PGE Lampaui 727 MW dari Energi Panas Bumi

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina (Persero) yang fokus pada pengembangan energi panas bumi, kini telah mengoperasikan pembangkit listrik dengan total kapasitas terpasang me...

Jul 28, 2026 - 06:51
0 0
PGE Lampaui 727 MW dari Energi Panas Bumi

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina (Persero) yang fokus pada pengembangan energi panas bumi, kini telah mengoperasikan pembangkit listrik dengan total kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt. Angka ini menegaskan posisi PGE sebagai salah satu pengelola panas bumi terbesar di Indonesia sekaligus pemain kunci dalam transisi energi nasional.

Kapasitas tersebut berasal dari sejumlah Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola secara langsung oleh perseroan. Sebagian besar unit pembangkit tersebar di area strategis seperti Kamojang di Jawa Barat, Ulubelu di Lampung, Lahendong di Sulawesi Utara, dan Lumut Balai di Sumatra Selatan. Seluruh listrik yang dihasilkan dialirkan ke jaringan PT PLN (Persero) melalui skema Power Purchase Agreement jangka panjang, sehingga turut memperkuat keandalan pasokan di sistem kelistrikan Jawa-Bali dan Sumatra.

Pertumbuhan Melalui Pengembangan Aset Sendiri

Direktur Utama PGE (nama fiktif, namun mewakili pernyataan resmi) menjelaskan bahwa pencapaian 727 MW bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil dari strategi pengembangan yang terukur. "Kami terus mengoptimalkan lapangan existing sekaligus mempercepat proyek-proyek baru. Panas bumi adalah tulang punggung energi bersih yang stabil dan tidak terpengaruh cuaca, sehingga sangat cocok untuk memenuhi beban dasar sistem kelistrikan nasional," ujarnya dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta, pekan ini.

Lonjakan kapasitas terjadi setelah beroperasinya sejumlah unit tambahan, termasuk pengembangan Unit 5 Kamojang serta optimalisasi teknologi binary cycle di beberapa lapangan yang memungkinkan pemanfaatan fluida suhu rendah. Dengan tambahan ini, PGE tidak hanya menambah volume produksi listrik, tetapi juga meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya panas bumi.

Kontribusi pada Bauran Energi Nasional

Indonesia memiliki cadangan panas bumi terbesar kedua di dunia, tetapi tingkat pemanfaatannya masih jauh dari potensi. Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang panas bumi mencapai 7.200 MW pada tahun 2030 sesuai Rencana Umum Energi Nasional. Dengan kontribusi PGE sebesar 727 MW, perseroan menguasai lebih dari 80 persen kapasitas panas bumi yang sudah beroperasi di Tanah Air. Hal ini menjadikan perseroan sebagai motor penggerak utama dalam mengejar target tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (nama fiktif) menyampaikan apresiasi atas capaian PGE. "Ini menunjukkan bahwa investasi di sektor panas bumi tetap menarik dan mampu memberikan hasil konkret. Kami akan terus mendorong agar lebih banyak Wilayah Kerja dilelang dan dikembangkan, baik oleh BUMN maupun swasta, agar ketergantungan pada energi fosil semakin berkurang," jelasnya.

Dari sisi lingkungan, listrik yang dihasilkan dari panas bumi bersifat rendah emisi. Dengan 727 MW yang beroperasi, PGE berkontribusi mengurangi emisi karbon dioksida hingga jutaan ton per tahun—sebanding dengan menanam puluhan juta pohon atau menghilangkan ratusan ribu kendaraan bermotor dari jalan raya. Komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) terus dijalankan melalui konservasi hutan di sekitar area operasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Proyeksi ke Depan

PGE tidak berhenti pada angka 727 MW. Perseroan telah menyiapkan sejumlah proyek strategis yang dijadwalkan beroperasi secara bertahap hingga 2030. Di antaranya adalah pengembangan penuh WKP Lahendong, perluasan di Ulubelu, dan partisipasi dalam program percepatan panas bumi pemerintah. Dengan dukungan teknologi pengeboran dan reservoir terkini, kapasitas terpasang PGE diproyeksikan dapat menembus 1.000 MW dalam lima tahun ke depan.

Selain ekspansi domestik, PGE juga mulai menjajaki kerja sama internasional dalam bentuk alih teknologi dan investasi di luar negeri. Langkah ini sejalan dengan visi pertamina untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia yang berfokus pada solusi rendah karbon. Panas bumi, dengan keandalan dan emisi rendah yang dimilikinya, akan tetap menjadi salah satu pilar utama dalam portofolio energi bersih perseroan.

Dengan demikian, capaian 727 MW ini menjadi tonggak penting namun bukan titik akhir. Masyarakat dan pelaku usaha energi menantikan langkah PGE selanjutnya dalam mengoptimalkan "permata hijau" di perut bumi Indonesia, sekaligus menjawab tantangan ketahanan energi dan perubahan iklim. PGE telah membuktikan bahwa panas bumi bukan sekadar sumber energi alternatif, melainkan solusi strategis yang siap dikembangkan dalam skala besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User