Perguruan Tinggi Disiapkan Jadi Motor Riset Industri Kapal Nasional

Jakarta — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengarahkan seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk mengg...

Jul 27, 2026 - 21:58
0 0
Perguruan Tinggi Disiapkan Jadi Motor Riset Industri Kapal Nasional

Jakarta — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengarahkan seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk menggencarkan riset di sektor industri perkapalan. Arahan ini disampaikan untuk memperkuat kemandirian maritim dan mendorong inovasi teknologi dalam negeri.

Dalam pertemuan koordinasi yang digelar di Jakarta, Brian menjelaskan bahwa kapasitas riset kampus selama ini kurang optimal untuk mendukung sektor strategis seperti perkapalan. Padahal, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kebutuhan besar akan armada kapal yang kuat, mulai dari kapal niaga, perikanan, hingga kapal pertahanan. “Presiden Prabowo melihat bahwa ketergantungan kita pada teknologi asing di sektor ini terlalu besar. Kampus harus menjadi ujung tombak perubahan,” ujarnya.

Visi Maritim dan Kemandirian Teknologi

Presiden Prabowo, menurut Brian, ingin agar riset perkapalan tidak sekadar berhenti di publikasi ilmiah, namun menghasilkan prototipe kapal yang siap diproduksi secara massal dan berdaya saing global. Fokus ini sejalan dengan visi jangka panjang pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang tidak hanya kuat di sektor perikanan dan logistik, tetapi juga dalam industri pembuatan kapal.

Data dari Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa kebutuhan kapal nasional mencapai ribuan unit per tahun, namun sebagian besar masih dipenuhi dari impor. Hal ini menunjukkan adanya celah besar yang bisa diisi oleh hasil riset dan pengembangan dari kampus-kampus ternama yang memiliki program studi teknik perkapalan dan kelautan.

Kolaborasi Multidisiplin dan Kemitraan Industri

Lebih lanjut, Brian menuturkan bahwa arahan Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin. Tidak hanya teknik perkapalan, tetapi juga ilmu material, robotika bawah air, sistem navigasi cerdas, dan energi terbarukan untuk kapal listrik. “Pemerintah mendorong terbentuknya konsorsium riset nasional yang melibatkan kampus, lembaga penelitian, dan galangan kapal,” terangnya.

Beberapa universitas dengan kekuatan di bidang teknik perkapalan seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Hasanuddin diperkirakan akan menjadi pionir dalam proyek-proyek riset strategis. Kementerian juga berencana memberikan insentif berupa hibah riset khusus serta kemudahan kerja sama industri untuk mengakselerasi inovasi.

Brian menambahkan bahwa arahan presiden juga mencakup pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul. Program magang mahasiswa di galangan kapal, pelatihan desain kapal digital, dan pertukaran peneliti dengan institusi maritim global akan diintensifkan. “Kami ingin mencetak insinyur perkapalan kelas dunia yang lahir dari kampus Indonesia,” katanya.

Dampak Ekonomi dan Pertahanan

Pemerintah meyakini bahwa penguasaan teknologi perkapalan akan memberikan efek domino yang luas. Secara ekonomi, industri kapal dalam negeri dapat menghemat devisa negara secara signifikan serta membuka lapangan kerja di sektor manufaktur tingkat tinggi. Selain itu, kemandirian dalam produksi kapal perang dan patroli menjadi krusial untuk menjaga kedaulatan wilayah laut yang rawan konflik dan kejahatan lintas batas.

“Presiden ingin agar Indonesia mampu memproduksi sendiri kapal-kapal canggih untuk TNI AL maupun kepentingan sipil. Ini bagian dari strategi pertahanan dan ketahanan nasional,” ujar Brian. Dengan didukung riset kampus, target produksi kapal dalam negeri diharapkan melonjak signifikan pada dekade mendatang.

Respons dari Akademisi dan Praktisi

Akademisi merespons positif arahan ini, meskipun mengingatkan perlunya konsistensi pendanaan dan pembaruan peralatan laboratorium. Banyak laboratorium perkapalan di kampus masih menggunakan teknologi lawas sehingga hasil riset sering tidak mampu bersaing dengan industri global. “Ini momentum bagus, tapi harus dibarengi investasi fasilitas riset yang memadai,” ujar seorang profesor teknik perkapalan yang enggan disebut namanya.

Di sisi lain, pelaku industri menyambut baik pelibatan kampus. Selama ini, sektor swasta kesulitan menemukan SDM terampil dan inovasi riset yang aplikatif. Kolaborasi erat diharapkan mampu memecahkan masalah nyata seperti efisiensi bahan bakar, ketahanan material terhadap korosi air laut, serta desain lambung yang ramah lingkungan.

Langkah Nyata ke Depan

Mendiktisaintek memastikan bahwa tahap pertama implementasi arahan akan dimulai tahun ini dengan pemetaan seluruh kapasitas riset perkapalan di Indonesia. Selanjutnya, akan disusun peta jalan (roadmap) riset nasional yang mencakup target produksi prototipe kapal riset, kapal kargo, dan kapal penangkap ikan.

Pemerintah juga akan mempermudah proses paten dan komersialisasi hasil riset sehingga inovasi dari kampus dapat segera diadopsi oleh galangan kapal nasional. Brian menegaskan, “Kami tidak ingin riset hanya jadi pajangan. Harus ada produk nyata yang membawa manfaat bagi bangsa.”

Dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo ini, sektor perkapalan diharapkan menjadi salah satu pilar utama transformasi ekonomi nasional yang digerakkan oleh pengetahuan dan teknologi. Kampus-kampus Indonesia kini dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang emas untuk membuktikan diri sebagai lokomotif inovasi maritim.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User