Peringati 90 Tahun Habibie, IIFTIHAR Gelar Forum Kepemimpinan Bahas Inovasi

Jakarta, Juli 2026 — Sebuah gelaran berskala nasional yang menyatukan semangat peringatan dan pemikiran visioner berlangsung di ibu kota. Ikatan Ilmuwan dan Teknisi Islam Indonesia untuk Habibie (II...

Jul 27, 2026 - 21:42
0 0
Peringati 90 Tahun Habibie, IIFTIHAR Gelar Forum Kepemimpinan Bahas Inovasi

Jakarta, Juli 2026 — Sebuah gelaran berskala nasional yang menyatukan semangat peringatan dan pemikiran visioner berlangsung di ibu kota. Ikatan Ilmuwan dan Teknisi Islam Indonesia untuk Habibie (IIFTIHAR) bersama detik.com menghelat Leaders Forum sebagai puncak refleksi tiga dekade perjalanan organisasi, sekaligus memperingati 90 tahun kelahiran sosok negarawan dan pelopor teknologi, Bacharuddin Jusuf Habibie. Forum yang dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan dari lintas sektor ini menjadi panggung bagi lahirnya gagasan segar tentang masa depan inovasi di dunia Islam.

Acara yang digelar di salah satu pusat konferensi terkemuka di Jakarta ini tidak sekadar seremoni. Melalui tajuk yang mengangkat signifikansi pemikiran Habibie, forum ini bertujuan membedah dan meneruskan benang merah visi teknologi sang mantan presiden ke dalam konteks kontemporer. Para peserta diajak menelusuri bagaimana idealisme Habibie tentang kemandirian bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diadaptasi untuk menjawab tantangan di era digital dan disrupsi kecerdasan buatan.

Warisan Pemikiran yang Melampaui Zaman

Nama B.J. Habibie bukan sekadar ikon dirgantara. Ia adalah simbol dari lompatan intelektual yang membuktikan bahwa bangsa Muslim mampu berdiri di garis terdepan inovasi teknologi global. Dalam forum tersebut, para pembicara dan tamu undangan secara konsisten menyoroti relevansi paradigma Habibie tentang penguasaan teknologi sebagai prasyarat kebangkitan peradaban. Diskusi mengalir dari kilas balik kontribusinya dalam merintis industri pesawat terbang, hingga bagaimana pola pikirnya dapat diimplementasikan dalam pengembangan ekosistem startup berbasis riset di negara-negara mayoritas Muslim.

Ketua Panitia Penyelenggara, dalam sambutannya, menekankan bahwa peringatan 30 tahun IIFTIHAR dan 90 tahun Habibie adalah momentum untuk mengingat kembali bahwa kemajuan tidak pernah dicapai dengan menjadi konsumen teknologi semata. “Habibie mengajarkan kita untuk menjadi produsen, menjadi pemilik peta jalan teknologi, bukan sekadar pengguna. Forum ini adalah upaya kami untuk menerjemahkan api semangat itu ke dalam inisiatif yang konkret,” ungkapnya. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari audiens yang sebagian besar terdiri dari akademisi, profesional muda, dan pelaku industri halal.

Berbeda dengan forum sejenis yang kerap terjebak pada nostalgia, Leaders Forum ini sengaja dirancang sebagai ruang dialog progresif. Sejumlah panel diskusi menyoroti isu-isu terkini seperti inkubasi teknologi berbasis etika Islam, pengembangan kecerdasan buatan yang inklusif, serta potensi kolaborasi riset antarnegara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Narasumber yang hadir berasal dari spektrum yang luas: pejabat pemerintah, Cendekiawan muslim, pendiri perusahaan rintisan teknologi, hingga investor ventura yang memiliki fokus pada pasar syariah.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah pembahasan mengenai bagaimana prinsip-prinsip tata kelola dalam Islam, seperti transparansi dan keadilan distributif, dapat menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi finansial dan rantai pasok pangan halal global. Para ahli yang berbicara dalam sesi ini sepakat bahwa ekonomi Islam digital memerlukan lompatan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan syariah, tetapi juga pada efisiensi dan dampak sosial yang terukur. Di sinilah visi Habibie tentang keselarasan antara iman, ilmu pengetahuan, dan teknologi menemukan rumahnya kembali.

Meneropong Masa Depan Inovasi Dunia Islam

Forum ini juga menjadi ajang peluncuran beberapa program strategis IIFTIHAR untuk dekade mendatang. Organisasi yang telah berkiprah selama tiga dekade ini berkomitmen untuk meningkatkan perannya sebagai katalisator pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang sains dan teknologi. Beberapa inisiatif yang diumumkan mencakup program beasiswa pascasarjana untuk riset di bidang kecerdasan buatan dan energi terbarukan, serta pembangunan pusat kolaborasi riset virtual yang menghubungkan ilmuwan muslim di seluruh dunia. Langkah ini dinilai sebagai perwujudan nyata dari cita-cita Habibie yang selalu mendorong kaum intelektual untuk memberikan kontribusi maksimal bagi peradaban.

Direktur Utama detik.com, dalam keterangannya, menyatakan bahwa kolaborasi media dengan organisasi keilmuan semacam ini merupakan bentuk tanggung jawab dalam membangun diskursus publik yang berkualitas. Menurutnya, media tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu menjadi infrastruktur pencerahan yang mempertemukan ide-ide besar dengan masyarakat luas. “Kami melihat semangat Habibie sebagai energi yang tidak pernah habis. Melalui platform digital, kami ingin memastikan bahwa warisan pemikiran ini dapat diakses dan menginspirasi generasi milenial dan Gen Z, yang kelak akan menjadi pelaku utama transformasi,” jelasnya.

Dalam amatan para peserta, forum ini berhasil menghadirkan keseimbangan antara penghormatan terhadap sejarah dan orientasi ke masa depan. Pameran mini yang menampilkan karya-karya inovasi dari berbagai inkubator bisnis Islam turut memeriahkan acara. Di sana, pengunjung dapat melihat langsung prototipe perangkat berbasis Internet of Things (IoT) untuk pertanian presisi, aplikasi halal blockchain untuk ketertelusuran produk, hingga alat bantu medis murah yang dirancang oleh mahasiswa. Semua ini menjadi bukti bahwa semangat Habibie dalam menciptakan teknologi bermanfaat bagi manusia masih hidup dan terus berevolusi.

Seorang panelis yang juga mantan kolega Habibie di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membagikan kenangannya tentang bagaimana sang insinyur selalu mendorong kerja keras, ketelitian, dan keberanian untuk berbeda. “Beliau tidak takut pada kegagalan, yang beliau takuti adalah jika kita tidak mencoba. Forum ini adalah bukti bahwa seruan itu masih bergema, dan kita semua punya tanggung jawab untuk menjawabnya dengan karya nyata,” katanya, menambah syahdu suasana.

Leaders Forum IIFTIHAR ini ditutup dengan sebuah resolusi bersama untuk membentuk Koalisi Inovasi Dunia Islam yang akan bergerak dalam riset, pendanaan, dan advokasi kebijakan teknologi. Resolusi tersebut menegaskan kembali keyakinan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menembus batas-batas kemajuan. Dengan menyatukan potensi yang tersebar, forum ini optimistis bahwa lompatan-lompatan berikutnya dalam sejarah teknologi akan muncul dari poros peradaban Islam.

Acara yang berlangsung seharian penuh ini meninggalkan kesan mendalam akan pentingnya menjaga tali simpul antara iman, ilmu, dan amal. Di usianya yang ke-30, IIFTIHAR tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi secara tegas menancapkan benderanya di peta masa depan. Sementara itu, di usianya yang ke-90, B.J. Habibie, melalui jejak pemikirannya, kembali membuktikan bahwa ia adalah bintang penunjuk arah yang cahayanya tak akan redup oleh waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User