Polda Banten Uji DNA Mayat Enggano Terkait Korban Kapal Hilang
Mencekam dan dipenuhi ketidakpastian, penemuan sesosok mayat tanpa identitas di kawasan pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, kini menjadi fokus utama penyelidi
Mencekam dan dipenuhi ketidakpastian, penemuan sesosok mayat tanpa identitas di kawasan pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, kini menjadi fokus utama penyelidikan bagi kepolisian dan penantian penuh kecemasan bagi keluarga korban insiden hilangnya kapal Arupadhatu 1. Kepolisian Daerah (Polda) Banten bekerja sama dengan Polda Bengkulu tengah melakukan proses identifikasi ketat melalui pencocokan sampel Deoxyribonucleic Acid (DNA) untuk memastikan apakah jenazah tersebut merupakan salah satu penumpang kapal yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Krakatau.
Penemuan Jenazah di Pesisir Khayapu
Jasad pria tanpa identitas tersebut pertama kali ditemukan oleh warga lokal dalam kondisi terdampar di pesisir Desa Khayapu, Pulau Enggano, pada Sabtu (12/9) sore. Penemuan yang mengejutkan warga pulau terluar tersebut segera dilaporkan kepada tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu untuk tindakan evakuasi darurat. Mengingat geografis Pulau Enggano yang terisolasi di Samudra Hindia, proses mobilisasi dilakukan secara khusus menggunakan transportasi udara.
Pihak berwenang memutuskan mengevakuasi jenazah menggunakan pesawat udara menuju Kota Bengkulu guna mempercepat penanganan forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu. Berdasarkan pemeriksaan fisik awal, korban teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter. Namun, identifikasi visual secara mendalam mengalami kendala serius akibat kerusakan fisik pada bagian wajah korban yang diduga akibat terombang-ambing di lautan dalam waktu lama.
Prosedur Forensik dan Koordinasi Lintas Polda
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, mengonfirmasi bahwa proses autopsi telah rampung dilaksanakan oleh tim dokter forensik di Bengkulu. Saat ini, fokus utama penyidik adalah menunggu hasil laboratorium pembanding antara sampel genetik mayat tersebut dengan DNA keluarga korban kapal Arupadhatu 1 yang sebelumnya telah dikumpulkan di posko pencarian Banten.
"Mayat tersebut sudah dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan pesawat ke Polda Bengkulu. Hari ini sudah dilaksanakan autopsi, kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak," ujar Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea saat memberikan keterangan resmi di posko pencarian Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (14/9).
Kombes Pol Maruli mengimbau publik dan pihak keluarga untuk bersabar hingga seluruh rangkaian pengujian medis medis selesai dilakukan secara akurat. Pihaknya berjanji akan menyampaikan hasil resmi segera setelah transmisi data dari tim forensik Polda Bengkulu diterima secara penuh. "Kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan secara detail setelah keluar hasil cek DNA dari Polda Bengkulu," tegasnya penuh penekanan.
Misteri Musibah Kapal Arupadhatu 1
Peristiwa hilangnya kapal Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda telah memicu operasi pencarian dan pertolongan (SAR) skala besar yang melibatkan berbagai unsur SAR gabungan. Kapal yang membawa sejumlah penumpang, termasuk insan pers yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, dilaporkan hilang kontak tanpa sempat memancarkan sinyal marabahaya secara jelas. Pusat koordinasi pencarian yang dipusatkan di Dermaga Marina Carita, Pandeglang, terus beroperasi aktif untuk menyisir setiap petunjuk di sepanjang koridor laut Sumatra hingga pesisir Jawa bagian barat.
Berikut adalah poin-poin utama terkait penemuan jenazah dan proses identifikasi yang sedang berlangsung:
- Lokasi Penemuan: Pesisir Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.
- Waktu Penemuan: Sabtu (12/9) sore WIB oleh warga setempat dan Basarnas.
- Karakteristik Fisik: Pria, tinggi badan sekitar 165 cm, kondisi wajah mengalami kerusakan jaringan.
- Metode Evakuasi: Pengangkutan udara menggunakan pesawat menuju RS Bhayangkara Bengkulu.
- Status Pemeriksaan: Autopsi selesai, kini memasuki tahap analisis komparasi DNA keluarga.
Tabel ringkasan berikut menggambarkan kronologi singkat penanganan jenazah dari lokasi kejadian hingga proses pengujian forensik:
| Tahapan Operasional | Lokasi / Pelaksana | Status Perkembangan |
|---|---|---|
| Penemuan Pertama | Pesisir Desa Khayapu, Enggano | Selesai (Sabtu, 12/9) |
| Evakuasi Udara | Basarnas & Polairud Bengkulu | Selesai |
| Autopsi Forensik | RS Bhayangkara Polda Bengkulu | Selesai (Senin, 14/9) |
| Uji Silang Genetik (DNA) | Laboratorium Forensik Polri | Dalam Proses Analisis |
Harapan besar kini bertumpu pada hasil uji laboratorium genetik tersebut. Kepastian identitas korban tidak hanya penting untuk kepentingan penyidikan hukum terkait musibah pelayaran ini, tetapi juga menjadi jawaban yang sangat dinantikan oleh keluarga korban yang ditinggalkan dalam ketidakpastian mendalam.
Polda Banten bersama Polda Bengkulu tengah mencocokkan sampel DNA jenazah pria tanpa identitas yang terdampar di Pulau Enggano dengan keluarga korban hilang kapal Arupadhatu 1. Jenazah pria berketinggian 165 cm tersebut dievakuasi menggunakan pesawat untuk jalani autopsi forensik. Hasil tes DNA diharap segera mengungkap identitas pasti korban.



Comments (0)