Petugas Damkar Bantul Evakuasi Kucing Oranye yang Terjebak di Kap Mesin Mobil

Bantul – Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul kembali menunjukkan aksi cekatan mereka, kali ini bukan memadamkan api, melainkan...

Jul 28, 2026 - 09:51
0 0
Petugas Damkar Bantul Evakuasi Kucing Oranye yang Terjebak di Kap Mesin Mobil

Bantul – Petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul kembali menunjukkan aksi cekatan mereka, kali ini bukan memadamkan api, melainkan menyelamatkan seekor kucing oranye yang terperangkap di dalam ruang mesin mobil. Operasi yang berlangsung dramatis selama sekitar 30 menit itu berlangsung pada Senin pagi (25/7/2026) di kawasan permukiman padat penduduk di Kecamatan Bantul, tepatnya di halaman parkir sebuah ruko di Jalan Jenderal Sudirman. Kejadian ini sontak menyedot perhatian warga sekitar yang penasaran sekaligus iba melihat nasib si kucing.

Kronologi Penemuan Kucing Terjebak

Menurut keterangan salah seorang saksi, Sumarni (42), pemilik warung kelontong tak jauh dari lokasi, peristiwa bermula ketika ia mendengar suara mengeong lirih dari arah mobil sedan berwarna silver yang terparkir sejak malam sebelumnya. "Awalnya saya kira suara itu dari anak kucing di selokan. Tapi lama-lama kok terus-terusan dan jelas dari dalam kap mobil," tuturnya. Sang pemilik kendaraan, Budi Santoso (37), baru menyadari ada yang tidak beres saat akan menyalakan mesin untuk berangkat kerja. Dari balik gril depan, ia melihat sepasang bola mata ketakutan milik kucing berbulu jingga yang meringkuk tepat di celah antara blok mesin dan komponen kelistrikan.

Budi segera membuka kap depan, namun kucing itu semakin panik dan merangsek ke bagian yang lebih sempit. Upaya mengeluarkannya dengan cara manual justru membuat si kucing bergerak ke area yang berbahaya. "Saya takut kucingnya kesetrum atau malah lari ke knalpot. Akhirnya saya telepon 112," ujar Budi. Tak butuh waktu lama, dua unit mobil damkar dari Pos Induk Bantul tiba di lokasi dengan lima personel yang dipimpin oleh Komandan Regu, Agus Prasetyo.

Teknik Semprotan Air Tenangkan Kucing

Agus dan tim langsung melakukan asesmen. Setelah mengamati posisi kucing melalui senter kecil, mereka memutuskan untuk tidak membongkar komponen mesin yang bisa berisiko merusak kendaraan. Sebagai gantinya, dipilihlah metode pengendalian hewan dengan stimulus air bertekanan rendah—teknik yang kerap digunakan tim rescue untuk menangani hewan liar yang terjebak di area terbatas.

"Kucing yang stres biasanya akan bereaksi terhadap percikan air. Bukan untuk membuatnya takut, tapi untuk mengarahkan pergerakannya ke jalur keluar yang sudah kami siapkan," jelas Agus. Dengan selang kecil berkepala semprot lembut, petugas menyemprotkan air secara perlahan ke celah mesin dari sudut yang aman. Si kucing oranye, yang belakangan diketahui jantan berusia sekitar satu tahun, awalnya meronta dan mengeluarkan suara protes. Namun begitu air mengenai punggungnya yang berdebu, nalurinya untuk menghindar justru mendorongnya bergerak perlahan ke depan, tepat menuju mulut kap yang sudah terbuka lebar.

Proses ini bukan tanpa hambatan. Dalam tiga kali percobaan, si kucing sempat mundur kembali ke posisi awal ketika kakinya menyentuh permukaan logam yang panas. Petugas harus ekstra sabar, memberi jeda agar hewan itu tenang, lalu kembali menyemprotkan air dengan pola yang lebih halus. Seorang anggota tim lainnya, Yulianto, bertugas mengarahkan lampu sorot ke area keluar agar kucing tidak silau dan menabrak komponen mesin.

Detik-detik Penyelamatan dan Reaksi Warga

Tepat 31 menit setelah tim tiba, momen yang dinantikan pun tiba. Si kucing oranye akhirnya melompat keluar melalui celah yang cukup lebar antara radiator dan penutup kap. Dengan tubuh basah sedikit kuyup, ia mendarat di atas apron beton, mengeong panjang, lalu kabur ke arah semak-semak di sisi jalan. Sejumlah warga yang sejak tadi berkumpul spontan bersorak dan bertepuk tangan. Seorang ibu paruh baya bahkan langsung menyodorkan sekaleng sarden kepada relawan yang berdiri di dekatnya, bermaksud memberi makan kucing itu setelah tenang.

Namun, kejutan lain muncul. Tak lama setelah kucing itu lari, seorang pemuda bernama Dedi (19) datang sambil membawa kandang kecil. Rupanya kucing oranye tersebut adalah peliharaannya yang hilang dua hari sebelumnya. "Dia biasanya main di sekitar bengkel. Mungkin karena hujan semalam, dia cari tempat hangat di dalam mobil," kata Dedi yang tampak lega. Setelah sedikit usaha memanggil-manggil, si kucing akhirnya keluar dari persembunyiannya dan berhasil dimasukkan ke dalam kandang dengan selamat.

Komitmen Damkar Bantul dalam Penanganan Satwa

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, melalui siaran singkatnya, mengapresiasi kecepatan respons tim lapangan. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas pemadam kebakaran dan penyelamatan tidak hanya terbatas pada kebakaran atau bencana alam, melainkan juga mencakup penyelamatan hewan dan bantuan kemanusiaan lainnya. Selama tahun 2026 saja, BPBD Bantul telah mencatat lebih dari 42 kali penanganan kasus penyelamatan hewan, mulai dari ular yang masuk rumah, burung yang tersangkut di tiang listrik, hingga ternak yang jatuh ke sumur tua.

Agus menambahkan, pihaknya terus melatih personel dalam teknik animal rescue yang humanis dan berbasis kesejahteraan hewan. "Setiap anggota wajib paham perilaku dasar hewan dan teknik evakuasi yang minim cedera. Untuk kucing, biasanya kami menggunakan metode blokade visual atau stimulan air seperti tadi. Ini lebih efektif daripada memaksa turun tangan secara fisik yang bisa membuat hewan makin stres," tuturnya.

Kejadian ini pun menjadi pelajaran berharga bagi para pemilik kendaraan, terutama di musim penghujan atau saat cuaca dingin. Kucing dan hewan kecil lainnya acap mencari kehangatan di ruang mesin seusai mobil diparkir dalam waktu lama. Sebelum menstarter kendaraan, masyarakat diimbau untuk mengetuk kap mesin atau mengintip sebentar ke dalam kolong mobil. Langkah sederhana ini bisa mencegah cedera fatal pada satwa liar maupun peliharaan, sekaligus menghindari kerusakan komponen mobil akibat keberadaan hewan yang tidak terduga.

Kisah kucing oranye yang sempat viral di media sosial lokal itu kini berakhir bahagia. Si kucing diberi nama "Orange" oleh Dedi dan warganet ramai-ramai mengirimkan stiker apresiasi untuk tim Damkar Bantul. "Terima kasih banyak kepada bapak-bapak damkar. Mereka sangat sigap dan sayang binatang," tulis seorang warganet di unggahan yang menampilkan foto kucing basah namun selamat itu. Kasus ini mengukuhkan bahwa kehadiran lembaga penyelamatan bukan hanya soal nyala api, tetapi juga tentang menyelamatkan setiap nyawa yang butuh pertolongan—tak peduli seberapa kecil ukurannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User