PKS Desak Pendampingan Psikososial bagi Korban Gempa NTT
Fraksi PKS kembali menyuarakan perhatiannya terhadap kondisi psikologis para korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Anggota DPR RI dari PKS, Netty Prasetiyani, mendorong agar layanan kesehata...
Fraksi PKS kembali menyuarakan perhatiannya terhadap kondisi psikologis para korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Anggota DPR RI dari PKS, Netty Prasetiyani, mendorong agar layanan kesehatan mental menjadi bagian tak terpisahkan dari penanganan bencana yang tengah berlangsung di wilayah terdampak.
Kesehatan Mental Korban Sering Terabaikan
Dalam berbagai penanganan bencana, perhatian publik umumnya tertuju pada kebutuhan fisik seperti makanan, air bersih, tempat tinggal, dan layanan medis. Namun, Netty menilai aspek psikologis para penyintas kerap luput dari prioritas. Padahal, trauma akibat kehilangan tempat tinggal, harta benda, hingga anggota keluarga dapat meninggalkan luka mendalam yang tidak kalah serius dari luka fisik.
Politikus PKS itu menekankan bahwa pendampingan psikososial harus diberikan secara berkelanjutan, bukan hanya pada masa tanggap darurat. Proses pemulihan mental membutuhkan waktu yang panjang, sehingga perlu ada program yang dirancang untuk mendampingi korban dalam jangka waktu yang memadai.
Nakes dan Relawan Juga Perlu Perhatian
Yang menarik dari pernyataan Netty adalah penegasannya bahwa tenaga kesehatan (nakes) dan relawan juga membutuhkan perhatian serupa. Mereka yang bertugas di garis terdepan menghadapi tekanan yang sangat besar setiap hari. Menyaksikan penderitaan korban, bekerja di tengah keterbatasan, serta kelelahan fisik dan emosional yang berkepanjangan membuat mereka rentan mengalami kelelahan psikologis.
Netty mengingatkan bahwa tanpa dukungan mental yang memadai, kualitas pelayanan yang diberikan para nakes dan relawan dapat menurun. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental mereka sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik para korban.
Perlunya Dukungan Pemerintah
PKS berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat mengalokasikan anggaran dan sumber daya yang memadai untuk layanan kesehatan mental dalam penanganan bencana. Keberadaan psikolog, konselor, dan tenaga pendamping yang terlatih di lokasi pengungsian menjadi kebutuhan yang mendesak.
Selain itu, Netty juga mendorong adanya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar stigma terhadap orang yang mengalami gangguan mental tidak menghalangi mereka untuk mencari bantuan. Kesadaran kolektif bahwa kondisi psikologis pascabencana adalah hal yang wajar dan perlu ditangani akan mempercepat proses pemulihan.
Harapan untuk Pemulihan Menyeluruh
Melalui dorongan ini, PKS berharap penanganan gempa NTT tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada pemulihan jiwa para penyintas. Pendekatan yang menyeluruh antara pemulihan fisik dan mental dinilai menjadi kunci agar masyarakat dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan secara normal.
Kesehatan mental, tegas Netty, adalah fondasi penting bagi pemulihan yang sesungguhnya. Tanpa kondisi mental yang sehat, sulit bagi para korban untuk kembali produktif dan membangun kembali kehidupan mereka pascabencana.




Comments (0)