang tidak dimasukkan ke dalam tiga paket utama, seperti sidik jari laten yang diangkat dari gagang pintu dan meja periksa, juga telah didokumentasikan dalam berita acara. Seluruh temuan itu kini menunggu analisis komparatif di laboratorium guna dicocokkan dengan sampel dari sejumlah orang yang diperiksa, termasuk para tenaga medis dan pasien lain yang berada di lokasi pada jam yang sama.

Praktik Klinik Mordent sendiri telah dihentikan sementara oleh dinas kesehatan setempat hingga ada kejelasan hukum. Dokter gigi utama yang menangani Sutrimo berikut asisten dan staf administrasi sudah dimintai keterangan secara terpisah. "Kami kooperatif penuh. Semua rekam medis dan data penunjang sudah diserahkan tanpa ada yang ditutup-tutupi," ujar kuasa hukum klinik dalam pernyataan singkat di depan awak media. Pihak klinik juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap hasil forensik dapat segera mengungkap fakta yang sesungguhnya.

Di sisi lain, warga sekitar dan komunitas pasien klinik tersebut menyatakan harapannya agar polisi bekerja cepat namun tetap teliti. Sejumlah pengguna media sosial turut menyoroti kejadian ini dan meminta agar tidak ada spekulasi liar yang dapat merusak reputasi tenaga kesehatan. "Kami percayakan sepenuhnya kepada kepolisian. Jangan asal vonis sebelum bukti ilmiah berbicara," tulis salah satu warganet di forum diskusi lokal.

Dengan telah dikirimnya tiga berkas bukti ke Puslabfor, penyidik kini memasuki masa tunggu yang diperkirakan berlangsung antara satu hingga dua minggu, bergantung pada kerumitan pengujian. Selama masa itu, polisi akan terus mendalami latar belakang korban, memeriksa rekaman komunikasi, serta mengonfirmasi keabsahan izin praktik dan standar operasional di Klinik Mordent. "Kami tak akan menutup kemungkinan apa pun—kelalaian medis, kecelakaan, atau bahkan unsur pidana lain—semua masih terbuka sampai hasil lab memberikan arah yang lebih gamblang," pungkas sumber di lingkungan kepolisian.

Publik kini menanti titik terang dari kematian yang menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar itu. Berkas-berkas yang sudah berada di tangan ahli forensik diharapkan mampu menjawab misteri penyebab kematian Sutrimo dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User