Polisi Ajak Keluarga Ungkap Misteri di Balik Kematian Sutrimo

Paska penemuan jenazah Sutrimo di kediamannya, jajaran kepolisian di wilayah setempat bergerak cepat dengan pendekatan multidimensi. Salah satu langkah krusial yang ditempuh adalah membuka pintu seleb...

Jul 28, 2026 - 00:11
0 0
Polisi Ajak Keluarga Ungkap Misteri di Balik Kematian Sutrimo

Paska penemuan jenazah Sutrimo di kediamannya, jajaran kepolisian di wilayah setempat bergerak cepat dengan pendekatan multidimensi. Salah satu langkah krusial yang ditempuh adalah membuka pintu selebar-lebarnya bagi keluarga korban untuk menyampaikan semua kegelisahan yang mengganjal. Meski hasil pemeriksaan awal belum mengerucut, penawaran ini ditujukan untuk memastikan bahwa setiap jengkal proses hukum berjalan transparan dan tidak meninggalkan ruang gelap yang kelak menjadi bahan spekulasi liar di masyarakat.

Kronologi berawal dari rasa penasaran warga sekitar yang tidak melihat tanda-tanda aktivitas di rumah Sutrimo semenjak akhir pekan lalu. Saksi mata yang mencoba mengetuk pintu depan tanpa jawaban, lantas berinisiatif mengecek lewat pintu samping yang ternyata tidak digembok. Saat itulah jasad pria berusia 51 tahun itu ditemukan di lantai ruang tengah dengan posisi telentang. Tim Inafis yang tiba tak lama setelah laporan, segera mengamankan lokasi dan menggelar serangkaian prosedur identifikasi awal, termasuk pengambilan sidik jari dan sampel benda-benda di sekitar korban.

Pejabat sementara Satreskrim, Komisaris Andi Hartono, menerangkan bahwa status kematian hingga detik ini belum bisa dipastikan. Hasil visum luar memang tidak menunjukkan indikasi kuat adanya kekerasan berat, akan tetapi beberapa titik lebam yang terdeteksi masih memerlukan kajian lebih lanjut. "Kami persilakan keluarga tanpa ragu untuk mengetengahkan fakta atau kecurigaan sekecil apa pun. Setiap detil bisa menjadi kunci," ucapnya dalam konferensi pers singkat di Mapolres. Pihaknya menambahkan, jika keluarga menghendaki, proses bedah jenazah bisa segera difasilitasi setelah mendapat persetujuan tertulis.

Sementara itu, duka masih menyelimuti sanak saudara Sutrimo. Keponakan almarhum, Dewi Anggraini, menyatakan pihaknya belum berani menyimpulkan apapun. "Kami ingin percaya bahwa ini semua takdir, tapi tetap ada hal yang membuat kami bertanya-tanya," tuturnya dengan nada terisak. Ia merujuk pada sejumlah ganjalan, di antaranya adalah posisi sepeda motor korban yang berbeda dari kebiasaan dan isi dompet yang kosong, padahal biasanya berisi uang secukupnya. Meski demikian, ia mengakui bahwa Sutrimo memiliki riwayat hipertensi akut yang sering memicu pusing mendadak dan kelelahan.

Dokter forensik independen, dr. Lestari Kusuma, memberikan tinjauan bahwa lebam pada jenazah yang sudah lebih dari 12 jam bisa disebabkan oleh proses alami livor mortis ataupun kekerasan. Tanpa autopsi lengkap, kata dia, sulit membedakan keduanya. Ia menekankan perlunya koordinasi erat antara penyidik dan keluarga agar tidak terjadi kebuntuan informasi. Di sisi lain, beliau mengingatkan agar keluarga tidak serta-merta termakan isu yang beredar di media sosial, karena hanya pemeriksaan berbasis sains yang mampu mengurai kebenaran secara objektif.

Merespons spekulasi yang merebak, kepolisian setempat melakukan patroli dialogis ke kampung-kampung. Kapolsek setempat, Ajun Komisaris Polisi Budi Santosa, meminta warga menjaga ketertiban. Ia menyebut sudah ada beberapa akun media sosial yang menyebarkan narasi provokatif. "Kami imbau jangan asal menyebar konten yang belum jelas dasar hukumnya. Kita semua ingin keadilan, bukan kegaduhan," tuturnya. Saat ini situasi desa masih relatif tenang, kendati lalu-lalang warga ke rumah duka tetap tinggi sebagai bentuk solidaritas.

Ponsel milik Sutrimo kini berada di tangan penyidik guna dianalisis forensik digital. Langkah ini diharapkan mampu memetakan dengan siapa korban terakhir berkomunikasi dan apa saja isi pesan yang mungkin mengarah pada motif tertentu. Sembari menunggu hasil laboratorium, penyidik berencana memanggil sejumlah rekan almarhum yang sempat berinteraksi intens dalam sepekan terakhir. Semua upaya ini merupakan cerminan komitmen aparat untuk tidak menutup mata dan telinga, terlebih saat ganjalan dari keluarga menjadi pengingat bahwa di balik setiap kematian selalu ada cerita yang harus diurai dengan ketelitian dan hati-hati. Harapan publik kini tertuju pada sinergi yang solid antara pihak kepolisian dan kerabat, agar tak hanya gelap yang terang, namun juga derita yang kembali teduh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User