Pertamina Patra Niaga Ambil Langkah Tegas Awasi Sopir Tangki BBM
Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga memperkuat sistem pengawasan distribusi bahan bakar minyak dengan menyoroti potensi pelanggaran yang dilakukan oleh oknum pengemudi mobil tangki. Langkah ini diamb...
Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga memperkuat sistem pengawasan distribusi bahan bakar minyak dengan menyoroti potensi pelanggaran yang dilakukan oleh oknum pengemudi mobil tangki. Langkah ini diambil setelah ditemukan indikasi praktik-praktik yang menyimpang dari prosedur operasi standar, yang berpotensi merugikan konsumen serta mengganggu stabilitas stok BBM nasional. Perusahaan menegaskan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi tindakan yang mencederai amanah penyaluran energi kepada masyarakat. Seluruh rantai distribusi, mulai dari terminal BBM hingga stasiun pengisian, kini berada di bawah pengawasan berlapis yang lebih ketat.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, mengungkapkan dalam keterangannya bahwa perusahaan telah membentuk satuan tugas khusus untuk memantau setiap pergerakan armada tangki secara digital dan manual. “Kami menyadari bahwa penyalahgunaan di lapangan bisa terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari upaya pengoplosan, penjualan BBM bersubsidi ke pihak yang tidak berhak, hingga manipulasi pencatatan pengiriman. Karena itu, kami membangun sistem deteksi dini yang mengintegrasikan teknologi telematika dan laporan masyarakat,” ujarnya. Sistem ini memungkinkan pusat komando memantau secara langsung kecepatan kendaraan, rute yang ditempuh, serta buka-tutup katup tangki, sehingga setiap anomali langsung terdeteksi.
Pengawasan Berlapis dan Sanksi Tanpa Kompromi
Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan menerima laporan dari konsumen dan pengelola SPBU mengenai dugaan kecurangan yang melibatkan pengemudi. Modus yang paling sering ditemukan adalah pengiriman BBM dalam jumlah tidak sesuai surat jalan, dengan selisih volume yang signifikan. Salah satu temuan lapangan mengungkap sebuah mobil tangki mengangkut 32 kiloliter Premium, tetapi setelah tiba di SPBU hanya tercatat 31,2 kiloliter. Selisih 800 liter itu diduga dialihkan ke penampung ilegal di pinggiran kota. Kasus ini kini telah dilaporkan ke pihak berwajib dan pengemudi yang bersangkutan dipecat secara tidak hormat.
Selain itu, ada pula oknum yang mengubah segel muatan di tengah perjalanan. Perusahaan kini memasang segel elektronik yang terhubung dengan sistem pusat, sehingga apabila segel dibuka sebelum sampai di titik penurunan resmi, alarm akan berbunyi dan tim investigasi langsung dikerahkan. “Kami tidak segan menindak dengan sanksi berat, termasuk pemutusan hubungan kerja, denda, hingga proses hukum pidana. Tidak ada toleransi untuk pembocoran BBM yang merupakan hajat hidup orang banyak,” tegas Riva. Perusahaan juga menggandeng Kepolisian Republik Indonesia dan Dinas Perhubungan untuk melakukan inspeksi mendadak di titik rawan sepanjang jalur distribusi utama di Pulau Jawa dan Sumatera.
Pertamina Patra Niaga turut membuka saluran pengaduan melalui pusat kontak 135 dan aplikasi MyPertamina, yang menerima laporan dari masyarakat jika melihat aktivitas mencurigakan selama perjalanan tangki. Setiap laporan yang valid akan ditindaklanjuti dalam waktu 1x24 jam. Sebagai bentuk transparansi, perusahaan akan memublikasikan hasil penindakan secara berkala melalui media resmi. Langkah ini diharapkan membangun efek jera sekaligus meningkatkan partisipasi publik dalam mengawal distribusi BBM yang adil.
Di sisi lain, stok BBM nasional dipastikan dalam kondisi aman. Data terbaru dari Integrated Enterprise Data Centre Pertamina menunjukkan ketahanan pasokan Premium bertahan hingga 19 hari, Pertalite 14 hari, dan Solar bersubsidi 17 hari. Operasional lebih dari 5.600 SPBU di seluruh Indonesia berjalan normal tanpa kendala berarti. Pengetatan pengawasan justru memperlancar arus distribusi karena mengurangi potensi penyelewengan yang biasanya menyebabkan antrean panjang atau kelangkaan semu di beberapa titik.
Pengamat energi dari Universitas Indonesia, Hanafi Rais, menilai langkah tegas ini sebagai respons yang tepat di tengah tekanan fiskal subsidi BBM. “Setiap liter BBM yang bocor ke pasar ilegal adalah kerugian negara yang nyata. Dengan pengawasan digital yang masif, bukan tidak mungkin tingkat penyusutan bisa ditekan hingga 30 persen dalam setahun ke depan,” katanya. Ia juga mendorong agar perusahaan merangkul organisasi sopir tanki untuk turut mengkampanyekan budaya kerja bersih dan saling mengontrol.
Para pengemudi yang telah menjalani pembinaan dan berkomitmen menjaga standar kerja akan mendapatkan apresiasi berupa insentif keselamatan dan penghargaan periodik. Program “Pengemudi Teladan” yang baru diluncurkan menawarkan bonus bagi pengemudi yang secara konsisten menjaga ketepatan rute, volume, dan waktu tempuh selama enam bulan berturut-turut. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki dan profesionalisme di kalangan pekerja lapangan, sehingga pengawasan tidak hanya bersifat represif tetapi juga mendidik.
Pertamina Patra Niaga berjanji akan terus mengembangkan teknologi pengawasan, termasuk mengadopsi sistem blockchain untuk pencatatan distribusi agar setiap transaksi pengiriman BBM tidak bisa direkayasa. Uji coba sistem ini ditargetkan berjalan pada kuartal keempat tahun ini di jalur distribusi Jawa Bagian Barat. Dengan kombinasi teknologi mutakhir, penegakan aturan yang tegas, dan partisipasi publik, perusahaan optimitis dapat menutup celah penyimpangan dan memastikan setiap tetes BBM sampai kepada yang berhak.
Comments (0)