Pemkot Medan Akhirnya Terima Klarifikasi Pertamina soal Antrean BBM

Sepekan terakhir, pemandangan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Pertamina di Kota Medan menjadi pemandangan yang tak asing. Ratusan motor dan mobi

Jul 16, 2026 - 11:56
0 0
Pemkot Medan Akhirnya Terima Klarifikasi Pertamina soal Antrean BBM

Sepekan terakhir, pemandangan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Pertamina di Kota Medan menjadi pemandangan yang tak asing. Ratusan motor dan mobil mengular, beberapa di antaranya sampai menunggu lebih dari satu jam hanya untuk mengisi bahan bakar. Warga mengeluhkan ketidakpastian pasokan, sementara isu kelangkaan BBM mulai merebak. Namun, Pemerintah Kota Medan akhirnya memastikan bahwa persoalan ini bukan karena stok kosong, melainkan gangguan teknis distribusi.

Penjelasan Pertamina: Antrean Akibat Kendala Distribusi, Bukan Stok Menipis

Pertamina melalui Corporate Secretary Subholding Downstream telah memberikan klarifikasi resmi kepada Pemkot Medan. Dalam pertemuan tertutup di Balai Kota Medan, perwakilan Pertamina menjelaskan bahwa gangguan terjadi pada sistem pengiriman BBM dari terminal transit ke SPBU di wilayah Medan dan sekitarnya. Kendala teknis ini meliputi jadwal pengiriman yang terlambat akibat perbaikan jalur pipa di beberapa titik, serta peningkatan konsumsi yang tidak terprediksi. Meski demikian, Pertamina menegaskan bahwa stok BBM secara nasional aman dan Medan tidak masuk dalam kategori daerah krisis pasokan.

"Kami menyampaikan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat. Kejadian ini murni teknis, bukan karena kekurangan BBM. Saat ini distribusi sudah mulai normal dan kami pastikan tidak ada kenaikan harga," ujar Rudi Hartono, Perwakilan Pertamina di Medan, saat konferensi pers, Rabu (15/7/2026).

Respons Pemkot Medan: Menerima Klarifikasi dan Imbau Warga Tidak Panik

Wali Kota Medan, melalui Sekretaris Daerah, menyatakan bahwa pihaknya menerima penjelasan Pertamina dan menganggap masalah antrean telah selesai secara informasi. "Kami sudah mendapat penjelasan lengkap dari Pertamina. Ini bukan kelangkaan, tapi distribusi yang tersendat. Masyarakat kami imbau tidak perlu panic buying," kata Drs. Arief Siregar, M.Si, Sekda Medan, dalam keterangan resmi. Pemkot juga meminta Pertamina untuk menyediakan hotline pengaduan agar kejadian serupa bisa ditindaklanjuti lebih cepat. Sebagai langkah konkret, Pemkot akan membentuk tim pemantau distribusi BBM yang terdiri dari dinas perhubungan dan satpol PP untuk membantu kelancaran arus di SPBU rawan antrean.

Dampak Antrean terhadap Aktivitas Ekonomi dan Sosial Warga Medan

Antrean panjang di SPBU tidak hanya membuang waktu, tetapi juga berdampak langsung pada produktivitas. Banyak ojek online dan sopir angkutan kota yang mengeluhkan pendapatan menurun karena harus mengantre berjam-jam. Hasil survei lapangan Dinas Perhubungan Medan mencatat bahwa rata-rata waktu antre per kendaraan mencapai 45 menit, dengan volume antrean tertinggi terjadi pukul 06.00–09.00 pagi dan 16.00–19.00 sore. Beberapa pelaku UMKM yang menggunakan generator BBM juga sempat terhenti produksinya karena khawatir kehabisan stok. Anggota DPRD Kota Medan, Fraksi PDI-P, Hendra Situmorang menyebutkan bahwa kejadian ini menunjukkan perlunya modernisasi sistem monitoring distribusi BBM di Sumatera Utara. "Ini pelajaran bahwa kita tidak bisa hanya mengandalkan penjelasan lisan. Harus ada sistem digital yang bisa diakses publik," ujarnya.

Langkah Pertamina Mencegah Gangguan Serupa di Masa Depan

Pertamina berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh pada rantai distribusi, khususnya di wilayah Medan. Beberapa langkah jangka pendek yang sudah dijalankan antara lain: menambah armada tangki pengangkut dari depot terdekat, membuka SPBU siaga 24 jam di lima titik strategis, serta mengoptimalkan jadwal pengiriman agar sesuai dengan pola konsumsi harian. Sementara dalam jangka panjang, Pertamina akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Darurat (SPBD) di tiga kecamatan yang paling sering mengalami antrean. Kepala Dinas ESDM Sumut, Ir. Andi Nasution, MT, menyambut baik rencana tersebut dan akan mengawal implementasinya.

Fakta Kunci Antrean BBM Medan Juli 2026

Indikator Nilai
Durasi antrean rata-rata 45 menit
SPBU terdampak 25 unit dari total 42 di Medan
Volume kendaraan per hari saat puncak 15.000 unit (normal 8.000)
Kerugian ekonomi diperkirakan Rp 2,5 miliar (biaya bahan bakar & waktu hilang)
[SOCIAL_TWEET]: Pemkot Medan akhirnya terima klarifikasi Pertamina soal antrean BBM yang melanda sepekan terakhir. Bukan kelangkaan, tapi gangguan distribusi. #BBMMedan #Pertamina #Medan[SOCIAL_TG]: 🛢️ Pemkot Medan akui antrean BBM karena kendala distribusi, bukan kelangkaan. Simak langkah Pertamina mencegah kejadian serupa. #BBM #Medan

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User