Pj Gubernur BI Destry Damayanti Temui Prabowo di Istana, Bahas Ekonomi
Suasana di Istana Kepresidenan Jakarta tampak lebih sibuk pada awal pekan ini. Penjabat sementara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, terlihat memasuki kompleks istana bersama rombongan, menand...
Suasana di Istana Kepresidenan Jakarta tampak lebih sibuk pada awal pekan ini. Penjabat sementara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, terlihat memasuki kompleks istana bersama rombongan, menandai pertemuan tertutup dengan Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran Destry bukan sendirian; ia didampingi oleh jajaran Dewan Gubernur, termasuk Thomas Djiwandono yang belakangan ini kerap mengikuti agenda-agenda strategis bank sentral. Pertemuan yang berlangsung intens itu menyita perhatian publik karena dilakukan di tengah dinamika ekonomi global yang masih bergolak.
Agenda di Balik Pintu Tertutup
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rapat tersebut membahas tiga pilar utama: stabilitas nilai tukar rupiah, pengendalian inflasi, dan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan mendatang. Presiden Prabowo disebut memberikan perhatian khusus pada pergerakan nilai tukar mata uang garuda yang sempat mengalami tekanan akibat ketidakpastian pasar keuangan global. Sementara itu, Destry memaparkan sejumlah instrumen moneter yang telah dan akan diambil oleh Bank Indonesia (BI) guna menjaga stabilitas sistem keuangan. Kebijakan suku bunga acuan dan intervensi di pasar valas menjadi topik hangat diskusi.
Thomas Djiwandono, yang merupakan salah satu deputi gubernur termuda di era modern BI, turut memberikan pandangan teknis mengenai jalur transmisi kebijakan moneter. Dengan latar belakang ekonominya yang kuat, ia menjelaskan perlunya sinkronisasi antara kebijakan fiskal pemerintah dan keputusan moneter bank sentral agar dampaknya terhadap sektor riil bisa optimal. Meskipun detail lengkap hasil rapat belum diungkap ke media, sejumlah sumber menyebutkan bahwa pertemuan berjalan dengan semangat kolaboratif.
Komitmen Menjaga Daya Beli Masyarakat
Isu inflasi, khususnya yang bersumber dari harga pangan dan energi, juga menjadi sorotan. Presiden Prabowo menekankan bahwa target inflasi tahun ini harus tetap berada dalam koridor aman, yaitu di kisaran 2,5 plus minus 1 persen. Untuk itu, BI berkomitmen terus melakukan operasi pasar terbuka dan penguatan cadangan devisa. Destry Damayanti menuturkan, pihaknya telah menyiapkan skenario kebijakan yang adaptif terhadap berbagai kemungkinan, termasuk jika terjadi lonjakan inflasi global yang lebih tajam dari perkiraan. "Sinergi antara bank sentral dan pemerintah adalah kunci," ujar seorang pejabat istana yang menolak disebutkan namanya, mengutip pernyataan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan turut dibahas. Pengalaman Indonesia dalam mengembangkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan sistem pembayaran berbasis digital mendapat apresiasi. Presiden mendorong agar inovasi tersebut terus diperluas hingga ke daerah-daerah terpencil guna mendorong inklusi keuangan. Destry menyambut baik dorongan itu dan memastikan BI akan mempercepat perluasan ekosistem digital yang inklusif.
Sinergi Kebijakan Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
Pertemuan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa koordinasi antara otoritas moneter dan pemerintah tetap erat. Di bawah kepemimpinan Destry Damayanti sebagai penjabat sementara, BI diharapkan mampu menjaga independensi sekaligus merespons kebutuhan pembangunan nasional. Thomas Djiwandono, dengan perannya yang strategis, dipercaya menjadi jembatan dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya prudent secara makroekonomi tetapi juga sensitif terhadap dinamika politik dan sosial.
Sejumlah pengamat menilai pertemuan ini wajar dan positif. "Di tengah ketidakpastian global, obrolan langsung antara presiden dan gubernur bank sentral sangat diperlukan untuk mempercepat pengambilan keputusan," ujar seorang ekonom dari lembaga riset independen. Ia menekankan bahwa transparansi hasil pertemuan perlu dijaga agar pasar tetap mendapat sinyal yang jelas. Publik berharap, himbauan untuk menjaga ekspektasi inflasi dan stabilitas rupiah dapat diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar retorika.
Pasca-pertemuan, Destry Damayanti dan Thomas Djiwandono tidak memberikan pernyataan resmi kepada awak media yang menunggu di luar istana. Keduanya tersenyum singkat dan masuk ke dalam kendaraan dinas. Meski begitu, gestur tubuh mereka mengisyaratkan keyakinan bahwa hasil pertemuan akan membawa dampak positif bagi arah ekonomi nasional. Kini, pasar menunggu langkah lanjutan BI dalam rapat dewan gubernur bulan depan yang akan menentukan arah suku bunga acuan berikutnya.
Dengan demikian, kunjungan Pj Gubernur BI ke Istana Kepresidenan bersama Thomas Djiwandono menjadi penanda bahwa komunikasi antara dua lembaga strategis ini tidak akan pernah terputus. Stabilitas ekonomi bukan milik satu institusi semata, melainkan buah kerja kolektif yang memerlukan keselarasan visi dan langkah. Semoga momentum ini mampu memperkuat fondasi perekonomian Indonesia menuju masa depan yang lebih tangguh.
Comments (0)