Pengelola Rumah Pengabdi Setan Evaluasi SOP Buntut Viralnya Tarif Konten
PANGALENGAN — Pihak pengelola destinasi wisata Rumah Pengabdi Setan di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memutuskan untuk melakukan perom
PANGALENGAN — Pihak pengelola destinasi wisata Rumah Pengabdi Setan di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memutuskan untuk melakukan perombakan dan evaluasi menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Langkah mitigasi dan pembenahan tata kelola ini diambil menyusul polemik viral mengenai penarikan biaya sebesar Rp 600.000 terhadap seorang kreator konten (vlogger) asal Malaysia.
Destinasi yang terkenal sebagai lokasi syuting film horor garapan sutradara Joko Anwar tersebut mendadak menjadi sorotan publik setelah sang wisatawan mancanegara mengunggah pengalamannya ke media sosial. Unggahan tersebut memicu perdebatan luas warganet terkait transparansi tarif serta perlakuan terhadap wisatawan komersial maupun reguler di objek wisata lokal.
Kronologi Polemik Tarif Pembuatan Konten
Peristiwa ini bermula ketika seorang kreator konten asal Malaysia berkunjung ke Rumah Pengabdi Setan untuk mendokumentasikan suasana di dalam bangunan bersejarah tersebut. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, rangkaian peristiwa berlangsung dalam urutan kronologis berikut:
- Kedatangan Wisatawan: Wisatawan asal Malaysia tiba di lokasi Rumah Pengabdi Setan dengan perlengkapan dokumentasi video untuk keperluan siaran dan vlog digital.
- Penetapan Biaya Khusus: Petugas pengelola di lapangan mengidentifikasi aktivitas tersebut sebagai produksi konten, bukan sekadar kunjungan pelancong umum, lalu mengenakan tarif khusus sebesar Rp 600.000 untuk durasi 6 jam.
- Keluhan di Media Sosial: Wisatawan yang merasa keberatan kemudian membagikan video pengalamannya ke jejaring sosial hingga menarik atensi jutaan penonton dan menuai beragam reaksi warganet lintas negara.
- Respons Pengelola: Manajemen Rumah Pengabdi Setan merilis klarifikasi resmi mengenai diferensiasi tarif tiket masuk dan menyatakan komitmen perbaikan layanan.
Klarifikasi Pengelola Mengenai Struktur Tiket dan Komersialisasi
Menanggapi kehebohan yang terjadi, pengelola Rumah Pengabdi Setan, Asep Suparman, memberikan penjelasan mendalam terkait skema tarif yang berlaku di area wisata tersebut. Ia menegaskan bahwa tiket masuk harian untuk wisatawan umum dipatok sangat terjangkau, yaitu Rp 15.000 per orang untuk wisatawan domestik dan Rp 25.000 untuk wisatawan mancanegara.
Namun, pihak manajemen memberlakukan aturan khusus bagi pengunjung yang melakukan kegiatan pengambilan gambar intensif, penyiaran langsung (live streaming), maupun produksi konten digital komersial.
"Adapun kegiatan nge-vlog, konten, live TikTok, itu memang ada perbedaan. Itu berada di angka Rp 600.000 per 6 jam," tegas Asep Suparman dalam keterangannya.
Menurut pihak pengelola, tarif khusus tersebut diberlakukan karena aktivitas produksi konten kerap memakan durasi lama, menggunakan area tertentu secara eksklusif, serta berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung reguler lainnya yang ingin menikmati suasana rumah produksi film tersebut.
Langkah Evaluasi SOP dan Pembenahan Pelayanan Publik
Kendati memiliki landasan aturan internal, Asep mengakui bahwa penyampaian informasi dan komunikasi petugas di lapangan masih memerlukan perbaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman bagi wisatawan, terutama turis asing. Pihaknya menjadikan insiden ini sebagai momentum berbenah secara total.
"Video viral tersebut menjadi evaluasi penting buat kami sebagai pengelola di Rumah Pengabdi Setan agar ke depannya bisa lebih meningkatkan kualitas layanan dan SOP di lapangan," tutur Asep menambahkan.
Sebagai wujud pembenahan nyata, pengelola menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan transparansi informasi operasional:
- Transparansi Papan Informasi: Memasang papan petunjuk dan daftar tarif resmi secara terbuka di loket tiket, mencakup rincian tarif kunjungan biasa hingga tarif dokumentasi komersial.
- Pelatihan Komunikasi Petugas: Memberikan pembekalan kepada petugas loket dan pemandu lapangan agar mampu menjelaskan regulasi secara persuasif dan profesional.
- Penetapan Regulasi Konten yang Jelas: Menentukan batasan tegas antara dokumentasi pribadi menggunakan ponsel cerdas dengan produksi konten profesional yang bersifat komersial.
Menjaga Citra Pariwisata Pangalengan
Pangalengan selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung destinasi wisata unggulan di Jawa Barat yang mengandalkan keindahan alam perkebunan teh serta daya tarik wisata tematik. Insiden viral ini diharapkan tidak menyurutkan minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk tetap berkunjung.
Pemerhati pariwisata daerah menilai sinergi antara kepastian regulasi biaya, keramahtamahan (hospitality), dan kejelasan informasi publik merupakan kunci utama menjaga reputasi destinasi wisata di era digital, di mana setiap testimoni pengunjung dapat berdampak langsung pada citra industri pariwisata nasional.




Comments (0)