Peringatan HUT ke-67 KemenPAN-RB, Menteri Rini Tabur Bunga di Makam Dua Pendahulu

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) memulai rangkaian peringatan hari jadi ke-67 dengan sebuah kegiatan yang sarat makna. Menteri PANRB Rini Widyantini memi...

Jul 28, 2026 - 01:36
0 0
Peringatan HUT ke-67 KemenPAN-RB, Menteri Rini Tabur Bunga di Makam Dua Pendahulu

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) memulai rangkaian peringatan hari jadi ke-67 dengan sebuah kegiatan yang sarat makna. Menteri PANRB Rini Widyantini memimpin langsung ziarah ke makam dua mantan menteri yang telah tiada, yaitu almarhum Syafruddin dan almarhum Tjahjo Kumolo. Prosesi ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud penghormatan atas pengabdian dan dedikasi dua tokoh tersebut dalam membangun birokrasi Indonesia.

Kegiatan ziarah berlangsung pada pagi hari dengan suasana haru. Rini tampak mengheningkan cipta sejenak sebelum menaburkan bunga di pusara masing-masing. Kehadiran sejumlah pejabat eselon I KemenPAN-RB menambah khidmat momen tersebut. Dalam kesempatan itu, Menteri Rini menyampaikan bahwa nilai-nilai perjuangan yang ditanamkan oleh kedua pendahulunya masih relevan hingga kini.

Dedikasi Almarhum Syafruddin dalam Profesionalisme ASN

Almarhum Syafruddin, yang menjabat sebagai Menteri PANRB periode 2016–2019, dikenal sebagai sosok yang gigih mendorong profesionalisme aparatur sipil negara (ASN). Di bawah kepemimpinannya, KemenPAN-RB meluncurkan sejumlah inisiatif strategis seperti penyederhanaan birokrasi melalui pemangkasan eselon III dan IV, yang kemudian dialihkan menjadi jabatan fungsional. Langkah ini dinilai berani dan visioner, karena secara langsung mengubah lanskap karier ASN agar lebih berbasis kompetensi.

Tak hanya itu, Syafruddin juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas ASN melalui pelatihan berkelanjutan dan sistem merit. Ia kerap menyatakan bahwa reformasi birokrasi tidak akan berhasil tanpa perubahan pola pikir para aparatur. Warisan terbesarnya adalah fondasi manajemen talenta di instansi pemerintah yang kini terus dikembangkan. Menteri Rini mengakui, banyak kebijakan yang dijalankan saat ini merupakan hasil peletakan batu pertama pada masa Syafruddin.

Kenangan akan Tjahjo Kumolo dan Pelayanan Publik Inklusif

Almarhum Tjahjo Kumolo memimpin kementerian ini pada periode 2019–2022 dengan gaya kepemimpinan yang merangkul. Ia sangat fokus pada penyelenggaraan pelayanan publik yang inklusif dan pendekatan reformasi birokrasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu gebrakannya adalah memacu digitalisasi pelayanan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Di bawah kendalinya, jumlah MPP di berbagai daerah meningkat signifikan dan indeks pelayanan publik menunjukkan perbaikan.

Tjahjo juga diingat karena komitmennya terhadap pengawasan internal dan pemberantasan pungli. Ia membangun kerja sama erat dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membangun zona integritas di instansi pemerintah. Sosoknya yang rendah hati dan selalu mendengarkan aspirasi pegawai membuat banyak ASN merasa kehilangan. “Beliau adalah pemimpin yang selalu mengedepankan hati nurani dalam setiap kebijakan,” ujar Rini saat memberikan sambutan singkat di lokasi ziarah.

Membangun Birokrasi yang Lincah dan Berintegritas

Dalam refleksi peringatan HUT ke-67 ini, Menteri Rini menegaskan bahwa KemenPAN-RB akan melanjutkan estafet perjuangan para pendahulu dengan semangat baru. Ia menyoroti tiga pilar utama yang menjadi fokus: transformasi digital, penguatan integritas, dan peningkatan kualitas SDM aparatur. Menurutnya, arah kebijakan harus adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang telah diperjuangkan oleh Syafruddin dan Tjahjo.

“Kami berkomitmen menjadikan birokrasi Indonesia sebagai motor penggerak pembangunan yang lincah, transparan, dan melayani sepenuh hati,” tegasnya. Rini juga mengajak seluruh jajaran KemenPAN-RB untuk menjadikan momen ziarah ini sebagai penyemangat dalam bekerja. Ia berharap, setiap ASN dapat meneladani integritas tinggi yang ditunjukkan oleh kedua mantan menteri tersebut.

Rangkaian peringatan HUT ke-67 KemenPAN-RB sendiri akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti bakti sosial, lomba inovasi antarunit, dan seminar nasional tentang masa depan birokrasi. Namun, ziarah ini menjadi salah satu agenda paling bermakna karena menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan lembaga. Para peserta yang hadir terlihat terharu saat doa bersama dipanjatkan untuk kedua almarhum.

Inspirasi untuk Generasi ASN Mendatang

Bagi generasi muda ASN, sosok Syafruddin dan Tjahjo Kumolo menjadi inspirasi bahwa jabatan menteri bukan sekadar kekuasaan, melainkan pengabdian sejati kepada bangsa. Keduanya meninggalkan jejak bersih tanpa cela, dan dihormati lintas golongan. Menteri Rini berpesan agar para ASN muda tidak hanya mengejar karier, tetapi juga membangun karakter dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai penutup, Rini menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar dua mantan menteri yang telah ikhlas mendukung pengabdian mereka selama hidup. Hubungan emosional antara KemenPAN-RB dengan keluarga almarhum tetap terjaga erat. Ziarah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa birokrasi yang baik dibangun di atas nilai-nilai kemanusiaan dan keteladanan, bukan sekadar aturan dan prosedur.

Dengan semangat tersebut, KemenPAN-RB memasuki usia ke-67 dengan harapan agar tetap relevan sebagai penggerak reformasi birokrasi yang terus menerus. Derap langkah ke depan akan semakin mantap karena dituntun oleh warisan luhur para pendahulu yang tak lekang oleh waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User