PGN Gencar Dorong CNG Jadi Pengganti LPG di Yogyakarta

YOGYAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara (PGN) semakin gencar memperluas pemanfaatan compressed natural gas (CNG) atau gas alam terkompresi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah ini diambil sebagai ba...

Aug 21, 2026 - 02:33
0 0
PGN Gencar Dorong CNG Jadi Pengganti LPG di Yogyakarta

YOGYAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara (PGN) semakin gencar memperluas pemanfaatan compressed natural gas (CNG) atau gas alam terkompresi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi dan menyediakan alternatif pengganti elpiji (LPG) yang selama ini menjadi andalan masyarakat untuk kebutuhan memasak dan menjalankan usaha.

CNG merupakan gas bumi yang dikompresi ke dalam tekanan tinggi sehingga volumenya mengecil dan mudah disimpan maupun diangkut. Berbeda dengan LPG yang sebagian besar pasokannya berasal dari impor, CNG memanfaatkan gas bumi domestik yang jumlahnya melimpah di dalam negeri. Kehadiran CNG pun dinilai strategis untuk menekan ketergantungan pada LPG impor sekaligus meringankan beban subsidi energi yang selama ini ditanggung negara.

Alternatif yang Lebih Ekonomis dan Ramah Lingkungan

Salah satu keunggulan utama CNG dibandingkan LPG adalah harganya yang relatif lebih murah. Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), selisih harga tersebut berdampak signifikan terhadap efisiensi biaya produksi. Di kota-kota yang menjadi pusat kuliner, kebutuhan gas untuk memasak dalam jumlah besar membuat biaya energi menjadi salah satu komponen terbesar dalam operasional usaha sehari-hari.

Selain lebih hemat, CNG juga dinilai lebih ramah lingkungan. Pembakaran gas alam menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar minyak maupun LPG. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dan mendorong percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih.

Pemanfaatan Meluas ke Berbagai Sektor

Di Yogyakarta, pemanfaatan CNG tidak hanya menyasar kebutuhan rumah tangga. PGN turut mendorong penggunaannya di sektor transportasi, perhotelan, restoran, hingga industri kecil. Kota pelajar sekaligus destinasi wisata ini memiliki ribuan UMKM yang bergerak di bidang kuliner dan kerajinan, sehingga potensi pasarnya dinilai sangat besar.

Strategi pengembangan yang diterapkan salah satunya melalui konsep virtual pipeline atau pipa virtual. Melalui skema ini, gas bumi yang belum terjangkau jaringan pipa dapat didistribusikan menggunakan truk pengangkut CNG. Dengan demikian, masyarakat di kawasan yang tidak dilalui pipa gas tetap bisa menikmati energi yang lebih terjangkau dan bersih tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur pipa yang memakan waktu lama.

Menopang Ketahanan Energi Nasional

Langkah PGN memperkuat pemanfaatan CNG di Yogyakarta merupakan bagian dari program yang lebih luas dalam bauran energi nasional. Pemerintah menargetkan peningkatan peran gas bumi dalam bauran energi primer nasional secara bertahap. Penguatan infrastruktur gas, termasuk pemanfaatan CNG di wilayah-wilayah yang belum terhubung jaringan pipa, menjadi salah satu kunci untuk mencapai target tersebut.

Di sisi lain, semakin banyaknya masyarakat yang beralih dari LPG ke CNG akan menekan volume impor LPG. Padahal, sebagian besar kebutuhan LPG nasional selama ini dipenuhi dari impor dengan nilai yang mencapai miliaran dolar setiap tahunnya. Pengalihan ini pun berpotensi menghemat devisa negara dan mengalihkannya untuk pembangunan sektor-sektor lain yang lebih produktif.

Tantangan Sosialisasi dan Infrastruktur

Kendati menjanjikan, perluasan pemanfaatan CNG tidak lepas dari tantangan. Sosialisasi kepada masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah karena sebagian besar konsumen sudah terbiasa menggunakan LPG. Keengganan untuk beralih biasanya muncul dari kekhawatiran soal keamanan, ketersediaan pasokan, serta kemudahan akses menuju titik pengisian.

Untuk menjawab kekhawatiran itu, PGN dinilai perlu memperbanyak titik penyaluran atau stasiun pengisian CNG serta memastikan ketersediaan pasokan secara berkelanjutan. Dukungan pemerintah daerah juga dibutuhkan, baik dalam hal regulasi, perizinan, maupun sosialisasi manfaat CNG kepada warganya. Kemitraan dengan koperasi, asosiasi UMKM, dan komunitas pengusaha setempat bisa menjadi katalis percepatan adopsi energi ini.

Peluang Besar bagi Yogyakarta

Sebagai salah satu destinasi wisata utama Indonesia, Yogyakarta memiliki kebutuhan energi yang terus tumbuh seiring bertambahnya jumlah pengunjung dan berkembangnya sektor jasa. Adopsi CNG yang lebih luas tidak hanya menguntungkan dari sisi ekonomi, tetapi juga memperkuat citra daerah yang peduli lingkungan.

Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi harga, kemudahan akses, dan kepercayaan publik. Jika ketiganya terjaga, CNG berpeluang menjadi tulang punggung energi alternatif pengganti LPG di Yogyakarta sekaligus menjadi contoh yang bisa direplikasi di daerah-daerah lain di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User